Budaya Mikanyaah Munding dan Terbang Gebes
Kata Kunci:
Budaya, Mikanyaah Munding, Seni Terbang GebesAbstrak
Konservasi budaya lokal “Mikanyaah Munding” (atau Memelihara Kerbau) sebagai basis Pusat Pembiakan Desa “Kerbau” adalah penelitian yang dilakukan pada pembiakan tradisional “kerbau” di Cikeusal, Tasikmalaya. “Mikanyaah Munding” menyimpan berbagai pertunjukan kesenian tradisional Sunda, salah satunya adalah “Seni Terbang Gebes”. Artikel ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan etnografi sebagai perspektifnya. Data dikumpulkan dari wawancara. Temuan kami dari analisis adalah: kebiasaan penduduk setempat dalam merawat kerbau mereka; Kosa kata spesifik tentang pembibitan; Perayaan dalam kaitannya dengan perkembangbiakan dan segala jenis pertunjukan kesenian tradisional Sunda termasuk dalam “Mikanyaah Munding”. Esai ini membahas salah satu pertunjukan keseniannya, “Seni Terbang Gebes”.Referensi
Benard, Russell, H. 1994. Research Methods in Anthropology. London-New Delhi: Sage Publications. Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat dan LPM Unpad. 2007. Kajian Pembentukan Model Perbibitan Kerbau Berbasis Sumberdaya Lokal dan Kebutuhan Masyarakat. Kerjasama Dinas Peternakan dan Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran. Endraswara, Suwardi. 2006. Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Koentjaraningrat. 1971. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Jambatan. Suwardi, MS. 2001. “Kearifan Lingkungan Masyarakat Melayu dalam Bunga Rampai Kearifan Lingkungan”. Jakarta: Kementrian Lingkungan Hidup. Spradley, James, P. 1987. Metode Etnografi. Yogyakarta: PT Tiara Wacana.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










