STRATEGI PENERJEMAHAN KATA NON-EQUIVALENT
Kata Kunci:
strategi penerjemahan, kata non-equivalent, strategi penerjemahan Mona BakerAbstrak
AbstrakArtikel ini membahas satu jenis strategi penerjemahan yang berfokus pada penerjemahan pada level kata yang bersifat non-equivalent menurut Mona Baker. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis strategi penerjemahan apa saja dalam taksonomi tersebut yang diaplikasikan pada penerjemahan kata-kata non-equivalent yang ditemukan pada novel-novel Indonesia sebagai bahasa sumber ke dalam bahasa Inggris sebagai bahasa sasaran; dan juga untuk mengidentifikasi apakah pesan yang terdapat pada kata-kata bersifat non-equivalent pada bahasa sumber tersampaikan sama pada bahasa sasaran. Metode yang digunakan untuk membahas aplikasi strategi penerjemahan ini adalah metode kualitatif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata-kata yang bersifat non-equivalent diterjemahkan dengan menggunakan 7 dari 8 strategi penerjemahan yang ada dan secara keseluruhan strategi penerjemahan untuk kata non-equivalent mampu menyampaikan pesan yang terdapat pada kata-kata non-equivalent tersebut meskipun tidak semua secara detil.Kata kunci: strategi penerjemahan, kata non-equivalent, strategi penerjemahan Mona Baker AbstractSpeech act is the activity of uttering speech with a specific purpose. Research on speech acts has been done by many researchers before, but the number is still limited that reviewed the speech acts during the Covid-19 pandemic. This study discussed the types of speech acts on Instagram social media during the Covid-19 period. This study used a pragmatic approach with Searle's speech act theory (1979). The method used is descriptive qualitative. Based on the results of data analysis, researcher found that 3 types of speech acts, namely 1) Directive speech acts with the implicature of persuading and encouraging; 2) Representative speech acts with the implicature of commanding and challenging; 3) Expressive speech acts with the implicature of encouraging.Keywords: Covid-19, Pragmatic, Speech actReferensi
Angatia, B. M. (2018). Baker ’ s Strategies in Translation : A Lexico-Semantic Analysis of Four Luhya Dialects ; Lukabras , Lwisukha , Luwanga and Lukhayo in Informative Text. AJESS, 3(September), 71–84.
Baker, M. (2001). In Other Words. Routledge Taylor and Francis Group.
Baker, M. (2011). In Other Words: A coursebook on translation, second edition. In In Other Words: A coursebook on translation (3rd ed.). Routledge Taylor and Francis Group.
Dabbaghian, A. A., & Solimany, S. (2013). The Application of Baker ’ s Taxonomy on Translation of Literary Texts , A Case Study of George Orwell ’ s Animal Farm. International Journal of Science and Research (IJSR), 2(12), 280–284.
Darmanto. (2016). The Study of Non Equivalent Meaning in the Translation of the Movie Frozen. Muhammadiyah University of Surakarta.
Fitri, O. M., Faridi, A., & Hartono, R. (2019). Baker ’ s Strategies Used in Translating English Idioms Into Indonesian in Crazy Rich Asians By Kevin Kwan. English Education Journal, 9(3), 342–353.
Iskartina, F. (2016). A Translation Strategy Analysis Used in The Kite Runner Novel. Muhammadiyah University of Surakarta.
Mahmud, E. Z. (2019). Strategi Penerjemahan. In T. Ampera (Ed.), Pesona Bahasa dalam Kajian Makrolinguistik 3 (1st ed., pp. 119–130). Unpad Press. http://press.unpad.ac.id
Mahmud, E. Z. (2018). Strategies in Translating Minangkabau Cultural Words in the Land of Five Towers “Negeri Lima Menara”, Fuadi’s Novel. 166(Prasasti), 476–482. https://doi.org/10.2991/prasasti-18.2018.87
Molina, L., & Hurtado Albir, A. (2002). Translation Techniques Revisited: A Dynamic and Functionalist Approach. Meta: Journal Des Traducteurs, 47(4), 498. https://doi.org/10.7202/008033ar
Mukhtoraliyevna, Z. S. (2016). The Notion of Non-Equivalent Vocabulary in Linguistics. International Journal on Studies in English Language and Literature, 4(7), 70–72. https://doi.org/10.20431/2347-3134.0407011
Ngamelubun, M. M. (2016). KETAKTERJEMAHAN DALAM PENERJEMAHAN UNTRANSLATABILITY IN TRANSLATION. Dilossia, 8(1), 13–20.
Owji, Z. (2013). Translation Strategies: A Review and Comparison of Theories. Translation Journal, 17(1). http://translationjournal.net/journal/63theory.htm
Setiawan, K., Dhyaningrum, A., & Pascarina, H. (2018). Strategi Penerjemahan dan Kesepadanan Makna pada Terjemahan Subtittle Film “ Turah ”, Mengangkat Bahasa Jawa Ngapak ke Kancah Internasional. Pengembangan Sumber Daya Perdesaan Dan Kearifan Lokal Berkelanjutan, 8(1), 259–272.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (10th ed.). Alfabeta.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










