Kesalahan Penggunaan Bahasa Perancis dalam Tulisan Mahasiswa Program Studi Sastra Perancis Unpad
Abstrak
ABSTRAKUntuk menghasilkan sebuah karangan berbahasa Perancis yang dapat dipahamioleh khalayak umum, mahasiswa harus menguasai kemampuan berbahasa Perancis ragamtulis yang baik dan benar sesuai dengan kaidah yang berlaku. Penelitian ini bertujuanuntuk menjelaskan kesalahan sintaksis yang dilakukan oleh mahasiswa Program StudiSastra Perancis Universitas Padjadjaran. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambildari sepuluh karangan mahasiwa yang duduk di semester lima dan tujuh dan dianalisisdengan menggunakan metode simak dan metode analisis padan referensial translasionaldengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahantertinggi yang dilakukan mahasiswa adalah kesalahan dalam penggunaan passé composédan imparfait sebesar 50%, kemudian diikuti oleh kesalahan dalam penggunaan pronomrelatif simple et composé ‘pronomina penghubung bebas dan turunan’ sebesar 30%, danterakhir kesalahan dalam penggunaan pronom COD et COI ‘pronomina COD dan COI’ sebesar20%. Faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan tersebut adalah faktor linguistikyang disebabkan oleh perbedaan kaidah tatabahasa bahasa Indonesia dan Perancis.Selain itu terdapat pula faktor sosiolinguistik yang disebabkan oleh jarangnya mahasiswamembiasakan diri mereka untuk mengaplikasikan bahasa Perancis di luar kelas.Kata kunci: kesalahan, sintaksis, bahasa Perancis, tulis, pengajaranABST RACTTo produce a French-language essay that can be understood by the general public,the students should master the ability of French language in good and true writing skill inaccordance with the applicable rules. The aim of this research is to explain the syntactic errorsmade by students of French literature’s program at University Padjadjaran. The sources ofdata are taken from the ten student essays who sit in the fifth and seventh semesters, and themethods used in this research are Observation Method ‘Metode Simak’ and the analyticalreference translational analysis method with a qualitative approach. The results of thisresearch indicate that the highest errors that students make are the use of passé composéand imparfait as much as fifty percent, followed by errors in the use of pronom relatifsimple et composé ‘the free and derivative pronouns’ thirty percent, and the last error is inthe use of pronom CO D et CO I ‘‘The COD and COI pronouns’ twenty percent. The factors thatcause those errors are a linguistic caused by the difference rules of Indonesian and Frenchgrammar. In addition there are also sociolinguistic factors caused by the rarity of studentsfamiliarize themselves to apply the French language outside the classroom.Keywords: Error, syntax, French language, writing, teachingDiterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










