VERBA BANTU BENEFAKTIF TEKURERU DAN TEMORAU DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG
Kata Kunci:
Linguistik Bahasa JepangAbstrak
Bahasa Jepang merupakan bahasa yang unik, dengan karakteristik yang berbeda dengan bahasa lainnya. Selain sebagai bahasa SOV, dalam beberapa struktur pun mempunyai ciri khas yang membedakannya dengan bahasa lain. Misalnya dalam struktur yang menggunakan verba-verba benefaktif yarimorai, yang terdiri dari 7 varian verba. Verba-verba ini digunakan untuk menunjukkan adanya suatu benefit yang diberikan dan diterima oleh seseorang. Dalam bahasa lain, bentuk benefaktif ini dapat terlihat dan diamati dari sisi semantisnya, tetapi secara sintaksis dan morfolgis mungkin bisa saja menggunakan satu verba yang sama dengan bentuk kausatif, seperti verba ‘membetulkan’ dalam bahasa Indonesia.Verba-verba benefaktif yarimorai ini dapat juga digunakan bersama-sama dengan verba inti sebagai verba bantu atau hojodoushi, dengan mengubahnya terlebih dahulu ke dalam bentuk te, diantaranya tekureru dan temorau. Keduanya ini secara sintaksis dan semantis mempunyai beberapa persamaan dan perbedaan, diantaranya merupakan suatu peristiwa penerimaan.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan data-data yang diambil dari buku-buku berbahasa Jepang.Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa bentuk tekureru dan temorau, mempunyai persamaan secara sintaksis dan semantis, yaitu bahwa penerima keuntungan (peruntung) adalah pembicara, dan pemberi keuntungan / benefit adalah orang kedua / orang ketiga. Perbedaannya yaitu, jika tekureru, lebih memfokuskan kepada kebaikan pemberi keuntungan, sementara temorau lebih memfokuskan kepada rasa syukur / terima kasih yang didapatkan oleh peruntung, dan juga dari viewpointnya. Kata Kunci : Verba benefaktif yarimorai, bentuk benefaktif tekureru-temorau, analisis sintaksis dan semantis.Referensi
Ito, Hiromi. 2010. Juju koubun ni okeru jueki to onkei oyobi teineisa – [tekureru]
bun to [temorau] bun o chuushin toshite. Nihongogakuronshuu,
dai 6 gou.
Iori, Isao, et.al. 2001 Chuujoukyuu o Oshieruhito no tame no Nihongo Bunpou
Handobukku. Tokyo : 3A Corporation.
Kuno, Susumu. 1973. The Structure of the Japanese Language. Cambridge : The
MIT Press.
Morita, Yoshiyuki. 2006. Nihongo Bunpou no Hassou. Tokyo : Hitsuji Shoubou
Yamamoto, Hiroko. 2002. [temorau] no kinou ni tsuite – [tekureru] to hikaku
shite-. Nagoya : Nagoya Joshi Daigaku.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










