Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Sunda Melalui Kaulinan Barudak Lembur di Kabupaten Tasikmalaya

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v7i1.23321

Penulis

Kata Kunci:

pelestarian, model pelestarian, kaulinan barudak lembur

Abstrak

Penelitian ini mengkaji mengenai  Model Pelestarian  Kaulinan Barudak Lembur (Sunda) di Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Dengan  metode kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, Focus Group Discussion, dan  studi pustaka penelitilian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis permainan, nilai-nilai yang terkandung dalam permainan,  dan model pelestarian  kaulinan barudak lembur di Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Responden dalam penelitian ini adalah Pengelola Saung Budaya Tatar Karang Cipatujah  dan para tokoh masyarakat Desa Sindang Kerta. Hasil peneltian menunjukkan bahwa jenis permainan yang dilestarikan oleh masyarakat  Desa Sindangkerta ada 12 jenis permainan, setiap permainan memiliki nilai-nilai kehidupan yang diterapkan berdasarkan nilai silih asih, silih asah, dan silih asuh.  Nilai-nilai dalam permainan adalah kebersamaan, kepemimpinan, kejujuran, lapang dada, kesederhanaan, dan lain-lain, sedangkan pelestarian kaulinan barudak lembur yang dilaksanakan oleh  Pengelola Saung Budaya Tatar Karang  Cipatujah terbagi dalam dua bentuk yaitu Culture Experience dan  Culture Knowledge. 

Diterbitkan

2018-04-29

Cara Mengutip

Saepudin, E. (2018). Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Sunda Melalui Kaulinan Barudak Lembur di Kabupaten Tasikmalaya. Metahumaniora, 7(1), 20–31. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v7i1.23321