Perbandingan Interjeksi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Mandarin
Abstrak
AbstrakInterjeksi merupakan kelas kata yang cukup unik dan menarik dalam suatusistem bahasa. Interjeksi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin merupakankata yang digunakan untuk menggambarkan perasaan yang ada di dalam diriseseorang, seperti marah, kesal, sedih, gembira, dan lain sebagainya. Jenis kata inidigunakan sesuai dengan intonasi ucapan yang ada, entah itu nada menaik ataupun turun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisisdeskripsi persamaan dan perbedaan antara interjeksi dalam bahasa Indonesiadan bahasa Mandarin dalam lingkup karakteristik fonetik dan sifat poliseminya,warna emosional, fungsi tata bahasa dan kemudian membuat kesimpulan dariperbandingan tersebut. Meneliti persamaan dan perbedaan antara interjeksi dalambahasa Indonesia dan bahasa Mandarin akan membantu kita lebih memahamikarakteristik kedua bahasa tersebut dan juga memudahkan orang Indonesia dalampembelajaran bahasa Mandarin.Kata kunci: perbandingan, interjeksi, bahasa Indonesia, bahasa MandarinAbstractInterjection is a word class that is quite unique and interesting in a language system.Interjections in Indonesian and Mandarin are words used to describe feelings that exist within aperson, such as anger, resentment, sadness, joy, and so on. This type of word is used according to the intonation of the speech, whether it is an ascending or descending tone. The research method used is analyzing the description of similarities and differences between Indonesian and Chinese interjections in the phonetic characteristics, emotional colors, grammatical functions and then making conclusions from these comparisons. Examining the similarities and differences between interjections in Indonesian and Mandarin will help us better understand the characteristics of the two languages and also make it easier for Indonesian peoples to learn Chinese.Keywords: comparison, interjection, Indonesian, MandarinDiterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










