REPRESENTASI VERONICA KOMAN DALAM SUARAPAPUA.COM: SUATU KAJIAN WACANA KRITIS
Kata Kunci:
Metahumaniora, Linguistik, Media, Analisis Wacana KritisAbstrak
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi representasi Veronica Koman yang dibentuk suarapapua.com dalam pemberitaan konflik (dengan pihak LPDP) terkait pengembalian dana beasiswa. Terdapat lima wacana yang menjadi sumber data analisis penulis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kombinasi pendekatan kajian wacana kritis Theo van Leeuwen dan Teun A. van Dijk. Dengan pendekatan analisis Theo van Leeuwen, penulis menganalisis bagaimana Veronica Koman dieksklusi (dihilangkan) atau diinklusi (dimunculkan) dalam wacana, guna mengakomodasi kepentingan representasi yang diinginkan pihak suarapapua.com. Tataran analisis tekstual terkait eksklusi dan inklusi kemudian dikombinasikan dengan analisis sosial dari Teun A. van Dijk. Hasil analisis tekstual menunjukkan bahwa Veronica Koman direpresentasikan secara positif oleh suarapapua.com. Hal tersebut dikuatkan juga oleh hasil analisis sosial yang menunjukkan adanya kedekatan emosional antara Veronica Koman dan tanah Papua. Kedekatan emosional tersebut tentu menimbulkan kecenderungan tertentu dalam wacana yang diproduksi suarapapua.com. Kata Kunci: Media, Analisis Wacana Kritis, Veronica Koman AbstractThe purpose of this research was to identify the representation of Veronica Koman who was formed by suarapapua.com in reporting the conflict (with LPDP) regarding the refund of the scholarship. There are five discourses that become the source of the author's analysis data. This research used a qualitative method with a combination of critical discourse analysis approaches from Theo van Leeuwen and Teun A. van Dijk. With Theo van Leeuwen's analytical approach, the author analyzes how Veronica Koman is excluded (removed) or included (raised) in discourse, in order to accommodate the representational interests desired by suarapapua.com. The level of textual analysis related to exclusion and inclusion is then combined with the social analysis from Teun A. van Dijk. The results of the textual analysis show that Veronica Koman is represented positively by suarapapua.com. This is also corroborated by the results of social analysis which show the emotional closeness between Veronica Koman and the land of Papua. This emotional closeness certainly creates a certain tendency in the discourse produced by suarapapua.com. Keywords: Media, Critical Discourse Analysis, Veronica KomanReferensi
Aji, Endro Nugroho Wasono. 2018. “GRAMATIKA DALAM WACANA KONFLIK KPK VS POLRI JILID II (Gramatika in the Discourse of Conflict between Corruption Eradication Comission (KPK) Vs Indonesian National Police (Polri) Part II),” Sawerigading, vol. 24, no. 1, hal. 85.
Blommaert, J. 2005. Discourse Key Topics in Of Sociolinguistics. New York: Cambrige University.
Cenderamata, Rengganis Citra dan Nani Darmayanti. 2019. “Analisis Wacana Kritis Fairclough Pada Pemberitaan Selebriti Di Media Daring,” J. Literasi, vol. 3, no. April, hal. 1–8.
Eriyanto. 2006. Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara.
Hakim, Fikri., Nani Darmayanti, dan Ani Rachmat. 2018. “Pemberitaan Konflik antara Viking dan Jakmania dalam viva.co.id: Suatu Kajian Wacana Kritis,” J. Linguistik Terapan, vol.8(1)., hal. 33–41.
Hakim, Fikri., Welly Nores K., dan Agi Ahmad Ginanjar. 2019. “Perang Media Pascapilkada DKI 1017: Represntasi Ahok-Djarot dan Anis-Sandi dalam Tirto.id dan Republika.co.id,” Metabasa J.Bahasa, Sasatra, dan Pembelajaran, vol.1 no.1, hal. 20--37.
Kridalaksana, H. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.
Kusno, Ali., Abd. Rahmad, dan Nur Bety. 2017. “Analisis Wacana Kritis Pembentukan Stereotip Pemerintah Oleh Hti,” Bhs. dan Seni J. Bahasa, Sastra, Seni dan Pengajarannya, vol. 45, no. 2, hal. 143–154.
Novita, Dien dan Eva Tuckyta Sari Sujatna. 2020 “Affect Analysis of Crime News in the Jakarta Post and the Jakarta Globe: a Study of Systemic Functional Linguistics,” Metahumaniora, vol. 9, no. 2, hal. 143.
Ramanathan, Renugah dan Tan Bee. Hoon. 2015. “Application of Critical Discourse Analysis in Media Discourse Studies,” 3L Lang. Linguist. Lit., vol. 21, no. 3, hal. 57–68.
Santoso, Anang. “Studi wacana kritis, pengajaran bahasa indonesia, dan perspektif emansipasi,” Bhs. Dan Seni, vol. 2, no. 1, hal. 227–239.
Syamsudin. 1992. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










