Pergeseran Bahasa Sunda dalam Leksikon Makanan Tradisional Sunda di Kabupaten Bandung dalam Perspektif Sosiolinguistik Mikro
Abstrak
AbstrakPenelitian ini berjudul “Pergeseran Bahasa Sunda dalam Leksikon Makanan Tradisional Sunda di Kabupaten Bandung dalam Perspektif Sosiolinguistik Mikro”. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bentuk-bentuk perubahan dan inovasi bahasa dalam leksikon-leksikon makanan tradisional Sunda yang menjadi faktor penentu terjadinya pemertahanan atau pergeseran suatu bahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif. Sumber data pada penelitian ini berupa leksikon-leksikon makanan tradisional di Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bahasa Sunda dalam leksikon makanan tradisional Sunda sebagian besar telah mengalami inovasi; (2) gejala perubahan bentuk dari leksikon-leksikon makanan tradisional Sunda adalah inovasi leksikal penuh, inovasi fonetis, dan inovasi morfemis; (3) bahasa Sunda di Kabupaten Bandung dalam konsep makanan tradisional Sunda telah mengalami pergeseran bahasa secara sosiolinguistik mikro, mengingat faktor-faktor internal bahasa, yaitu berupa inovasi, telah terjadi. Inovasi tersebut meliputi inovasi leksikal penuh, inovasi fonologis, dan inovasi morfemis. Faktor-faktor internal bahasa ini menjadi faktor utama pemertahanan dan pergeseran bahasa.Kata kunci: pergeseran bahasa, makanan tradisional, sosiolinguistik mikroAbstractThe article is entitled "The shifting of Sundanese Language in Lexiconsof Sundanese Food in Bandung Regency studied by Micro Sociolinguistics". The purpose of this study is to describe the forms of change and linguistic innovation in the lexiconsof Sundanesetraditional food which become the determining factor of a language retention or shift. The methods used in this research is descriptive-qualitative method. The data source on this research are lexicons of Sundanese traditional foods in Bandung Regency. The results show that (1) Sundanese Language in the lexiconsof Sundanese Food in the majority hasundergone an innovation; (2) the morphemic change phenomemaof theSundanese traditional food lexicons consist of the full lexical innovation, innovation, innovation and phonetic morfemis; (3) There has been a shift in Sundanese language micro-sociolinguistically regarding the lexiconsof Sundanese traditional food in Bandung Regency based on internal factors of language, i.e. in the form of innovation. These innovations include the full lexical innovation, phonological innovation, and innovation morfemis. Internal factors of a language became a major factor of language retention and language shift.Keywords: language shift, traditional food, micro-sociolinguisticDiterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










