Kesantunan Pragmatik dalam Irai Hyougen Bahasa Jepang pada Acara Berita Asaichi

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v9i1.22868

Penulis

  • Thamita Islami Indraswari Fakultas Pendidikan Bahasa, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Riza Lupi Ardiati Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran

Kata Kunci:

pragmatik, kesantunan, irai hyougen

Abstrak

Penelitian ini berfokus pada deksripsi bentuk irai hyougen dan bentuk kesantunan dalam irai hyougen yang muncul pada percakapan di acara berita Asaichi. Penelitian dilakukan lewat kajian pragmatik. Identifikasi komponen percakapan yang mengandung irai hyougen dilakukan berdasarkan bentuk irai hyougen maupun implikasi percakapan. Penanda kesantunan diamati lewat kemunculan ungkapan hormat, ungkapan kerendahan hati, ungkapan penimbang rasa, ungkapan beri-terima, serta ungkapan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada acara Asaichi, irai hyougen dinyatakan dalam bentuk suikoukei irai hyougen, meireikei irai hyougen, youkyuukei irai hyougen, ganbou hyoushutsuteki irai hyougen, dan enkyokuteki irai hyougen. Penanda kesantunan irai hyougen ditemukan dalam bentuk penggunaan kenjougo, penggunaan bentuk formal dari nomina dan pronomina, sebutan hormat, penggunaan irai dalam bentuk tidak langsung, penambahan adverbia maupun partikel akhir kalimat untuk menunjukkan rasa hormat pada petutur, menunjukkan kerendahan hati, empati, kehati-hatian, penghindaran kesan paksaan serta penghalus tuturan. This article examine form of irai hyogen and politeness which reflected in irai hyougen in Japanese television programme called Asaichi. In this study, using pragmatic approach, forms of irai hyougen  are being examined through lexical forms, grammatical forms and conversational implicature. Politeness in irai hyougen are being examined by the emergence of expression of respect, expression of humility, expression of concern for others, expression of giving and receiving favor, indirect expression in irai hyougen. The findings of the study showed that in Asaichi, irai hyogen are expressed through suikoukei irai hyougen, meireikei irai hyougen, youkyuukei irai hyougen, ganbou hyoushutsuteki irai hyougen, and enkyokuteki irai hyougen. Politeness in irai hyougen can be identified by the use of kenjougo, formal forms of noun or pronoun to defer the hearer, terms of respect, indirect request pattern, the use of adverbs and sentence ending particles to show humility, empathy, carefulness, to smooth the request, and avoiding constraint in request are preferable.

Referensi

Anshori, Dadang S. 2017.

Etnografi Komunikasi Perspektif Bahasa. Depok: Rajagrafindo Persada

Gong Wei. “Nihongo no Irai Hyougen ni Mirareru Danjosa: Terebi Dorama no Serifu o Tooshite”. dalam Bulletin of the Social System Research Institute Chuo Gakuin University Vol. 16 No. 1 Desember Tahun 2015. hlm 1-12, 2015-12-01. Diakses dari https://cgu.repo.nii.ac.jp/?action=pages_view_main&active_action=repository_view_main_item_detail&item_id=248&item_no=1&page_id=13&block_id=21 tanggal 14 Maret 2018

Hassal, Tim. “Request Strategies in Indonesian“. Dalam Pragmatics Vol. 9 No. 4. Tahun 1999. hlm 585-606 diakses dari https://www.jbe-platform.com/content/journals/10.1075/prag.9.4.02has tanggal 17 Mei 2019

Haugh, Michael. “Revisiting the conceptualisation of politeness in English and Japanese”. dalam Multilingua Vol. 23 No. 1. Januari Tahun 2004-01. Hlm 85-109 diakses dari https://www.researchgate.net/publication/29464551 tanggal 14 Maret 2018

Haugh, Michael. “The role of English as a scientific metalanguage for research in pragmatics : Reflections on the metapragmatics of ‘ politeness ’ in Japanese”. dalam East Asian Pragmatics Vol. 1. November Tahun 2016. Hlm 39-71. Diakses dari https://journals.equinoxpub.com/index.php/EAP/article/view/27610 tanggal 14 Maret 2018

Ide Sachiko. “On The Notion of Wakimae: Toward an Itegrated Framework of Linguistic Politeness”. dalam Mosaic of Language: Essays in Honour of Professor Natsuko Okuda. Mejiro Linguistic Society (MLS) Tahun 1992. Hlm 298-305. Diakses dari http://www.sachikoide.com/OntheNotionofWakimae.pdf tanggal 14 Maret 2018

Iori Isao. 2000.

Shoukyuu o Oshieru Hito no Tame no Nihongo Bunpou Handobukku. Tokyo: 3A Corporation

Leech, Geoffrey. 2014.

The Pragmatics of Politeness. New York: Oxford University Press

Masamune Mineko. “Nihongo no Meirei Irai Hyougen ni Tsuite” dalam Hokuriku Daigaku Youin Vol. 24. Tahun 2000. Hlm 115-124

Osamu Mizutani dan Nobuko Mizutani. 1991.

How to Be Polite in Japanese. Tokyo: The Japan Times

Okamoto Shinichiro.”Irai Hyougen no Tsukaiwake no Kiteiin”. dalam Aichi Daigakuin Daigaku Bungakubu Kiyou Vol. 18 Tahun 1988. Hlm 7-14

Takadono Yoshihiro. “Nihongo to Indoneshiago ni Okeru Irai Hyogen no Hikaku”. Dalam Journal of International Relations, Asia University Vol. 9 No.1. Tahun 2000. Hlm 353-367. Diakses dari http://ci.nii.ac.jp/naid/110000539994/en/ tanggal 14 Maret 2018

Takamizawa Hajime, Ito Hirofumi, Hunt Kageyama Yuki, Ikeda Yuko, dan Nishikawa Sumi. 2002.

Hajimete no Nihongo Kyouiku. Tokyo: Asuku

Takezawa Chieko. 1995. Politeness and The Speech Acts of Requesting in Japanese as A Second Language. Tesis. Vancouver: The Faculty of Graduate Studies Department of Language Education Modern Language Education The University of British Columbia. diakses dari https://open.library.ubc.ca/collections/831/831/items/1.0087003 tanggal 17 Mei 2019

Putrayasa, Ida Bagus. 2014.

Pragmatik. Yogyakarta: Graha Ilmu

Usami Mayumi. “Danwa no Poraitonesu – Poraitonesu no Danwa Riron Kousou”. dalam Dai 7 Kai Kokuritsu Kokugo Kenkyuusho Kokusai Sinpojiumu Dai 4 Senmonbu Kai. Tahun 2002. Hlm 9-58

Diterbitkan

2019-07-31

Cara Mengutip

Indraswari, T. I., & Ardiati, R. L. (2019). Kesantunan Pragmatik dalam Irai Hyougen Bahasa Jepang pada Acara Berita Asaichi. Metahumaniora, 9(1), 101–120. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v9i1.22868