BANDUNG MENUJU KOTA UNTUK SEMUA : HARAPAN DAN KENYATAAN YANG SELARAS DENGAN SDGs
Kata Kunci:
peradaban, kota, SDGsAbstrak
Pertumbuhan manusia terus melaju. Begitu pula dengan pergerakannya. Seiring dengan kemajuan peradaban, pergerakan manusia perlahan-lahan dari waktu ke waktu akan lebih banyak terkonsentrasi di perkotaan. Oleh sebab itu, kota sebagai tempat bermukim manusia haruslah diperhatikan dan dibenahi secara sungguh-sungguh sehingga dapat dinikmati oleh semua pihak (cities for all), sebagaimana amanah Sustainable Development Goals (SDGs).Referensi
Alisjahbana, Armida Salsiah dan Endah Murniningtyas. 2018.
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia: Konsep, Target dan
Strategi Implementasi. Bandung: Unpad Press.
Ariotedjo, Dito. 2018.
“Milenial Kota versus Desa”. Dalam Dimas Oky Nurgroho
(Editor) Anak Muda & Masa Depan Indonesia: Bunga Rampai
Pemikiran Anak Muda dari Aceh sampai Papua. Bandung: Mizan
Pustaka bekerja sama dengan Kader Bangsa Fellowship Program
Sekolah Pemimpin Muda Indonesia.
Dharmawan Bagus (Editor). 2006.
Cermin dari China: Geliat Sang Naga di Era Globalisasi.Jakarta: Kompas.
Jamaludin. 2017.
Desain, Bandungm & Budaya Sunda: Kumpulan Esai. Bandung: Kiblat.
Joga, Nirwono dan Dhaneswara Nirwana Indrajoga. 2018.
Membangun Peradaban Kota. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Menno, S. dan Mustamin Alwi. 1994.
Antropologi Perkotaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Newberry, Jan. 2013.
Back Door Java: Negara, Rumah Tangga, dan Kampung di Keluarga Jawa.
Terjemahan oleh Bernadetta Esti Sumarah dan Masri Maris dari
Back Door Java: State Formation and the Domestic in Working Class Java.
Jakarta: Yayasan OborIndonesia bekerja sama dengan
KITLV-Jakarta.
Rahardi, R. Kunjana. 2009.
Bahasa Prevoir Budaya: Catatan Unik & Aktual Ihwal Masalah-masalah
Kebahasaan. Yogyakarta: Pinus Book Publisher.
Rusnandar, Nandang. 2010.
“Sejarah Kota Bandung dari “Bergdessa” (Desa Udik) menjadi
Bandung “Heurin ku Tangtung” (Metropolitan). Dalam Patanjala,
Vol.2, No.2, Juni 2010.Hlm. 273-293.
Sarosa, Wicaksono. 2020.
Kota untuk Semua: Hunian yang Selaras dengan Sustainable Development
Goals and New Urban Agenda. Jakarta: Expose.
Schoorl, J.W. 1981.
Modernisasi: Pengantar Sosiologi Pembangunan Negara-negara Sedang
Berkembang (Terjemahan oleh R.G. Soekardjito. Jakarta: Gramedia.
Sobarna, Cece. 2020.
“Pendidikan Budaya untuk Penguatan Wawasan Kemartiman
menuju Indonesia Emas”. Dalam Mohammad Ali dkk. (Penyunting)
Pendidikan menuju Indonesia Emas. Bandung: UPI Press.
Suparlan, Parsudi. 1980.
“Masalah Lingkungan Hidup Perkotaan”. Dalam Ayatrohaedi
(Penyunting) Seri Penerbitan Ilmiah 3. Jakarta: Fakultas Sastra,
Universitas Indonesia.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










