Kekoherensian Wacana Iklan Komersial dalam Website Softbank: Kajian Analisis Wacana
Abstrak
ABSTRAKJepang merupakan negara dengan tiga perusahaan telekomunikasi ternama didunia, salah satunya SoftBank, sehingga perusahaan tersebut menggunakan berbagaicara kreatif untuk mempromosikan produknya, termasuk melalui media iklankomersial. Sells dan Gonzalez (dalam Astuti, 2005:3) menyatakan bahwa bahasa dalamiklan sedikit menyimpang dari kaidah tata bahasa, yang mempengaruhi keterpaduanmaknanya (koherensi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasipenanda kekoherensian, hubungan kekoherensian serta faktor penyebab terjadinyakekoherensian pada wacana iklan komersial dalam website SoftBank yang dianalisisberlandaskan pada teori struktur iklan Bolen (1984), struktur retorika Mann danThompson (1988) serta koherensi Ramlan (1993). Penulis menggunakan metodedeskriptif analisis dalam penelitian ini. Dari hasil analisis data, teridentifikasi bahwapenanda kekoherensian yang sering muncul berjenis perturutan, contohnya seperti“maka dari itu”. Kemudian terdapat tiga jenis hubungan koherensi yang sering munculdalam kedua belas wacana iklan komersial tersebut, yakni uraian, latar belakang danurutan. Faktor penyebab kekoherensian adalah adanya pengetahuan yang dibagibersama (shared knowledge) dari pengiklan kepada konsumen, sehingga konsumendapat mengetahui dan ingin tahu lebih lanjut mengenai isi iklan.Kata kunci: wacana, iklan komersial, koherensi, struktur iklan, struktur retorikaABSTRACTJapan is a country with top three telecommunication brand companies in theworld, one of them is Softbank. This company uses a variety of methods to promote theirproducts, including the use of commercial ads. Sells and Gonzalez (from Astuti, 2005:3)declare that ads have a bit linguistic deviation that affecting the unity of meaning(coherence). The aim of this research is to identify the coherence markers, coherencerelations and coherence factors of SoftBank’s commercial adverting discourse (CAD)analyzed based on advertising theory from Bolen (1984) and rhetorical structure theoryfrom Mann and Thompson (1988) and Ramlan (1984). The writers use descriptivemethod in this research. The results of data analysis, it is identified that coherencemarkers like continuation are often used, for example “therefore”.Then, the twelve CADshave three kinds of coherence relations that often come in the CAD, such as elaboration,background, and sequence. The factor of the coherence is a sharing a knowledge fromadvertiser to consumer, so that consumer can be informed and want to know more aboutthe content of the ads.Keywords: discourse, commercial ads, coherence, ad’s structure, rhetorical structureDiterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










