CITRA PEREMPUAN DALAM PERIBAHASA JEPANG MENURUT PANDANGAN ISLAM

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v10i1.26943

Penulis

Kata Kunci:

Peribahasa Jepang, Onna, Citra Perempuan, Pandangan Islam

Abstrak

Masyarakat umum memandang perempuan sebagai makhluk yang kuat tetapi sering pula dianggap makhluk yang lemah. Begitu pula dalam masyarakat Jepang, perempuan dianggap sebagai makhluk yang berpengaruh tetapi sebaliknya dapat pula dianggap makhluk yang lemah dan tidak memiliki pendirian. Hal tersebut, tercermin dalam peribahasa onna shichibu ni otoko sanbu (di lingkungan keluarga pengaruh ibu lebih kuat dari pada ayah) dan onna gokoro to aki no sora (perasaan perempuan mudah berubah-ubah/tidak memiliki pendirian). Kedua peribahasa tersebut hanya sebagai contoh dan masih banyak peribahasa lain yang mencerminkan citra dan identitas perempuan Jepang. Dalam konteks ini, Islam sebagai wahyu Ilahi, menempatkan perempuan pada posisi yang sangat terhormat dan mulia sesuai dengan kodrat dan tabiatnya, tidak berbeda dengan kaum laki-laki dalam masalah kemanusiaan dan hak-haknya. Oleh karena itu, tidak benar jika menilai ajaran Islam bersikap diskriminatif terhadap perempuan. Hal ini dapat dibuktikan dengan perbandingan pandangan budaya di luar Islam. Penelitian ini akan melihat citra perempuan dalam peribahasa Jepang menurut pandangan Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa peribahasa Jepang yang di dalamnya terdapat kata onna (perempuan) dan dibatasi pada peribahasa yang menyatakan “kekuatan” yang diperbandingkan dengan pandangan Islam. Data dianalisis menggunakan pendekatan etnolinguistik Riley (2008). 

Biografi Penulis

Nani Sunarni, Fakultas Ilmu Budaya Unpad

Departemen linguistik, Pembina TK.I / Gol.IV/B

Referensi

Al-Qur’an Tajwid Warna Al-Mu’asir.Cetakan III: Muharram 1438/ Oktober 2016. Bandung: Khazanah Intelektual.

Al-Syaikh., Badwi. 2010. 100 Pesan Nabi untuk Wanita. Bandung: Mizania.

Ash-Shiddiqie, Hasbi. 1975. Filsafat Hukum Islam, CV Bulan Bintang, Jakarta.

Al-Shabuni, Muhammad Ali. 1971. Rawai’ al-Bayan Fi Tafsir Ayat al-Ahkam, Jl. I, Dar al-Fikr, Beirut.

Bahri, Andi. 2015. “Perempuan dalam Islam”. Jurnal Nasional Al-Maiyyah Volume 8 No. 2.

Barker, Chris. 1999. Cultural Studies: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Bentang.

Benedict, Ruth.1979. The Chrysanthemum and the Sword. Tokyo: Charles E. Tuttle Company.

Hanapi, Agustin. 2015. Peran Perempan Dalam Islam. Internasional Journal of Child and Gender Studies: Gender Equality Vol. 1, No. 1.

Hutcheon, Linda. 2004. Politik Posmodernisme. Yogyakarta: Jendela.

Ide, Sachiko. 1997. Joseigo no Sekai. Tokyo: Meiji Shoin.

Khallaf, Muhammad Abdul Wahab. 1978. Ilmu Ushul al Fiqh, Cet. XII, Dar al-Qalam, Beirut.

Nurdianti, Siti Zahro. 2015. “Wanita dalam Perspektif Islam”. tahdits.wordpress.com

Piliang, Yasraf. 2003. Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies atas Matinya Makna”. Yogyakarta: Jalasutra.

Ridha, Muhammad Rasyid. 1367 H. Tafsir Al-Manar, Jilid IV, Dar al-Fikr, Kairo.

Sabiq, Sayid. 1983. Fiqh al-Sunnah, Juz II. Dar al-Fikr, Beirut.

Shihab, H. Muhammad Quraish. 1995. Membumikan Alquran, Cet.I. Mizan, Bandung.

Sunarni, Nani. Johana, Jonjon. 2017. Citra Perempuan dan Pria dalam Budaya Jepang”. Bandung: Balatin Pratama.

Yafi, Ali. 1994. Menggagas Fiqih Sosial, Cet. I, Mizan Bandung.

Tim penerjemah Depag RI. tt. Alquran dan Terjemahannya, Khadim Al-Haramain, Saudi Arabia.

Kamus:

Badan Bahasa. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta.

Tanaka, Yoshinobu et.al. 1990. Kouji Kotowaza no Jiten. Tokyo: Shougakukan.

Toudou, Akiyasu. 1987. Gakushuu Kanji Jiten. Tokyo: Shougakukan.

Diterbitkan

2020-05-01

Cara Mengutip

Sunarni, N., & Firmansyah, E. K. (2020). CITRA PEREMPUAN DALAM PERIBAHASA JEPANG MENURUT PANDANGAN ISLAM. Metahumaniora, 10(1), 64–78. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v10i1.26943