IDENTITAS BUDAYA DAN SEJARAH SUKU BAJO DI BAJO PULAU PASCANOMADEN
Kata Kunci:
Suku Bajo, Bajo Pulau, Permasalahan sosial, Sejarah, Identitas budaya, NomadenAbstrak
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui identitas budaya dan sejarah suku Bajo yang menetap di Bajo Pulau. Keunikan Bajo Pulau sebagai daerah yang merepresentasikan budaya bahari dan sejarah suku Bajo yang dikenal sebagai suku nomaden laut yang sudah mulai hidup beberapa dekade yang lalu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang memiliki empat tahapan kerja yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan kesejarahan. Artikel ini menyimpulkan bahwa identitas budaya suku Bajo telah mengalami pergeseran akibat kontak langsung dengan budaya daratan yang mempengaruhi suku Bajo untuk mulai hidup menetap di sebuah pulau setelah Kesultanan Bima bergabung dengan Republik Indonesia. Bergesernya pola kehidupan masyarakat dari budaya bahari ke semi daratan ditandai dengan menurunnya tingkat kesadaran generasi muda seperti tidak terlalu banyak yang tertarik untuk mengambil untung dengan budaya bahari disertai dengan pudarnya kearifan lokal untuk melestarikan daya dukung daya dukungnya. lingkungan karena budaya penangkapan ikan bersifat merusak dan tidak lestari.Referensi
Ardiansyah. 2019. Tembe Nggoli dalam Pakaian Adat Masyarakat Mbojo Bima (Studi Unsur-unsur Kebudayaan Islam). Skripsi. Makassar: UIN Alauddin.
Baskara, Benny. 2011. “Manifestasi Identitas Islam Suku Bajo Dalam Naskah Lontarak Assalenna Bajo” dalam Jurnal Kawistara Vol. 1 Nomor 1. hlm. 15-27.
Ekspedisi Nusantara Jaya Unpad. 2018. Laporan Hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik: Desa Bajo Pulau. Sumedang: Universitas Padjadjaran.
Gobang, A. A. dkk. 2017. “Perkembangan Spasial Hunian Suku Bajo di Kampung Wuring Kota Maumere” dalam Jurnal Teknik Arsitektur ARTEKS Vol. 2 Nomor 1. hlm. 1-14.
Haris, Tawalinuddin. 2006. “Kesultanan Bima di Pulau Sumbawa” dalam Jurnal WACANA Vol. 8 Nomor 1. hlm. 17-31.
Kurais. 2016. Islamisasi Suku Bajo di Bima (Suatu Tinjauan Historis). Skripsi. Makassar: UIN Alauddin.
Muhammad, Syukur. 2007. “Sistem Sosial dan Kepercayaan Suku Bajo” dalam Jurnal ATTORIGOLONG Vol. 4 Nomor 1. hlm. 87-96.
Nufus, Hayatun. 2015. “Duo Bajo di Desa Bajo Pulau Pulau Kabupaten Bima (1968-2011)” dalam Jurnal Pattingalloang Vol. 1 Nomor 1. hlm. 175-186.
Uniawati. 2010. “Makna Mantra Melaut Suku Bajo”. dalam Jurnal ATAVISME Vol. 1 Nomor 13. hlm. 175-186.
Achmad, Sri. Wintala. 2016. Sejarah Kerajaan-kerajaan Besar di Nusantara. Yogyakarta : Araska Publisher.
Badan Pusat Statistik. (2019). Perkembangan Beberapa Indikator Utama Sosial-Ekonomi Indonesia. Jakarta : Badan Pusat Statistik.
Daeng, H. J. 1985. Pesta Persaingan dan Konsep Harga Diri di Flores. Dalam Michael R. Dove (Ed), Peranan Kebudayaan Tradisional Indonesia dalam Modernisasi (hlm 287-311). Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.
Handoyo, Eko. dkk. 2015. Studi Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Ombak.
Lapian, Adrian. Bernard. 2017. Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad Ke-16 dan 17. Depok : Komunitas Bambu.
Magdoff, Fred. & Foster, John. Bellamy. 2018. Lingkungan Hidup dan Kapitalisme. Tangerang Selatan : Marjin Kiri.
Suseno, Franz. Magnis. 2016. Etika Politik. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Taufiqurrahman. 2012. Sejarah Pelabuhan Bima. Yogyakarta : Ombak.
Wangke, Humphrey. 2019. Prolog. dalam Humphrey Wangke (Ed), Diplomasi Indonesia dan Pembangunan Konektivitas Maritim (1-7). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor.
Warsito, Ronggo. 2017. Antropologi Budaya. Yogyakarta : Ombak.
Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat, 2015, “Jumlah Individu dengan Kondisi Kesejahteraan sampai dengan 10 Terendah Menurut Desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat”. Diakses dari https://ntb.bps.go.id/statictable/2016/12/15/164/jumlah-individu-dengan-kondisi-kesejahteraan-sampai-dengan-10-terendah-menurut-desa-di-provinsi-nusa-tenggara-barat-2015.html tanggal 16 Juli 2020.
Bimakini, 2017, “Hari Jadi Bima Wahana Refleksi Perjuangan”. Diakses dari https://www.bimakini.com/2017/07/hari-jadi-bima-wahana-refleksi-perjuangan/ tanggal 17 Juli 2020.
KBBI daring, 2021, “Sinkretis”. Diakses dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/sinkretis tanggal 9 April 2021.
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, 2018, “Hotspot Sampah Laut Indonesia”. Diakses dari https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://documents.worldbank.org/curated/en/642751527664372193/pdf/126686-INDONESIA-29-5-2018-14-34-5-SynthesisFullReportAPRILIND.pdf&ved=2ahUKEwiy46XK3o7uAhXBeisKHZsoCFkQFjAAegQIARAB&usg=AOvVaw18g8hY9-F2nlQ6Rofiv6Ri tanggal 18 Juli 2020.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Indonesia, 2021, “Kekuatan Budaya Lamaholot dalam Pembentukan Karakter dan Identitas Masyarakat Flores Timur di Masa Depan”. Diakses dari https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbbali/kekuatan-budaya-lamaholot-dalam-pembentukan-karakter-dan-identitas-masyarakat-flores-timur-di-masa-depan/ tanggal 9 April 2021.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, 2019, “Tembe Nggoli, Salah Satu UMKM Unggulan Bima”. Diakses dari https://www.ntbprov.go.id/post/tembe-nggoli-salah-satu-unggulan-umkm-bima tanggal 19 Juli 2020.
The Nature Conservacy, 2019, “Infografik Sunda Kecil”. Diakses dari https://www.google.com/amp/s/vdokumen.com/amp/infografik-sunda-kecil.html tanggal 20 Juli 2020.
Sumber Lisan/ Informan
Sudirman (55 tahun). 2018. Kepala Dusun Bajo Barat. Wawancara, Bima, 27 Juli 2018.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










