KODE-KODE SEMIOTIKA DAN IDEOLOGI PADA BALAI PERTEMUAN UMUM (BPU) RUMA GORGA MANGAMPU TUA DI JAKARTA

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v11i1.31679

Penulis

  • Try Putra Rajagukguk Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran
  • Gugun Gunardi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran
  • Ari Jogaiswara Adipurwawidjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran

Kata Kunci:

Semiotika, Ideologi, Ruma Gorga, BPU Jakarta

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan konstruksi makna tanda, kode-kode semiotika, dan ideologi dalam Balai Pertemuan Umum (BPU) Ruma Gorga Mangampu Tua di Jakarta. Penelitian ini menggunakan kajian semiotika Roland Barthes (1967) dan diaspora (Hall, 1990). Ditemukan bahwa objek tanda dikonstruksi sebagai imajinasi dari ruma bolon yang ditunjukkan dari fungsi atap rumah, badan rumah, pondasi rumah, panggung depan, tempat duduk, serta empat belas ragam hias gorga sebagai suatu ingatan diaspora Batak Toba di Jakarta tentang kampung halamannya. Kedua, dari elemen-elemen tersebut, BPU Ruma Gorga Mangampu Tua di Jakarta juga menunjukkan dirinya sebagai bangunan hibrid (pencampuran identitas) modern dan tradisional yang dipahami sebagai kode-kode semiotika. Ketiga, bangunan ini juga menunjukkan ideologi si pemilik gedung melalui pilihan bentuk dan hiasan karena adanya monopoli dagang (materialisme) di balik dominasi produk-produk BPU lainnya di Jakarta yang ditunjukkan sebagai mitos kebataktobaan dan kemegahan. Ideologi juga ditunjukkan sebagai gagasan diaspora Batak Toba di Jakarta tentang ingatan kampung halamannya agar mereka tetap terikat dengan nilai-nilai dan norma adat kehidupan budaya Batak Toba.

Biografi Penulis

Try Putra Rajagukguk, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran

Mahasiswa S2 Kajian Budaya, Unpad, 2018.

Referensi

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif: Cv Jejak (Jejak Publisher).

Barthes, R. (1967). Elements of Semiology. London: Cape.

Barthes, R. (1972). Mythology. New York: Hill and Wang.

Barthes, R., & Howard, R. (1975). The Pleasure of The Text: Macmillan.

Castles, L. (1967). The Ethnic Profile of Djakarta. Indonesia(3), 153-204.

Ching, F. D., & Eckler, J. F. (2012). Introduction to Architecture: John Wiley & Sons.

Dhuwik, D. D. (2018). Upaya Diaspora Batak Toba dalam Melestarikan Perkawinan Adat Batak di Daerah Istimewa Yogyakarta. E-Civics, 7(2), 160-173.

Hall, S. (1990). Cultural Identity and Diaspora: Na.

Harahap, B. H., & Siahaan, H. (1987). Orientasi Nilai-Nilai Budaya Batak: Suatu Pendekatan Terhadap Perilaku Batak Toba dan Angkola-Mandailing: Sanggar Willem Iskandar.

Huberman, M., & Miles, M. B. (2002). The Qualitative Researcher's Companion: Sage.

Naim, M. (2013). Merantau Pola Migrasi Suku Minangkabau Edisi Ketiga. Jakarta: Rajawali Perss.

O'sullivan, T., Hartley, J., Saunders, D., Montgomery, M., & Fiske, J. (1994). Key Concepts in Communication and Cultural Studies: Routledge London.

Santosa, P. (1993). Ancangan Semiotika dan Pengkajian Susastra: Angkasa.

Sirait, B. (1980). “Pengumpulan dan Dokumentasi Ornamen Tradisional di Sumatera Utara. Pemerintah Daerah Tingkat I Propinsi Sumatera Utara.

Sitanggang, J. (2004). Batak Na Marserak. Raja Na Pogos: Jakarta: Pustaka Sinar Harapan (Psh).

Sitindjak, R. H. I., Wardani, L. K., & Thamrin, D. (2016). Form and Meaning of Batak Toba House Ornaments. Advanced Science Letters, 22(12), 4050-4053.

Diterbitkan

2021-04-29

Cara Mengutip

Rajagukguk, T. P., Gunardi, G., & Adipurwawidjana, A. J. (2021). KODE-KODE SEMIOTIKA DAN IDEOLOGI PADA BALAI PERTEMUAN UMUM (BPU) RUMA GORGA MANGAMPU TUA DI JAKARTA. Metahumaniora, 11(1), 44–62. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v11i1.31679