VARIAN MAKNA KATA TOKI SEBAGAI NOMINA PENANDA KEWAKTUAN DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG
Kata Kunci:
kesempatan, situasi, toki, waktu,Abstrak
Penelitian ini difokuskan pada makna kata toki ‘waktu’ dalam kalimat bahasa Jepang. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kalimat yang di dalamnya terdapat kata toki. Dari hasil analisis teridentifikasi tujuh makna kata toki, yaitu pertama kata toki yang memiliki makna denotative yaitu waktu. Dan yang lainnya yaitu digunakan untuk mengekspresikan waktu yang tepat dalam kondisi dilakukannya suatu kegiatan, kondisi atau kegiatan lain pun terjadi dalam waktu yang bersamaan, menyatakan waktu atau masa selama sesuatu berada dalam kondisi tertentu, dalam kondisi atau dalam situasi, menyatakan kesempatan, dan menunjukkan ekspresi yang bersifat kebiasaan. Selain itu, dalam kategori sebagai konjungsi toki yang dilekati oleh partikel ni (toki) digunakan dalam bahasa lisan untuk mengeksprresikan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan pembicaran sebelumnya. Kata kunci: kesempatan, situasi, toki, waktu,Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










