Model Penjelasan Lema Kosakata Dialek dalam Kamus Basa Sunda R.A. Danadibrata
Abstrak
AbstrakTidak semua kamus suatu bahasa memuat kosakata dialek, dalam hal ini, dialekgeografis. Hal ini terjadi karena penyusunan kamus memiliki tujuan tertentu. Kamusyang memuat kosakata dialek merupakan kamus yang penyusunannya secara internalbertujuan mendokumenkan kekayaan kosakata dialek bahasa yang bersangkutansehingga pembaca mendapatkan informasi lebih dibandingkan dengan kamus yangtidak memuat kosakata dialek. Kamus yang memuat kosakata dialek secara leksikografistergolong kamus khusus. Kamus ini secara dialektologi merupakan sumber dokumenkekayaan dialek di samping dokumen kekayaan bahasa. Kosakata dialek di dalam kamussecara akademik dapat dijadikan bahan penelitian bagi mereka yang berminat terhadapkajian dialektologi, lebih-lebih bagi mahasiswa dari fakultas budaya, bahasa, atau sastra.Bagaimana pemuatan kosakata dialek dalam kamus bahasa Sunda? Tidak semua kamusbahasa Sunda memuat kosakata dialek. Salah satu kamus yang muat kosakata dialekadalah Kamus Basa Sunda yang disusun R.A. Danadibrata (2009). Kamus ini memuatlebih dari 180 kosakata dialek. Lema dialek ini berasal dari berbagai daerah berbahasaSunda di Jawa Barat dan Banten dan memiliki beragam kategori kata. Penjelasan lemadialek ini dalam kamus tersebut memiliki tiga model, yakni (1) lema + bs (basa) + daerahpakai, (2) lema + bs + wewengkon ‘daerah’ + daerah pakai, dan (3) lema + dialek + daerahpakai. Artikel ini akan menjelaskan lema apa saja yang diberi penjelasan seperti di atas,kemudian penjelasan apa yang ditambahkan. Metode penelitian yang digunakan bersifatdeskriptif dan sinkronis. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknikcatat. Dari hasil penelitian, model (2) lebih banyak digunakan daripada model (1) danmodel (3), selanjutnya model (1) lebih banyak digunakan daripada model (3). Setiap lemadialek tidak disertai penjelasan kategori katanya.Kata kunci: kosakata, dialek, kamus dialek, leksikografisAbstractNot all dictionaries contain a vocabulary of dialect words, in this case, geographicaldialects. This occurs because the making of a dictionary has a specific purpose. The dictionarywhich contains the vocabulary of dialect words is the dictionary which functions to document therichness of dialect words in a language so readers get more information from that than the dictionarywhich does not contain the vocabulary of dialect words. The dictionary which contains thevocabulary of dialect words lexicographically is classified as a custom dictionary. This dictionaryis dialectologically a source document that can show the richness of its vocabulary regarding thedialect words as well as the richness of the language itself. The vocabulary of dialect words in the dictionary can be used for academic research material for those who are interested in the study of dialectology, especially for students of the faculty of culture, language, or literature. How are the dialect words loaded in the Sundanese language dictionary? Not all dictionaries of Sundaneselanguage contain the vocabulary of dialect words. One that does is Sundanese Dictionary compiled by R.A. Danadibrata (2009). The dictionary contains more than 180 dialect words. Dialect entry is derived from a variety of local Sundanese of West Java and Banten, and has a variety of word class. The explanation of the dialect entry in this dictionary has three models, namely (1) entry + bs (basa) ‘language’ + local use, (2) entry + bs (basa) ‘language’+ regions + local use, and (3) entry + dialect + local use , This article explains what the entries are given as explanation above, then what explanation added to the entry. The research method used is descriptive and synchronic. Data collection methods refer to the technical note. The results of the research show that the model (2) is more widely used than the model (1) and model (3), the next model (1) is more widely used than the model (3). Each entry is accompanied by an explanation dialect word class.Keywords: vocabulary, dialect, dialect dictionaries, lexicographicalDiterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










