NOVEL BABALIK PIKIR KARYA SAMSOEDI SEBAGAI BILDUNGSROMAN SUNDA PADA MASA PRAKEMERDEKAAN
Kata Kunci:
Samsoedi, Babalik Pikir, Bildungsroman, Pendidikan prakemerdekaan, Balai PustakaAbstrak
Penelitian ini berupaya memetakan karya Samsoedi pada masa prakemerdekaan sebagai Bildungsroman yang diduga dibuat untuk memberikan figur baru untuk anak-anak di lingkungan masyarakat penutur bahasa Sunda pada waktu itu. Kemudian isu-isu sosial dan politik yang dimunculkan pada karya-karya Samsoedi itu, diduga sengaja dimunculkan untuk memberikan pandangan baru pada anak-anak mengenai modernitas atau pendidikan tertentu yang diusung oleh pemerintah untuk kaum pribumi. Kebijakan pemerintah kolonial dengan meresmikan politik etis, memberikan kesempatan bagi anak-anak pribumi untuk mengenyam pendidikan. Dengan kesempatan itu, anak-anak pribumi mempunyai kesempatan baru untuk mengetahui pengetahuan dunia melalui bacaan. Bacaan merupakan salah-satu sarana yang dipilih oleh Belanda untuk menjaga kestabilan kekuasaan mereka juga sebagai upaya untuk membentuk masyarakat pribumi seperti pemikiran mereka, sehingga Balai Pustaka diciptakan untuk mendukung itu semua. Pembacaan terhadap lima novel Samsoedi ini didudukan dalam kerangka teoritis sastra anak khususnya Hunt dan Bildungsroman khususnya Jeffers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola bildungsroman telah difungsikan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat penutur bahasa Sunda, khususnya anak-anak.Referensi
Adipurwawidjana, A. J., & Sarathan, I. 2016. Robinson Crusoe and the Modernization of Nineteenth-Century Sundanese Young People. Proceedings of Literary Studies Conference, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta: 19-20 Oktober 2016. hlm: 235-242.
Astuti, Desi. 2020. “Kilas Balik Sejarah Televisi Indonesia” dalam Good News From Indonesia, diakses dari https://www.goodnewsfromindonesia.id/2020/01/23/kilas-balik-sejarah-televisi- indonesia tanggal 23 Januari 2020.
Balai Pustaka. 1948. Balai Pustaka Sewadjarnja. Jakarta: Balai Pustaka.
Hunt, P. 2005. Understanding Children’s Literature (Second Edition). London: Routledge.
Jeffers, T. L. 2005. The Bildungsroman from Goethe to Santayana. New York: Palgrave Macmillan.
Knowles, M., & Malmkjær, K. 2003. Language and Control in Children’s Literature. London: Routledge.
Moretti, Franco. 1987. The Way of the World: the Bildungsromans in the Europe Culture. London: Verso.
Muhtadin, T. 2008. Sastera Sunda Sub-(Versi) Kesadaran: Telaah Awal atas Konsepsi Sastera Ajip Rosidi.
In A. C. Alwasilah, H. Setiawan & R. T. Hidayat (Eds.), Jejak Langkah Urang Sunda: 70 Tahun Ajip Rosidi. Bandung: PT. Kiblat Buku Utama. hlm: 79.Patkin, T. T. (2014). Subversion and Redemption in Children's Picture Books. Studies in Popular Culture, Vol. 37, No. 1, hlm: 93-110.
Rosidi, A. 2017. Ikhtisar Sejarah Sastera Indonesia. Bandung: Pustaka Jaya.
Rudd, D. 2005. Theorising and theories: how does children’s literature exist? In P. Hunt (Ed.), Understanding Children’s Literature (Second Edition). London: Routledge. hlm: 15-29.
Samsoedi. (2018). Babalik Pikir. Bandung: PT. Kiblat Buku Utama.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










