ANALISIS SINTAKSIS FUNGSI KALIMAT IMPERATIF BAHASA MANDARIN DALAM FILM “THE CAPTAIN”
Kata Kunci:
Kalimat Imperatif, Film Tiongkok, Film The Captain, Fungsi ImperatifAbstrak
Penelitian ini mendeskripsikan fungsi kalimat imperatif yang terdapat dalam film “The Captain”. Peneliti menggunakan teori Zhang tentang fungsi kalimat imperatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah film Tiongkok tahun 2019 “The Captain” (???? Zh?ngguó J?zh?ng). Data penelitian ini adalah kata dan kalimat imperatif dalam film. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat menurut Mahsun, selanjutnya menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman. Peneliti menemukan 281 kalimat imperatif dalam film “The Captain”. Selanjutnya peneliti menganalisis fungsi kalimat imperatif dalam film ini. Fungsi imperatif yang paling banyak ditemukan adalah fungsi memerintah yakni sebanyak 80 buah, fungsi yang paling sedikit ditemukan adalah fungsi mengancam sebanyak 1 (satu) buah. Fungsi memerintah lebih dominan daripada fungsi lainnya dan banyak ditemukan pada percakapan petugas kepada penumpang, pramugari kepada penumpang, komunikasi antar petugas serta pihak terkait lainnya. Fungsi memerintah juga paling banyak ditemukan pada percakapan para petugas khususnya saat mereka sedang menghadapi situasi darurat. Sementara itu, kata-kata yang digunakan oleh para petugas baik pramugari maupun kapten secara keseluruhan menunjukkan rasa hormat dan kesopanan sehingga fungsi mengancam sangat sedikit ditemukan dalam film ini. Selain itu dalam film ini, tidak ditemukan fungsi memohon dan mengemis. Hal ini dikarenakan film “The Captain” menceritakan tentang insiden pesawat penerbangan Sichuan 8633, mencakup pelayanan para petugas pesawat serta kepercayaan diri para petugas dalam menghadapi situasi darurat saat itu.Referensi
Alwi. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (edisi ketiga). Jakarta: Balai Pustaka.
Chaer. Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta
Cleveresty, Tri Bigrit dan Afrina, Uray. 2020. “Representasi Nilai Budaya Tiongkok dalam Kalimat Sapaan Bahasa Mandarin ????? ch?fàn le ma? ‘Sudah Makan Belum?’” dalam Jurnal Metahumaniora Vol. 10 Nomor 2. hlm. 230-238
Effendy. 1986. Dimensi-Dimensi Komunikasi. Bandung: Alumni.
Hu. 2018. Analisis Perbandingan Kalimat Imperatif dalam Fazhan Hanyu dan Hanyu Jiaocheng. Tesis. Wuhan: Huazhong Shifan Daxue.
IYS. 2019. “Kisah Nyata Pilot Liu Chuanjian Dapat Penghargaan Rp11 Miliar karena Selamatkan 119 Penumpang karena Kaca Pesawat Pecah” diakses dari koranseruya.com tanggal 20 April 2020.
Kridalaksana. 2001. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Li, Dejin. 2012. Waiguoren Shiyong Hanyu Yufa (Edisi Kedua). Beijing: Beijing Yuyan Daxue Chubanshe.
Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Murdiana. 2019. “Analisis Sintaksis Pada Kalimat Imperatif di Naskah Film Suicide Squad” dalam Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Unimus Vol. 2. Semarang: LPPM Universitas Muhammadiyah.
Sofyan, Agus Nero. 2015. “Frasa Direktif yang Berunsur ‘di, dari, dan untuk’ dalam Bahasa Indonesia: Kajian Sintaktis dan Semantis dalam Jurnal Sosiohumaniora. Volume XVII. Nomor 3. Bandung: Universitas Padjadjaran.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suhardi. 2008. Sintaksis. Yogyakarta: UNY Press.
Sukmadinata. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosadakarya.
Wang. 2016. Analisis Kalimat Imperatif dalam Datang Xiyuji. Tesis. Xinjiang: Xinjiang Shifan Daxue.
Zhang. 2014. “Xiandai Hanyu Qishiju Renji Gongneng Yanjiu”. Beijing: Zhongguo Shehui Kexue Chubanshe, diakses dari https://cn.epubee.com tanggal 21 April 2020.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










