Nilai Kesufian pada Naskah Asal Usul Besi Kharsani
Abstrak
ABSTRAKAjaran tasawuf tidak dapat dipisahkan seiring perkembangan Islam di Indonesia.Masuknya Islam ke Indonesia yang kerap dikatakan secara damai, tidak luput dari penyebaranajaran tasawuf. Tumbuhnya ajaran tasawuf dan ‘sepak terjang’ para sufi di awalmasuknya Islam ke Indonesia terekam dalam sejumlah manuskrip yang dapat dikatakansebagai ‘hikayat hagiografis’. Munculnya hagiografi tersebut dikarenakan para sufi dikagumidan dipuja sebagai ‘orang suci’ karena menarik diri dari kenikmatan duniawi (zuhd),melakukan perjalanan panjang, mengembara, demi pencapaian spiritual dan dakwah kepadaorang lain. Diyakini bahwa pencapaian spiritual ini membuat mereka mampu menampakkantindakan-tindakan di luar kebiasaan (khawariq al-‘adat). Tulisan ini akan mengkajinaskah Asal Usul Besi Kharsani (AUBK) yang di dalamnya berbicara tentang ilmu BesiKharsani sebagai warisan sejarah dan budaya masyarakat Kerinci, yang berbentuk bungarampai dan merupakan bagian dari sastra Melayu klasik yang bergenre Hagiografi. Strukturgenre tersebut mengandung unsur hikayat, syair, sejarah, silsilah, dan hidayat. Juga termasukadanya unsur mitologi penelitian ini dikerjakan dengan metode kajian filologi.Kata kunci: sufisme, hagiografi, Kerinci, besi kharsaniABSTRACTThe teachings of Sufism can not be separated as the development of Islam in Indonesia.The entry of Islam into Indonesia that can be said peacefully, did not escape the spread ofSufism teachings. The growth of Sufism and the action of the Sufis in the early entry of Islaminto Indonesia is recorded in a number of manuscripts that can be said as ‘hagiographic saga’.The emergence of hagiography is due to The Sufis are admired and revered as ‘saints’ bywithdrawing from worldly pleasures (zuhd), Making long journeys, wandering, for the sakeof spiritual attainment and preaching to others. It is believed that this spiritual achievementenables them to manifest unbelievable acts (khawariq al-’adat). This paper will examinethe manuscripts of the Origin of Besi Kharsani (AUBK) in which it speaks of the science ofBesi Kharsani as a historical and cultural heritage of Kerinci society, which is in the formof a potpourri and is part of the classical Melayu literature of the Hagiography genre. Thestructure of the genre contains elements of saga, poetry, history, genealogy, and hidayat. Alsoincluded mythological elements. This research is done by the method of philological studies.Keywords: sufism, hagiography, Kerinci, besi kharsaniDiterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










