Kedudukan dan Fungsi Bahasa dalam Permuseuman
Kata Kunci:
kedudukan dan fungsi bahasa, permuseuman, fungsi komunikatif, fungsi informatifAbstrak
Kedudukan dan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi manusia mencakup seluruh bidang kehidupan termasuk ilmu pengetahuan antara lain terkait sejarah peradaban manusia; bagaimana manusia mempertahankan hidupnya, bagaimana manusia memperlakukan alam, bagaimana alam menyediakan segala kebutuhan manusia. Apa yang dilakukan manusia saat ini, saat lampau, dan apa yang dilakukan manusia jauh di masa prasejarah, bagaimana kondisi alam di masa-masa tersebut, apa perubahan dan perkembangannya, dapat didokumentasikan melalui bahasa, divisualisasikan kembali, lalu dipajang sebagai salah satu upaya konversai dan preservasi dalam satu institusi yang disebut museum. Penelitian ini membahas kedudukan dan fungsi bahasa dalam permuseuman. Bagaimana kedudukan dan fungsi bahasa dalam permuseuman baik dalam informasi yang disampaikan oleh pemandu wisata museumnya maupun yang terpajang menyertai benda-benda dan gambar-gambar merupakan tujuan dari penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan antara metode lapangan dan metode literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kedudukan bahasa Indonesia berada pada urutan pertama setelah Bahasa Inggris dan keberadaan kedua bahasa dalam permuseuman ini melibatkan dua fungsi utama bahasa, yakni fungsi komunikatif dan fungsi informatif.The existence and function of language as a medium of communication covers all fields of human life including knowledge, one of them is the history of human civilization; how humans survived, how human utilized nature for their lives, and how nature provides all the necessities for humans. What humans have been doing now, what they have done in the past and far before that in the pre-history time, how the conditions of the nature at those times were and what changes as well as progresses occurred are documented using language, then re-visualized, displayed as one of conservation and preservation acts in an institution called museum. This research discusess the existence and function of language in museums. How important the existence of a language in museums and what language functions used in museums both in informations given by the museum guides and on the displays accompanying objects and pictures are the aims of this research. The methods used are the combination between field research and library research. The results show that generally the existence of Indonesian language plays more important role than English and both languages have two main functions; communicative function and informative function.Referensi
Agus.,dkk. (2011). Sejarah Permuseuman di Indonesia. Jakarta: Direktorat Permuseuman
Amrstrong, Elizabeth & Ferguson, Alison. “Language, Meaning, Context, and Functional Communication”. Thesis in Research Online. Edith Cowan University. ECU Publications. Pre. 2011.
Barker, Larry. 1984. Communication. New York: Prentice-Hall
Devianty, Rina. (2017). “Bahasa Sebagai Cerminan Kebudayaan”. Dalam Jurnal Tarbiyah. Vol.24. No.2. Juli-Desember 2017.
Karyono. (2010). “Pemanfaatan Museum Sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Materi Prasejarah Bagi Guru-guru SMA Kota Semarang”. Dalam Jurnal Abdimas Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Vol.14.No.1.
Kridalaksana, Harimurti. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Mortensen, Hviid Christian.,et.all. (2014). “Communicative Functions of the Museum Lobby”. Dalam Jurnal Curator The Museum Journal, Vol.57. Issue 3. July 2014.
Mulyana, Deddy. 2016.
Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Ravelli, Louise & Heberte, Viviane M (2016). “Bringing a Museum of Language to Life; the use of multimodal resources for interactional engagement in the Museu da Lingua Portuguese Brazil”. Dalam Jurnal Revista Brasileira de Linguistica Aplicada, Vol.16. No.4. Epub June 16, 2016.
Sari, Puspita Inda. (2015). “Pentingnya Pemahaman, Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia Sebagai Pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Makalah dalam Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa. Semarang, 2015.
Wahya dan Waridah, Ernawati. Buku Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Bmedia Imprint Kawan Pustaka .
“Pengertian, Fungsi, Macam-Macam Museum”, diakses dari https://www.ilmudasar.com/2017/12/Pengertian-Fungsi-Macam-Macam-Museum-adalah.html , tanggal 6 Juli 2019. Pukul 11.37 WIB
“Fungsi Komunikatif, diakses dari diakses dari https://www.kamusbesar.com/fungsi-komunikatif tanggal 6 Juli 2019. Pukul 13.46 WIB
Santoso. “Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu dan Sejarahnya“, diakses dari https://www.liputan6.com/citizen6/read/3876530/fungsi-bahasa-indonesia-sebagai-pemersatu-dan-sejarahnya , tanggal 6 Juli 2019. Pukul 14.37 WIB
“Bahasa dan Fungsinya”, diakses dari https://www.academia.edu/8496365/Bahasa_dan_Fungsinya, tanggal 6 Juli 2019.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










