Abreviasi dalam Percakapan Sehari-Hari di Media Sosial: Suatu Kajian Morfologi
Abstrak
AbstrakPenelitian ini berjudul “Abreviasi dalam Percakapan Sehari-hari di MediaSosial: Suatu Kajian Morfologi”. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode kualitatif. Data yang digunakan diambil dari percakapan sehari-haridi media sosial, yaitu line, whatsapp, dan instagram. Teori yang digunakan adalahproses abreviasi dan bahasa slang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikanfitur-fitur umum dari proses abreviasi yang digunakan oleh kalangan muda orangIndonesia. Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa masyarakat menggunakantiga proses abreviasi, yaitu akronim, singkatan, dan penggalan dalam percakapansehari-hari di media sosial. Akronim dan singkatan ditemukan paling banyak diantara ketiga proses tersebut. Adapun alasan fenomena bahasa ini terjadi adalahmasyarakat berniat untuk menghemat waktu, mengisi kesenjangan komunikasi ataupenghalang di antara pengguna, dan menunjukkan kelompok sosial.Kata kunci: abreviasi, morfologi, media sosialAbstractThis research is entitled “Abbreviation in Daily Converstion on Social Media: AMorphological Study”. The method used in this study is a qualitative method. The data aretaken from daily conversation on social media: line, whatsapp, and instagram. The theoriesused are of abbreviation process and slang language. The aim of this study is to describe thecommon features of abbreviation process used by young people in Indonesia. Based on theresearch, it is indicated that they use three most common abbreviation processes: acronym,blending, and clipping in their daily conversation on social media. Acronym and blendingidentified as the most common abbreviation process among the three features. As for thereasons of this language phenomenon applied are to save time, to fill the communication gapor barrier among the users, and to identify their social group.Keywords: abbreviation, morphology, social mediaDiterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










