Representasi Sikap Kebangsaan Anak Muda dalam Hegemoni Negara pada Novel Populer
Abstrak
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang sikap kebangsaananak muda Indonesia pada tiga novel populer yaitu Ali Topan Anak Jalanan karya TeguhEsha, Lupus: Makhluk Manis dalam Bis karya Hilman Hariwijaya, dan Balada Si Roy karya GolaGong. Alasan pemilihan objek penelitian di atas adalah karena ketiga novel tersebut memilikitingkat popularitas yang tinggi pada tiap zamannya sehingga membuat tokoh utamanyamenjadi representasi anak muda Indonesia pada zamannya masing-masing. Pertanyaanpertanyaanyang memandu tulisan ini adalah 1) Bagaimana keindonesiaan digambarkanpada ketiga novel tersebut dan 2) Bagaimana sikap kebangsaan direpresentasikan tokohanak muda pada ketiga novel tersebut. Dari hasil kajian didapatkan simpulan bahwasikap kebangsaan yang ditampilkan pada ketiga novel tersebut memiliki tingkatan yangberbeda-beda. Novel Ali Topan Anak Jalanan menunjukkan sikap kebangsaan dengan lebihkritis. Hegemoni orde Baru pada masa itu belum berhasil karena novel populer masihmenampilkan tokoh anak muda yang kritis dan cenderung memberontak terhadap nilainilaiideologi Orde Baru. Periode ’80-an menampilkan novel populer dengan tokoh anakmuda yang memiliki sikap kebangsaan yang terbelah. Pertama, anak muda yang dapatmenerima realitas yang dikontruksi Orde Baru, dengan menjalani sistem tersebut danmemposisikan dirinya sebagai bagian dari sistem tersebut. Hal itu direpresentasikan olehtokoh Lupus dalam novel Lupus: Makhluk Manis dalam Bis. Kedua, anak muda yang tidakdapat menerima realitas yang dikonstruksi Orde Baru, dengan cara keluar dari bagiansistem tersebut. Hal itu direpresentasikan oleh tokoh Roy dalam Balada Si Roy.Kata kunci: kebangsaan, anak muda, novel populer, Orde BaruAbstractThis study aims to obtain a picture of Indonesian nationalism in the three popularnovels that were Ali Topan Anak Jalanan by Teguh Esha, Lupus: Makhluk Manis dalam Bisby Hilman Hariwijaya, dan Balada Si Roy by Gola Gong. The reason for choosing the object ofresearch above is that all three novels are recognized to have high levels of popularity in eachera so that made the main characters became a representation of Indonesian youth at that time.The questions that guide the writing are 1) How Indonesianness described in the third novel?2) How does nationalism represented by youth in these three novels. From the study results isobtained the conclusion that nationalism is displayed on the third novel has a level different.Ali Topan Anak Jalanan show a nationalism more critically. The New Order’s hegemony atthat time has not been successful because the novel still showing a critical youth and tends torevolt against the ideological values of the New Order. The ‘80s period featured a popular novelwith a youth character who had a split nationalism. First, the youth who can accept the realitythat the New Order has constructed, with the system and position itself as part of the system.It was represented by the Lupus’s character in the Lupus: Makhluk Manis dalam Bis. Second,the youth who can not accept the facts constructed by the New Order, by going out from thatpart of the system. It was represented by Roy’s character in the Balada Si Roy.Keywords: nationalism, youth, popular novel, New OrderDiterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










