Budaya Mikanyaah Munding dan Terbang Gebes

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v7i1.23331

Penulis

Kata Kunci:

Budaya, Mikanyaah Munding, Seni Terbang Gebes

Abstrak

Konservasi budaya lokal “Mikanyaah Munding” (atau Memelihara Kerbau) sebagai basis Pusat Pembiakan Desa “Kerbau” adalah penelitian yang dilakukan pada pembiakan tradisional “kerbau” di Cikeusal, Tasikmalaya. “Mikanyaah Munding” menyimpan berbagai pertunjukan kesenian tradisional Sunda, salah satunya adalah “Seni Terbang Gebes”. Artikel ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan etnografi sebagai perspektifnya. Data dikumpulkan dari wawancara. Temuan kami dari analisis adalah: kebiasaan penduduk setempat dalam merawat kerbau mereka; Kosa kata spesifik tentang pembibitan; Perayaan dalam kaitannya dengan perkembangbiakan dan segala jenis pertunjukan kesenian tradisional Sunda termasuk dalam “Mikanyaah Munding”. Esai ini membahas salah satu pertunjukan keseniannya, “Seni Terbang Gebes”.

Referensi

Benard, Russell, H. 1994. Research Methods in Anthropology. London-New Delhi: Sage Publications. Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat dan LPM Unpad. 2007. Kajian Pembentukan Model Perbibitan Kerbau Berbasis Sumberdaya Lokal dan Kebutuhan Masyarakat. Kerjasama Dinas Peternakan dan Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran. Endraswara, Suwardi. 2006. Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Koentjaraningrat. 1971. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Jambatan. Suwardi, MS. 2001. “Kearifan Lingkungan Masyarakat Melayu dalam Bunga Rampai Kearifan Lingkungan”. Jakarta: Kementrian Lingkungan Hidup. Spradley, James, P. 1987. Metode Etnografi. Yogyakarta: PT Tiara Wacana.

Diterbitkan

2017-04-29

Cara Mengutip

Gunardi, G. (2017). Budaya Mikanyaah Munding dan Terbang Gebes. Metahumaniora, 7(1), 111–118. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v7i1.23331