Relevansi Masakan Rendang dengan Filosofi Merantau Orang Minangkabau
Kata Kunci:
Rendang, Merantau, Minangkabau, SejarahAbstrak
Rendang merupakan salah satu makanan khas dari Minangkabau yang cukup terkenal di berbagai daerah di Indonesia bahkan dunia. Persebaran rendang di Indonesia tidak terlepas dari kebudayaan masyarakat Minangkabau, yaitu merantau. Tekstur rendang asli yang kering dan bisa bertahan hingga berbulan-bulan, membuat rendang menjadi bekal yang biasa dibawa oleh orang Minangkabau saat melakukan perjalanan berbulan-bulan menggunakan kapal laut sejak zaman dulu. Penelitian ini membahas tentang relevansi masakan rendang sebagai makanan khas yang berasal dari Minangkabau dengan filosofi merantau orang Minangkabau ke luar kampung halamannya, sehingga rendang tersebut bisa memiliki nilai yang dianggap lebih dan menjadi suatu budaya yang berharga di Minangkabau dan tanah rantaunya. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan sejarah, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kebudayaan merantau orang Minangkabau yang telah dilakukan sejak zaman dulu dan membawa rendang sebagai bekal perjalanannya turut berjasa membuat rendang menjadi lebih dikenal, tidak saja hingga pelosok Indonesia tapi juga mancanegara.Referensi
Andaya, L.Y. 2008. Leaves of the Same Tree: Trade and Atcnicity in the Straits of Melaka. Hawai: University of Hawaii Press Asnan, Gusti. 2007. Dunia Maritim Pantai Barat Sumatra. Yogyakarta: Penerbit Ombak Banowati, Eva. Geografi Indonesia. 2012. Yogyakarta: Penerbit Ombak Darwis, Yuliandre. 2013. Sejarah Perkembangan Pers Minangkabau (1859-1945). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Djamaris, Edwar. 1991. Tambo Minangkabau. Jakarta: Balai Pustaka
Fritz G. Kumendong, G. Bani. 2009. Ensiklopedia Geografi Indonesia: Mengenal 33 Provinsi di Indonesia. Jakarta: PT Lentera Abadi Iqbal, Muhammad. 2013. Keliling Sumatera Luar Dalam. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia (Hal 81) Kato, Tsuyoshi. 2005. Adat Minangkabau dan Merantau. Jakarta: Balai Pustaka Kong, Lily. “Sumatera”. Dalam Indonesian Heritage. Jilid 2. Jakarta: Grolier International, 2002, h. 26-27. (Ensiklopedia) N. Ganie, Suryatini, 2010. Mahakarya Kuliner 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia. Jakarta: Gramedia Naim, Mochtar. 1973. Merantau: Pola Migrasi Suku Minangkabau. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Nugraheni, Mutiara. 2013. Pengetahuan Bahan Pangan Hewani. Yogyakarta: Graha Ilmu Oktorino, Nino. ---. Ensikopedia Sejarah dan Budaya: Kepulauan Nusantara Awal. Jakarta: PT Lentera Abadi Rahman, Fadly. 2016. Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Reid, Anthony. 2011. Menuju Sejarah Sumatra: Antara Indonesia dan Dunia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia Ricklefs, M. C. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi Tim Buku Tempo. (2015). Antropologi Kuliner Nusantara. Jakarta: Gramedia. ISBN 9789799108913 Tim Dapur Demedia. 2010. Kitab Masakan Nusantara. Jakarta: Demedia Pustaka Tjandrasasmita, Uka. 2009. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jilis 3. Jakarta: Ictiar Baru van Hoeve Wallace, Alferd Russel. Menjelajah Nusantara. 2000. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Internet Anggun, Teguh Gunung. 2016. “Asal Usul Sumatera Barat – Sejarah Minangkabau”. http://www.sumbarprov.go.id/details/news/9280 diakses 11 Mei 2017 Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat. https://sumbar.bps.go.id/ diakses 11 Mei 2017 Kalio Daging Padang. http://www.resepseharihari.com/wp-content/ uploads/2015/10/kalio-daging-padang.jpg diakses 11 Mei 2017 Wilayah Minangkabau. 2010. https://moelam.wordpress.com/2010/04/04/ wilayah-minangkabau/ diakses 11 Mei 2017 Your Pick: World’s 50 best foods. http://travel.cnn.com/explorations/eat/readerschoice-worlds-50-most-delicious-foods-012321/ diakses 11 Mei 2017
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










