Konseptualisasi Sosiokultural Masyarakat Sunda dalam Metafora Konseptual Bagian Tubuh
Abstrak
AbstrakDalam tulisan ini dideskripsikan konseptualisasi sosiokultural masyarakat Sundayang terkandung dalam metafora konseptual bagian tubuh. Digunakan metode deskriptifdan kajian distribusional konseptual semantik kognitif Lakoff dan Johnson (1980) yangdipertegas oleh Konwles & Rosamund (2006), Kovecses (2010), Saeed (2009) dalammendeskripsikan dan menganalisis data yang bersumber dari data lisan dan tulisan.Dihasilkan konsep sosiokultural masyarakat Sunda yang terkandung di dalamnya metaforabagian tubuh, yaitu: (1) konsep keadaan (bentuk, tekstur, pancaindera, zat cair, dan suasana);(2) konsep bagian; (3)konsep posisi; (4) konsep wilayah; dan (5) konsep imitasi bentuk.Kata kunci: metafora konseptual, bagian tubuh, sosiokultural, dan bahasa SundaAbstractThis article describes the sociocultural conceptualization produced by the Sundanesesociety as the creators and users of conceptual metaphor of body parts. The descriptive methodand distributional study of cognitive-semantics conceptual by Lakoff and Johnson (1980) wereused supported by Konwles and Rosamund (2006), Kovecses (2010), and Saeed (2009) indescribing and analyzing the data collected from both oral and written data sources. The resultshows the sociocultural concept of Sundanese society contained in body parts metaphor, namely:(1) concept of state (form, texture, five senses, liquid substances, and situation); (2) concept ofpart; (3) concept of position; (4) concept of territory; and (5) concept of form imitation.Keywords: conceptual metaphor, body parts, sociocultural, and Sundanese languageDiterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










