Eksistensi dan Regenerasi Kerajinan Tangan Anyaman Bambu di Tasikmalaya
Abstrak
ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Eksistensi dan Regenerasi Kerajinan Tangan AnyamanBambu di Tasikmalaya”. Penelitian ini bertujuan memperoleh data dan informasitentang kearifan lokal anyaman bambu sebagai bagian dari budaya Tasikmalaya. Metodedalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif, yaitu metode yang digunakan untukmenggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung saat ini atau saat yanglampau. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah survei ke lapangan melaluiwawancara, pengamatan secara langsung, dan pengambilan sumber-sumber tertulis darimasyarakat dan pemerintah setempat. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalahbagaimana eksistensi kerajinan tangan anyaman bambu Tasikmalaya dan bagimanaregenerasi kerajinan tangan anyaman bambu dari generasi tua kepada generasi muda. Hasilyang dicapai dari penelitian ini adalah kerajinan anyaman bambu Tasikmalaya merupakankearifan lokal yang menjadi ciri dari masyarakat Tasikmalaya; eksistensi dan keberadaananyaman bambu Tasikmalaya dewasa ini masih ada, tetapi sudah semakin sulit ditemukan.Kata Kunci: kearifan lokal, kerajinan, anyaman, budaya, TasikmalayaABSTRACTThis study entitled “Existence and Regeneration Handycrafts Bamboo Webbing inTasikmalaya”. The aim of this study was to obtain data and information on local wisdom bamboowebbing as part of the culture of Tasikmalaya. The method in this research is descriptivequalitative,that used to describe phenomena that exist, which takes place in the present or thepast. Data collection techniques in this study is a survey of the field through interviews, directobservations, and taking written sources from the community and local government. The problemsaddressed in this study is how the existence of bamboo webbing handycrafts Tasikmalayaand how regenerating bamboo webbing handycrafts from the older generation to the youngergeneration. The results obtained from this study are bamboo webbing handycrafts of Tasikmalayais local knowledge that is characteristic of Tasikmalaya society; the existence and presenceof bamboo webbing Tasikmalaya is still there, but it is increasingly difficult to find.Keywords: indigenous, crafts, woven, culture, TasikmalayaDiterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










