The Media Conspiracy Behind the Death of Diana, Princess Of Wales: A Study of Critical Discourse Analysis
Abstrak
ABSTRAKPenelitian ini berjudul “The Media Conspiracy Behind the Death of Diana, Princessof Wales: A Study of Critical Discourse Analysis”. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskanbagaimana kematian Putri Diana direpresentasikan oleh The Daily Mail dalam artikelartikelpemberitaannya melalui dimensi tekstual dan juga memaparkan cara pandang TheDaily Mail sebagai pelaku media konspirasi pada praktik kerjanya terkait berita kematianPutri Diana dalam dimensi sosiokultural. Objek penelitian ini adalah The Daily Mail, salahsatu tabloid harian terbesar di Inggris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode kualitatif, analisis deskriptif. Penulis menggunakan teori analisis wacana kritisFairclough (1995), disertai dengan beberapa teori pendukung lainnya, seperti teori klausasebagai representasi Halliday (2004), teori konspirasi Feaster (2008), Birchall (2006),Barkun (2003), Hodapp dan von Kannun (2008). Hasil dari penelitian ini menunjukkanbahwa representasi kematian Putri Diana dalam dimensi tekstual didapat melalui prosesmaterial, proses mental, proses relasional, proses verbal, dan proses eksistensial yangterdapat dalam artikel-artikel The Daily Mail. Sementara itu, cara pandang The Daily Mailsebagai pelaku media konspirasi atas berita kematian Putri Diana didapat melalui prosestataran sosial, tataran institusional, tataran sosial pada dimensi praktik sosiokultural.Kata Kunci: Transitivitas, Analisis Wacana Kritis, Media konspirasi.ABSTRACTThis thesis is entitled “The Media Conspiracy Behind the Death of Diana, Princessof Wales: A Study of Critical Discourse Analysis”. This thesis is aimed to describe therepresentation of Princess Diana’s death and The Daily Mail’s perspective as a mediaconspiracy actor through textual and sociocultural dimension. The object of this thesis isThe Daily Mail, one of the widest national daily newspapers in England. The method that isused in this thesis is a qualitative method, a descriptive analytic method. The writer uses thecritical discourse analysis theory of Fairclough (1995) and some other supported theories,such as clause as representation theory by Halliday (2004), the conspiracy theory by Feaster(2008), Birchall (2006), Barkun (2003), Hodapp and von Kannun (2008). The result of thisresearch shows that the representation in textual dimension that appear on Princess Diana’sdeath is derived from material process, mental process, relational process, verbal process, andexistential process. While The Daily Mail’s perspective on Princess Diana’s death is derivedfrom situational level, institutional level and social level of sociocultural practice dimension.Keywords: Transitivity, Critical Discourse Analysis, Media Conspiracy.Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










