Perbandingan Budaya Bambu Indonesia dan China
Kata Kunci:
Indonesia, China, Budaya Bambu, PerbandinganAbstrak
China dan Indonesia adalah negara-negara yang kaya akan bambu, karena banyak karakteristik unik dari tanaman bambu seperti tinggi, lurus, kuat dan mudah tumbuh di lingkungan apa pun dan karakteristik unik lainnya, mereka dapat mewakili simbol-simbol yang sangat bermakna. Dapat dikatakan bahwa bambu membawa karakteristik budaya yang baik China dan Indonesia, dan pada saat yang sama mencerminkan tradisi dan nilai-nilai kedua negara. Namun, dengan berbagai perbedaan lingkungan hidup, kedua negara telah mengembangkan karakteristik masing-masing yang berbeda pula. Penelitian ini mencari tahu adaptasi budaya Indonesia dan China dengan menemukan unsur-unsur China dalam budaya bambu Indonesia, membandingkan dan mencari tahu perbedaan dan persamaan budaya penggunaan bambu di kedua negara dan mencari tahu hubungan erat antara Indonesia dan China. Dari aspek budaya bambu, instrumen bambu, lukisan bambu dan aspek lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu mereka yang tertarik untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia dan China untuk lebih memahami tentang sejarah, komunikasi, budaya dan nilai-nilai yang terintegrasi di Indonesia dan China. Semoga penelitian ini dapat membantu pelajar bahasa dan budaya China dalam memberikan gambaran dan memahami sejarah pertukaran budaya antara China dan Indonesia, serta integrasi timbal balik antara nilai estetika dan nilai lainnya pada masyarakat kedua negara, dan untuk lebih meningkatkan hubungan baik antara masyarakat kedua negara.Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










