SEJARAH DI ANTARA KELAMPAUAN, KEKINIAN, DAN KEAKANAN
Kata Kunci:
sejarawan, profesi, vokasi, sejarah publik, sejarah interdisiplinerAbstrak
AbstrakPada masa sekarang, sejarah kerap diadaptasi untuk berbagai kepentingan. Tujuannya tidak lain, dengan merekonstruksi masa lalu melalui beragam media (seperti film, novel, dan komik) diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman, bahwa: masa lalu selalu aktual. Dalam proses mengadaptasikan sejarah, kepakaran seorang sejarawan sejatinya amat diperlukan. Namun demikian, berbagai pengakuan terhadap sejarawan sebagai sebuah profesi nyatanya telah mengalami pergeseran. Perkembangan pengetahuan yang berjalan-iring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi disadari atau tidak justru berpeluang mereduksi makna asasi dari peran sejarawan itu sendiri. Artikel ini mencoba merumuskan kembali strategi dan metode akademik melalui pewacanaan sejarah publik dan sejarah interdisipliner sebagai upaya menyiapkan para sejarawan bukan hanya profesionalitasnya, melainkan vokasionalitasnya agar mereka memiliki keahlian terapan yang dibutuhkan dalam berbagai kebutuhan praktis saat ini.Kata kunci: sejarawan; profesi; vokasi; sejarah publik; sejarah interdisipliner AbstractAt present, history is often adapted for various purposes. The aim is none other than that by reconstructing the past through various media (such as films, novels and comics) which are expected to foster understanding, that: the past is always actual. In the process of adapting history, certainly the expertise of a true historian is necessary. However, various acknowledgment of historians as a profession has, in fact, experienced a shift. The development of knowledge that goes hand in hand with the rapid development of information technology is realized or not likely to reduce the fundamental meaning of the role of historians themselves. This article tries to reformulate academic strategies and methods through public history and interdisciplinary history discourse as an effort to prepare historians not only for their professionalism, but also for their vocationality so that they have the applied expertise needed in various practical needs today. Keywords: historian; profession; vocational; public history; interdisciplinary historyReferensi
Artikel Jurnal
Cauvin, Thomas. (2018). “The Rise of Public History: An International Perspective”, Historia Crítica no. 68, hlm. 3-26. doi: https://doi.org/10.7440/histcrit68.2018.01.
Franklin, John Hope. (1978). “The Historian and Public Policy”, The History Teacher, vol. 11, No. 3, hlm. 377-391. doi: 10.2307/491628
Nissani, Moti. (1995). "Fruits, Salads, and Smoothies: A Working definition of Interdisciplinarity", The Journal of Educational Thought (JET)/Revue de la Pensée Éducative. 29 (2), hlm. 121–128. doi: https://doi.org/10.11575/jet.v29i2.52385
______, (1997). "Ten cheers for interdisciplinarity: The Case for Interdisciplinary Knowledge and Research", Social Science Journal, 34 (2), hlm. 201–216. doi: 10.1016/s0362-3319(97)90051-3
Paul, Herman, “What Defines A Professional Historian? A Historicizing Model”, dalam Journal of Philosophy of History (2016). doi: 10.1163/18722636-12341322
Savelieva, Irina “‘Public History’ As A Vocation”, Basic Research Program,
Working Papers Series: Humanities, National Research University Higher School of Economics (2012-2013). doi: http://dx.doi.org/10.2139/ssrn.2279444
Weidner, Edward W. 1973. “Interdiciplinarity and Higher Education”, International Journal of Environmental Studies, vol. 5. doi: https://doi.org/10.1080/00207237308709610
Buku
Abdullah,Taufik. (2001). “Masalah Kontemporer Ilmu Sejarah dan Historiografi”, dalam Taufik Abdullah. Nasionalisme dan Sejarah. Bandung: Satya Historika.
Arnold, John H. (2000). History: A Very Short Introduction. New York: Oxford University Press.
Basya, Fahmi. (2012). Borobudur dan Peninggalan Nabi Sulaiman. Jakarta: Ufuk Press.
Carr. E.H. (2001). What Is History? London: Palgrave.
Delacroix, Christian, François Dosse, dan Patrick Garcia. (2003). Histoire et historiens en France depuis 1945. Paris : Association pour la diffusion de la pensée française.
Fulbrook, Mary. (2002). Historical Theory. London and New York: Routledge.
Haryono. (1995). Mempelajari Sejarah Secara Efektif. Jakarta: Pustaka Jaya.
Kuntowijoyo. (1995). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Bintang Budaya.
Kartodirjo, Sartono. (1992). Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Leitch, Thomas. (2015). “History as Adaptation,” dalam Dan Hassler-Forest & Pascal Nicklas. The Politics of Adaptation: Media Convergence and Ideology. New York: Palgrave Macmillan.
McDonald, Terrence. (1996). The Historic Turn in the Human Sciences. Ann Harbor: University of Michigan Press.
McRegor, Katharine E. (2008). Ketika Sejarah Bersegaram: Membongkar Ideologi Militer dalam Menyusun Sejarah Indonesia. Yogyakarta: Syarikat.
Munslow, Alun. (1997). Deconstructing History. London: Routledge.
______. (2000). The Routledge Companion to Historical Studies. London: Routledge.
Nichols, Tom. (2019). Matinya Kepakaran (The Death of Expertise): Perlawanan terhadap Pengetahuan yang telah Mapan dan Mudaratnya. Jakarta: KPG.
Purwanto, Bambang. (2006). Gagalnya Historiografi Indonesiasentris?! Yogyakarta: Ombak.
Raw, Laurence & Defne Ersin Tutan (eds.). (2013). The Adaptation of History: Essays on Ways of Telling the Past. McFarland: Je?erson.
Sayer, Faye. (2015). Public History: a Practical Guide. London: Bloomsbury.
Soedjatmoko (ed). (2007). An Introduction to Indonesian Historiography. Jakarta: Equinox.
Stuurman, Siep & Maria Grever. (2007). “Old Canons and New Histories”, Maria Grever & Siep Stuurman (ed.). Beyond the Canon. History for the Twenty-First Century. London: Palgrave Macmillan.
Wineburg, Sam. (2006). Berpikir Historis: Memetakan Masa Depan, Mengajarkan Masa Lalu. Jakarta: Obor.
Artikel dan Berita Daring
Anderson, Benedict. (2010). “Public Intellectual or a Tribute to Books”, dalam https://gatholotjo.com/2017/05/08/public-intellectual-or-a-tribute-to-books-by-benedict-anderson/ (diakses 7 April 2020).
Aoki, Mizuho. (2017). “Japan shouldn't neglect humanities studies in favor of other disciplines: Oxford professor”, dalam https://www.japantimes.co.jp/news/2017/09/25/national/japan-shouldnt-neglect-humanities-studies-favor-disciplines-oxford-professor/#.XdhdpdUxXIU (diakses 1 April 2020).
CNN Indonesia. (2018). “Ridwan Saidi: Mana Buktinya jika Benar ada Kerajaan Sriwijaya”, dalam https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190828111452-20-425309/ridwan-saidi-mana-buktinya-jika-benar-ada-kerajaan-sriwijaya (diakses 6 April 2020).
Grove, Jack. (2015). “Social sciences and humanities faculties 'to close' in Japan after ministerial intervention”, dalam https://www.timeshighereducation.com/news/social-sciences-and-humanities-faculties-close-japan-after-ministerial-intervention (diakses 1 April 2020).
Hartik, Andi. (2016). “Pemerintah akan Sertifikasi Profesi Sejarawan”, dalam https://regional.kompas.com/read/2016/09/01/18470061/Pemerintah.Akan.Sertifikasi.Profesi.Sejarawan (diakses 1 April 2020).
Ihsanudin. (2018). “Jokowi Minta Perguruan Tinggi Hapus Fakultas yang Sudah Usang” , dalam https://nasional.kompas.com/read/2018/10/10/21343041/jokowi-minta-perguruan-tinggi-hapus-fakultas-yang-sudah-usang (diakses 1 April 2020).
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










