REPRESENTASI VERONICA KOMAN DALAM SUARAPAPUA.COM: SUATU KAJIAN WACANA KRITIS

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v10i2.29258

Penulis

  • Fikri Hakim Universitas Siliwangi
  • Aveny Septi Astriani Universitas Siliwangi
  • Shinta Rosiana Universitas Siliwangi

Kata Kunci:

Metahumaniora, Linguistik, Media, Analisis Wacana Kritis

Abstrak

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi representasi Veronica Koman yang dibentuk suarapapua.com dalam pemberitaan konflik (dengan pihak LPDP) terkait pengembalian dana beasiswa. Terdapat lima wacana yang menjadi sumber data analisis penulis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kombinasi pendekatan kajian wacana kritis Theo van Leeuwen dan Teun A. van Dijk. Dengan pendekatan analisis Theo van Leeuwen, penulis menganalisis bagaimana Veronica Koman dieksklusi (dihilangkan) atau diinklusi (dimunculkan) dalam wacana, guna mengakomodasi kepentingan representasi yang diinginkan pihak suarapapua.com. Tataran analisis tekstual terkait eksklusi dan inklusi kemudian dikombinasikan dengan analisis sosial dari Teun A. van Dijk. Hasil analisis tekstual menunjukkan bahwa Veronica Koman direpresentasikan secara positif oleh suarapapua.com. Hal tersebut dikuatkan juga oleh hasil analisis sosial yang menunjukkan adanya kedekatan emosional antara Veronica Koman dan tanah Papua. Kedekatan emosional tersebut tentu menimbulkan kecenderungan tertentu dalam wacana yang diproduksi suarapapua.com. Kata Kunci: Media, Analisis Wacana Kritis, Veronica Koman AbstractThe purpose of this research was to identify the representation of Veronica Koman who was formed by suarapapua.com in reporting the conflict (with LPDP) regarding the refund of the scholarship. There are five discourses that become the source of the author's analysis data. This research used a qualitative method with a combination of critical discourse analysis approaches from Theo van Leeuwen and Teun A. van Dijk. With Theo van Leeuwen's analytical approach, the author analyzes how Veronica Koman is excluded (removed) or included (raised) in discourse, in order to accommodate the representational interests desired by suarapapua.com. The level of textual analysis related to exclusion and inclusion is then combined with the social analysis from Teun A. van Dijk. The results of the textual analysis show that Veronica Koman is represented positively by suarapapua.com. This is also corroborated by the results of social analysis which show the emotional closeness between Veronica Koman and the land of Papua. This emotional closeness certainly creates a certain tendency in the discourse produced by suarapapua.com. Keywords: Media, Critical Discourse Analysis, Veronica Koman

Biografi Penulis

Fikri Hakim, Universitas Siliwangi

Dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Siliwangi

Aveny Septi Astriani, Universitas Siliwangi

Dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Siliwangi

Shinta Rosiana, Universitas Siliwangi

Dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Siliwangi

Referensi

Aji, Endro Nugroho Wasono. 2018. “GRAMATIKA DALAM WACANA KONFLIK KPK VS POLRI JILID II (Gramatika in the Discourse of Conflict between Corruption Eradication Comission (KPK) Vs Indonesian National Police (Polri) Part II),” Sawerigading, vol. 24, no. 1, hal. 85.

Blommaert, J. 2005. Discourse Key Topics in Of Sociolinguistics. New York: Cambrige University.

Cenderamata, Rengganis Citra dan Nani Darmayanti. 2019. “Analisis Wacana Kritis Fairclough Pada Pemberitaan Selebriti Di Media Daring,” J. Literasi, vol. 3, no. April, hal. 1–8.

Eriyanto. 2006. Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara.

Hakim, Fikri., Nani Darmayanti, dan Ani Rachmat. 2018. “Pemberitaan Konflik antara Viking dan Jakmania dalam viva.co.id: Suatu Kajian Wacana Kritis,” J. Linguistik Terapan, vol.8(1)., hal. 33–41.

Hakim, Fikri., Welly Nores K., dan Agi Ahmad Ginanjar. 2019. “Perang Media Pascapilkada DKI 1017: Represntasi Ahok-Djarot dan Anis-Sandi dalam Tirto.id dan Republika.co.id,” Metabasa J.Bahasa, Sasatra, dan Pembelajaran, vol.1 no.1, hal. 20--37.

Kridalaksana, H. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.

Kusno, Ali., Abd. Rahmad, dan Nur Bety. 2017. “Analisis Wacana Kritis Pembentukan Stereotip Pemerintah Oleh Hti,” Bhs. dan Seni J. Bahasa, Sastra, Seni dan Pengajarannya, vol. 45, no. 2, hal. 143–154.

Novita, Dien dan Eva Tuckyta Sari Sujatna. 2020 “Affect Analysis of Crime News in the Jakarta Post and the Jakarta Globe: a Study of Systemic Functional Linguistics,” Metahumaniora, vol. 9, no. 2, hal. 143.

Ramanathan, Renugah dan Tan Bee. Hoon. 2015. “Application of Critical Discourse Analysis in Media Discourse Studies,” 3L Lang. Linguist. Lit., vol. 21, no. 3, hal. 57–68.

Santoso, Anang. “Studi wacana kritis, pengajaran bahasa indonesia, dan perspektif emansipasi,” Bhs. Dan Seni, vol. 2, no. 1, hal. 227–239.

Syamsudin. 1992. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Diterbitkan

2020-09-30

Cara Mengutip

Hakim, F., Astriani, A. S., & Rosiana, S. (2020). REPRESENTASI VERONICA KOMAN DALAM SUARAPAPUA.COM: SUATU KAJIAN WACANA KRITIS. Metahumaniora, 10(2), 159–160. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v10i2.29258