BKR (BADAN KEAMANAN RAKYAT): Cikal Bakal Tentara Indonesia?
Abstrak
AbstrakPenelitian ini berjudul BKR (Badan Kemanan Rakyat):Cikal Bakal Tentara Indonesia?!. Penelitian ini merupakan interpretasi baru tentang cikal bakal TNI, yang umumnya banyak merujuk pada PETA (Pembela Tanah Air). Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Sejarah.Metode Sejarah memiliki empat tahapan yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi.Sumber-sumber penelitian ini menggunakan koran-koran sezaman, majalah sezaman, dan buku. BKR dianggap sebagai cikal bakal TNI didasarkan beberapa sebab. Pertama, atas dasar legalitas formal, PETA telah dibubarkan sehingga BKR adalah satuan militer yang pertama kali dibentuk setelah Indonesia merdeka. BKR selanjutnya melahirkan pembentukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat), TKR (Tentara Keselamatan Rakyat), TRI (Tentara Republik Indonesia) dan TNI (Tentara Nasional Indonesia). Kedua, jika PETA dianggap sebagai cikal bakal TNI, maka KNIL dan beberapa satuan keprajuritan diabaikan. Padahal, beberapa bekas perwira KNIL memiliki peran penting di tubuh BKR hingga TNI.Kata kunci: BKR, Tentara, TNIAbstractThe main subject this study is BKR – Indonesian civil defense corps – as origin of Indonesian Military. This study is new interpretation about the origin of TNI (Indonesian National Armed Forces) now. Many opinion refer to PETA as civil defense corps in Japanese occupation era. Study emlpoys a Historical Method, which consists of four stage: Heuristic, Critic, Interpretation, Historiography. The study utilize some sources such as newspaper, magazine, and book. Main finding of this study is PETA had dispersed as legality and formally and BKR was formed as the firts corps after Independence of Indonesia. Futhermore, BKR changed to TKR (Tentara Keamanan Rakyat), TKR (Tentara Keselamatan Rakyat), TRI (Tentara Republik Indonesia) until TNI (Tentara Nasional Indonesia). If PETA is considered as origins of Indonesian Military, then it ignore KNIL – a colonial armed forces – and the other defence corps. Even though the eks KNIL’s officer have important role in military managenment of BKR until TNI.Keywords: BKR, Military, TNIDiterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










