PENGARUH BAHASA PORTUGIS DAN MELAYU DALAM TIGA LAGU KERONCONG KREOL TUGU THE INFLUENCE OF PORTUGUESE AND MALAY LANGUAGE IN THREE CREOLE TUGU KERONCONG SONGS
Kata Kunci:
Bahasa Portugis Kreol Tugu, Bahasa Melayu, Keroncong Tugu, Bahasa Portugis, EtimologiAbstrak
PENGARUH BAHASA PORTUGIS DAN MELAYU DALAM TIGA LAGU KERONCONG KREOL TUGU Arif BudimanProgram Studi Prancis, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesiae-mail: arif.budiman31@ui.ac.id Abstrak Kreol Tugu adalah Bahasa Kreol Portugis yang sudah punah. Bahasa ini dulunya pernah dituturkan oleh Masyarakat Tugu yang sekarang berdiam di Semper, Jakarta Utara. Walaupun sudah dinyatakan punah, ternyata masih terdapat beberapa lagu dan acara budaya yang masih menggunakan Bahasa Kreol, salah satunya adalah lagu keroncong. Di dalam tulisan ini akan dibahas kosakata Bahasa Portugis dan Melayu yang terkandung di tiga lagu keroncong berbahasa Kreol. Temuan yang menarik adalah adanya percampuran unsur bahasa Portugis dan Melayu dalam tiga lagu keroncong Tugu. Selain itu, ditemukan bahwa sebagian besar kosakata Bahasa Kreol Portugis Tugu berasal dari Bahasa Portugis namun memiliki kaidah tata bahasa yang sangat terpengaruh oleh bahasa Melayu. Kata kunci : Bahasa Kreol Tugu, Bahasa Melayu, Keroncong Tugu, Bahasa Portugis, Etimologi THE INFLUENCE OF PORTUGUESE AND MALAY LANGUAGE IN THREE CREOLE TUGU KERONCONG SONGS Arif BudimanFrench Studies , Faculty of Humanities , Universitas Indonesiae-mail: arif.budiman31@ac.id Abstract Tugu Creole is an extinct Portuguese-based Creole. The language was once spoken by Tugu people who now live in Semper, North Jakarta. Despite the fact that Portuguese-based Creole has been declared extinct, several cultural events and songs and still use the language, as in Keroncong Song. This paper will discuss the Portuguese and Malay vocabulary contained in three Keroncong songs in Tugu Portuguese-based Creole. Interesting findings show that the three Keroncong songs incorporate combination of elements from Portuguese and Malay. Furthermore, the study found that most of the vocabulary of Tugu Portuguese-based Creole in the three Keroncong songs are originated from Portuguese but the grammar rules are heavily influenced by Malay. Key words : Creole Tugu, Malay Language, Keroncong Song, PortuguDiterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










