Meneroka Kajian Makanan sebagai Wacana Lintas Disiplin
Kata Kunci:
kajian makanan, wacana, lintas disiplin, makanan, identitasAbstrak
Sebagai bagian dari identitas budaya manusia, makanan memiliki jejak masa lalu yang panjang dengan jalinan kompleks berbagai aspek. Dalam kajian makanan, jejak dan jejalin itu berupaya dirumuskan melalui pendekatan lintas disiplin yang mengaitkan hubungan antarunsur, di antaranya lingkungan, sejarah, sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Hasil dari kajian makanan relevan untuk dijadikan sebagai bahan pemikiran serta kebijakan strategis untuk meretas masalah-masalah dalam mata rantai makanan. Artikel ini membahas wacana pemikiran kajian makanan sebagai suatu perangkat analisis untuk memahami permasalahan makanan sebagai identitas serta prospeknya untuk diterapkan di Indonesia sebagai disiplin dalam mengkaji kuliner Indonesia. As a part of human’s cultural identity, food has a long historical trail and complex interweaving of various aspects. In food studies, those then defined through interdiciplinary approachment that connecting the relation interelements, covering environment, history, social, culture, politic and economy. The outcome of food studies relevant to apply as food for thought and also strategic policies to rip open the food chains’ problems. This article discusses the discourse of food studies as an analytical tools to comprehend the problems of food as identity and also it’s prospect to apply in Indonesia as a discipline to study of Indonesian culinary.Referensi
Belasco, Warren. 1999. “Why Food Matters?”, Culture & Agriculture, vol. 21, No. 1.
Cook, Ian dan Philip Crang. 1996. “The World on a Plate: Culinary Culture, Displacement and Geographical Knowledges,” Journal of Material Culture, 1.
Danhi, R. 2003. “What is Your Country’s Culinary Identity? Culinology Currents, hlm. 4-5.
Van Esterik, Penny. 1992. “From Marco Polo to McDonald’s: Thai Cuisine in Transition”, Food and Foodways 5(2): 177 – 193.
Gardjito, Murdijati, Rhaesfaty Galih Putri, & Swastika Dewi. 2017. “Profil Kuliner Indonesia: Kajian Aspek Struktur, Bahan, dan Bumbu”, makalah dalam Dialog Gastronomi Nasional 2, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, 29 Maret 2017.
Haryono, Timbul. 1997a. Inventarisasi Makanan dan Minuman dalam Sumber-Sumber Arkeologi Tertulis. Yogyakarta: Pusat Kajian Makanan Tradisional PAU Pangan Gizi Universitas Gadjah Mada.
______. 1997b. “Makanan Tradisional dari Kajian Pustaka Jawa”, Pusat Kajian Makanan Tradisional UGM.
Holtzman, Jon D. 2006. ”Food and Memory”. Annual Review of Anthropology, 35, hlm. 361–78.
Rahman, Fadly. 2017. “Makanan dalam Sejarah, Sejarah dalam Makanan: Mengolah Makanan sebagai sebuah Kajian Historiografi”, makalah dalam Seminar Sejarah Nasional ke-60, Universitas Gadjah Mada, 14 – 16 Desember 2017.
______. 2018. “Melacak Jejak Pedas dalam Kuliner Indonesia”, makalah dalam Seminar Kuliner Cita Rasa Pedas, Universitas Gadjah Mada, 8 Mei 2018.
______. 2018. “Kuliner sebagai Identitas Keindonesiaan”, Jurnal Sejarah, Vol. 2 (1), hlm. 43 – 63.
Renan, Ernest. 1882. “Qu’est-ce qu’une nation?”, Bulletin de l’Association Scientifique de France, 26 Maret 1882
Slocum, Rachel. 2010. “Race in the Study of Food”. Progress in Human Geography. 35(3), hlm. 303-314.
Buku
Brillat-Savarin, Jean Anthelme. 1948. Physiologie du gout ou méditations gastronomie transcendante ouvrage théorique, historique, et à l’ordre du jour. Paris : Librairie Garnier Frères.
Chaney, David. 2004. Lifestyle; sebuah Pengantar Komprehensif. Bandung: Jalasutra.
Cwiertka, Katarzyna J. 2006. Modern Japanese Cuisine: Food, Power and National Identity. London: Reaktion Books.
Goodman, David & Michael Redclift. 2003. Refashioning Nature: Food, Ecology and Nature. New York: Routledge.
Hammond, Peter B. 1971. An Introduction to Cultural and Social Anthropology. New York: McMillan.
Harrington, A. 2005. Modern Social Theory: An Introduction. Oxford: Oxford University Press.
Hinzler, H.I.R. 2005. Eten en drinken in het Oude Java. Leiden: KITLV.
Koç, Mustafa, Jennifer Sumner, & Anthony Winson (eds.). 2012. Critical Perspectives in Food Studies. Oxford: Oxford University Press.
Kong, Lily. 2013. Food, Foodways and Foodscapes: Culture, Community and Consumption in Post-colonial Singapore. Singapore: World Scientific.
Kongin, Kingkan. 2010. La cuisine ThaÏe entre authenticité et occidentalisation. Université Silpakorn (thesis)
Kubo, Michiko. “The Development of an Indonesian National Cuisine: A Study of New Movement of Instant Foods and Local Cuisine” James Farrer (ed.). 2010. Globalization, Food and Social Identities in the Asia Pacific Region. Tokyo: Sophia University Institute of Comparative Culture.
Matsuyama, Akira. 2009. Traditional Dietary Culture of Southeast Asia: Its Formation and Pedigree. New York: Routledge.
Montanari, Massimo. 2006. Food is Culture. New York: Columbia University Press.
Montanari, Massimo & Jean-Robert Pitte. 2009. Les frontièrs alimentaires. Paris: CNRS.
Owen, Sri “Indonesia: Some Developments in Food Habits”, Alan Davidson ed., Oxford Symposium on Food and Cookery. 1981, National & Regional Styles of Cookery, (London: Prospect Books, 1981), hlm. 42.
Pettid, Michael J. 2008. Korean Cuisine: an Illustrated History. London: Reaktion Books
Rahman, Fadly. 2016a. Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
______. 2016b. Rijsttafel: Budaya Kuliner di Indonesia Masa Kolonial. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
______. 2018. “Per-Soto-an dan Ke-Soto-an”, Murdijati Gardjito et.al (ed), Soto: Nikmat dari Indonesia untuk Dunia. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Schlosser, Eric. 2004. Negeri Fast Food. Yogyakarta: Insist Press.
Trubek, Amy S. 2008. The Taste of Place: a Cultural Journey into Terroir. Berkeley: University of California Press.
Yu-Jen Chen. 2010. Embodying Nation in Food Consumption; Changing Boundaries of “Taiwanese Cuisine”, 1895 – 2008. Leiden: Leiden University (Disertasi)
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










