Pariwisata Pendidikan Berbasis Budaya dan Pewarisan Nilai-Nilai Budaya Lokal: Kasus Kampung Naga
Abstrak
AbstrakSalah satu manfaat pariwisata adalah untuk memperkuat preservasi warisanbudaya dan tradisi. Dalam konteks itu, penulisan artikel ini bertujuan untuk memahamicara masyarakat Kampung Naga mewariskan nilai-nilai budayanya melalui kegiatanpariwisata pendidikan. Teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi kepustakaandigunakan untuk mengumpulkan datanya. Metode analisis datanya menggunakananalisis kualitatif interpretatif, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan modelinteraktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pariwisata dimanfaatkanoleh masyarakat Kampung Naga untuk mewariskan nilai-nilai budayanya kepadapelajar dan mahasiswa melalui pariwisata pendidikan. Nilai-nilai budaya masyarakatKampung Naga yang dapat dinikmati wisatawan melalui atraksi wisata budaya tangibledan intangible diwariskan pada pelajar dan mahasiswa dengan cara tinggal dan terlibatdalam kehidupan sehari-harinya. Dengan cara itu, pelajar dan mahasiswa dapat secaraintensif mempelajari nilai-nilai budaya masyarakat Kampung Naga karena terbanguninteraksi sosial yang intim antara pelajar/mahasiswa dengan masyarakat KampungNaga. Kesempatan itu hanya diberikan pada pelajar dan mahasiswa, tidak pada seluruhwisatawan, apalagi wisatawan mancanegara.Kata kunci: pariwisata pendidikan, pewarisan budaya, manfaat pariwisataAbstractOne of the benefits of tourism is to reinforce the preservation of cultural heritage andtraditions. In that context, the writing of this article aims to understand the way Kampung Nagacommunity bequeaths its cultural values through educational tourism activities. Observationtechniques, in-depth interviews, and literature studies were used to collect data. The method of dataanalysis used interpretative qualitative analysis, while the data analysis technique used interactivemodel. The results shows that the tourism activities are utilized by Kampung Naga community tobequeath on cultural values to students through educational tourism. Cultural values of KampungNaga community that can be enjoyed by tourists through tangible and intangible culturalattractions are bequeathed on to the students by staying and engaging in their daily life. That way,the students can intensively learn about the cultural values of Kampung Naga community becauseof the intimate social interaction between the students and the Kampung Naga community. Thatopportunity is only given to the students, not to all tourists, moreover foreign tourists.Keywords: educational tourism, cultural heritage, tourism benefitsDiterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










