CITRA PEREMPUAN DALAM PERIBAHASA JEPANG MENURUT PANDANGAN ISLAM
Kata Kunci:
Peribahasa Jepang, Onna, Citra Perempuan, Pandangan IslamAbstrak
Masyarakat umum memandang perempuan sebagai makhluk yang kuat tetapi sering pula dianggap makhluk yang lemah. Begitu pula dalam masyarakat Jepang, perempuan dianggap sebagai makhluk yang berpengaruh tetapi sebaliknya dapat pula dianggap makhluk yang lemah dan tidak memiliki pendirian. Hal tersebut, tercermin dalam peribahasa onna shichibu ni otoko sanbu (di lingkungan keluarga pengaruh ibu lebih kuat dari pada ayah) dan onna gokoro to aki no sora (perasaan perempuan mudah berubah-ubah/tidak memiliki pendirian). Kedua peribahasa tersebut hanya sebagai contoh dan masih banyak peribahasa lain yang mencerminkan citra dan identitas perempuan Jepang. Dalam konteks ini, Islam sebagai wahyu Ilahi, menempatkan perempuan pada posisi yang sangat terhormat dan mulia sesuai dengan kodrat dan tabiatnya, tidak berbeda dengan kaum laki-laki dalam masalah kemanusiaan dan hak-haknya. Oleh karena itu, tidak benar jika menilai ajaran Islam bersikap diskriminatif terhadap perempuan. Hal ini dapat dibuktikan dengan perbandingan pandangan budaya di luar Islam. Penelitian ini akan melihat citra perempuan dalam peribahasa Jepang menurut pandangan Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa peribahasa Jepang yang di dalamnya terdapat kata onna (perempuan) dan dibatasi pada peribahasa yang menyatakan “kekuatan” yang diperbandingkan dengan pandangan Islam. Data dianalisis menggunakan pendekatan etnolinguistik Riley (2008).Referensi
Al-Qur’an Tajwid Warna Al-Mu’asir.Cetakan III: Muharram 1438/ Oktober 2016. Bandung: Khazanah Intelektual.
Al-Syaikh., Badwi. 2010. 100 Pesan Nabi untuk Wanita. Bandung: Mizania.
Ash-Shiddiqie, Hasbi. 1975. Filsafat Hukum Islam, CV Bulan Bintang, Jakarta.
Al-Shabuni, Muhammad Ali. 1971. Rawai’ al-Bayan Fi Tafsir Ayat al-Ahkam, Jl. I, Dar al-Fikr, Beirut.
Bahri, Andi. 2015. “Perempuan dalam Islam”. Jurnal Nasional Al-Maiyyah Volume 8 No. 2.
Barker, Chris. 1999. Cultural Studies: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Bentang.
Benedict, Ruth.1979. The Chrysanthemum and the Sword. Tokyo: Charles E. Tuttle Company.
Hanapi, Agustin. 2015. Peran Perempan Dalam Islam. Internasional Journal of Child and Gender Studies: Gender Equality Vol. 1, No. 1.
Hutcheon, Linda. 2004. Politik Posmodernisme. Yogyakarta: Jendela.
Ide, Sachiko. 1997. Joseigo no Sekai. Tokyo: Meiji Shoin.
Khallaf, Muhammad Abdul Wahab. 1978. Ilmu Ushul al Fiqh, Cet. XII, Dar al-Qalam, Beirut.
Nurdianti, Siti Zahro. 2015. “Wanita dalam Perspektif Islam”. tahdits.wordpress.com
Piliang, Yasraf. 2003. Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies atas Matinya Makna”. Yogyakarta: Jalasutra.
Ridha, Muhammad Rasyid. 1367 H. Tafsir Al-Manar, Jilid IV, Dar al-Fikr, Kairo.
Sabiq, Sayid. 1983. Fiqh al-Sunnah, Juz II. Dar al-Fikr, Beirut.
Shihab, H. Muhammad Quraish. 1995. Membumikan Alquran, Cet.I. Mizan, Bandung.
Sunarni, Nani. Johana, Jonjon. 2017. Citra Perempuan dan Pria dalam Budaya Jepang”. Bandung: Balatin Pratama.
Yafi, Ali. 1994. Menggagas Fiqih Sosial, Cet. I, Mizan Bandung.
Tim penerjemah Depag RI. tt. Alquran dan Terjemahannya, Khadim Al-Haramain, Saudi Arabia.
Kamus:
Badan Bahasa. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta.
Tanaka, Yoshinobu et.al. 1990. Kouji Kotowaza no Jiten. Tokyo: Shougakukan.
Toudou, Akiyasu. 1987. Gakushuu Kanji Jiten. Tokyo: Shougakukan.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










