NOVEL BABALIK PIKIR KARYA SAMSOEDI SEBAGAI BILDUNGSROMAN SUNDA PADA MASA PRAKEMERDEKAAN

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v11i1.31943

Penulis

  • Liska Puri Universitas Padjadjaran
  • Teddi Muhtadin Universitas Padjadjaran
  • Ari Jogaiswara Adipurwawidjana Universitas Padjadjaran

Kata Kunci:

Samsoedi, Babalik Pikir, Bildungsroman, Pendidikan prakemerdekaan, Balai Pustaka

Abstrak

Penelitian ini berupaya memetakan karya Samsoedi pada masa prakemerdekaan sebagai Bildungsroman yang diduga dibuat untuk memberikan figur baru untuk anak-anak di lingkungan masyarakat penutur bahasa Sunda pada waktu itu. Kemudian isu-isu sosial dan politik yang dimunculkan  pada karya-karya Samsoedi itu, diduga sengaja dimunculkan untuk memberikan pandangan baru pada anak-anak mengenai modernitas atau pendidikan tertentu yang diusung oleh pemerintah untuk kaum pribumi. Kebijakan pemerintah kolonial dengan meresmikan politik etis, memberikan kesempatan bagi anak-anak  pribumi untuk mengenyam pendidikan. Dengan kesempatan itu, anak-anak pribumi mempunyai kesempatan baru untuk mengetahui pengetahuan dunia melalui bacaan. Bacaan merupakan salah-satu sarana yang dipilih oleh Belanda untuk menjaga kestabilan kekuasaan mereka juga sebagai upaya untuk membentuk masyarakat pribumi seperti pemikiran mereka, sehingga Balai Pustaka diciptakan untuk mendukung itu semua. Pembacaan terhadap lima novel Samsoedi ini didudukan dalam kerangka teoritis sastra anak khususnya Hunt dan Bildungsroman khususnya Jeffers.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola bildungsroman telah difungsikan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat penutur bahasa Sunda, khususnya anak-anak.

Referensi

Adipurwawidjana, A. J., & Sarathan, I. 2016. Robinson Crusoe and the Modernization of Nineteenth-Century Sundanese Young People. Proceedings of Literary Studies Conference, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta: 19-20 Oktober 2016. hlm: 235-242.

Astuti, Desi. 2020. “Kilas Balik Sejarah Televisi Indonesia” dalam Good News From Indonesia, diakses dari https://www.goodnewsfromindonesia.id/2020/01/23/kilas-balik-sejarah-televisi- indonesia tanggal 23 Januari 2020.

Balai Pustaka. 1948. Balai Pustaka Sewadjarnja. Jakarta: Balai Pustaka.

Hunt, P. 2005. Understanding Children’s Literature (Second Edition). London: Routledge.

Jeffers, T. L. 2005. The Bildungsroman from Goethe to Santayana. New York: Palgrave Macmillan.

Knowles, M., & Malmkjær, K. 2003. Language and Control in Children’s Literature. London: Routledge.

Moretti, Franco. 1987. The Way of the World: the Bildungsromans in the Europe Culture. London: Verso.

Muhtadin, T. 2008. Sastera Sunda Sub-(Versi) Kesadaran: Telaah Awal atas Konsepsi Sastera Ajip Rosidi.

In A. C. Alwasilah, H. Setiawan & R. T. Hidayat (Eds.), Jejak Langkah Urang Sunda: 70 Tahun Ajip Rosidi. Bandung: PT. Kiblat Buku Utama. hlm: 79.Patkin, T. T. (2014). Subversion and Redemption in Children's Picture Books. Studies in Popular Culture, Vol. 37, No. 1, hlm: 93-110.

Rosidi, A. 2017. Ikhtisar Sejarah Sastera Indonesia. Bandung: Pustaka Jaya.

Rudd, D. 2005. Theorising and theories: how does children’s literature exist? In P. Hunt (Ed.), Understanding Children’s Literature (Second Edition). London: Routledge. hlm: 15-29.

Samsoedi. (2018). Babalik Pikir. Bandung: PT. Kiblat Buku Utama.

Diterbitkan

2021-04-29

Cara Mengutip

Puri, L., Muhtadin, T., & Adipurwawidjana, A. J. (2021). NOVEL BABALIK PIKIR KARYA SAMSOEDI SEBAGAI BILDUNGSROMAN SUNDA PADA MASA PRAKEMERDEKAAN. Metahumaniora, 11(1), 1–13. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v11i1.31943