PERGESERAN MAKNA SOSIAL MAHKOTA BINOKASIH PADA PENGANTIN KEBESARAN SUMEDANG 1970-2010
Kata Kunci:
Desain, Sejarah, Budaya, Antropologi, Kajian budaya, BusanaAbstrak
Tata rias merupakan sentuhan keindahan yang tampak pada penampilan keseluruhan pengantin. Tata rias juga memiliki fungsi memperindah atribut pengantin khususnya pada saat perhelatan pernikahan. Tata Rias Pengantin Kebesaran Sumedang memiliki ciri khas yang spesifik, yakni digunakannya mahkota sebagai perlengkapan perhiasan. Mahkota tersebut dikenal dengan Mahkota Binoka Sri atau Binokasih untuk mempelai laki-laki dan Mahkota Binokasri untuk mempelai wanita. Oleh karena proses Tata Rias Pengantin Kebesaran Sumedang mengalami perjalanan sejarah maka penelitian ini bertujuan menguraikan perubahan sosial yang diidentifikasi melalui penggunaan Mahkota Binokasih. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode sejarah sebagai cara menguraikan proses. Metode sejarah terdiri atas heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pendekatan penelitian yang digunakan yakni antropologi budaya untuk menganalisis bagaimana cara berpikir manusia sehingga tercipta budaya berbeda sehingga dapat mengubah tradisi sebelumnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada setiap perhelatan Pengantin Kebesaran Sumedang memiliki identitas kesejarahan yang terjaga sejak abad ke-16 melalui mahkotanya. Selain itu, penelitian ini menunjukkan keturunan menak Sumedang mengalami pergeseran ras kebangsawanan dari menak dengan menak menjadi menak dengan bukan menak. Hal tersebut nampak pada perhelatan pernikahan tradisional sejak 1970 hingga 2010.Referensi
Komariah, Siti. 2019. “Perubahan Peranan Wanita Sunda: Studi Kasus di Kota Bandung” dalam Jurnal Pembangunan Sosial, Vol. 2, No.2, hlm. 354-384.
Marlina, Ietje. 2006. “Kedudukan Wanita Menak Dalam Struktur Masyarakat Sunda (Studi Kasus di Kota Bandung)” dalam Jurnal Sosiohumaniora, Vol. 8, No.2, hlm. 184-204.
Dienaputra, Reiza D. 2011. Sunda. Sejarah, Budaya, dan Politik. Sumedang: Sastra Unpad Press.
Kuntowijoyo. 2003. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Hidir, Achmad. 2009. Antropologi Budaya Perspektif Ekologi dan Perubahan Budaya. Riau: Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Riau.
Ihromi, T.O. 2016. Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Lubis, Nina H. 2008. Metode Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Mayo, Peter. 2015. Hegemony and Education Under-Neoliberalism. Insight from Gramsci. New York: Routledge.
Moleong, Lexy J. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
R.F. Ankersmit. 1987. Refleksi tentang Sejarah. Pendapat-pendapat Modern tentang Filsafat Sejarah. Jakarta: Gramedia.
Unajah, Uun. 2006. Tata Rias Pengantin Kebesaran Sumedang. Kegiatan Peningkatan Mutu Lembaga Kursus Subdis PLS Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2006.
Wiranata, I Gede A.B. 2011. Antropologi Budaya. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Sumber Lisan/Informan:
Ibu Munaroh (52 tahun). 2020. Bagian Siger dan Tata Rias Pengantin Kebesaran Sumedang Museum Prabu Geusan Ulun. Wawancara, Sumedang, 1 Desember 2020
Ibu Nonoy (83 tahun). 2020. Ahli Silsilah Museum Prabu Geusan Ulun. Wawancara, Sumedang, 1 Desember 2020.
Ibu Nurwati (39 tahun). 2020. Bagian Siger dan Tata Rias Pengantin Kebesaran Sumedang Museum Prabu Geusan Ulun. Wawancara, Sumedang, 1 Desember 2020.
Teh Rani (23 tahun). 2020. Staf Museum Prabu Geusan Ulun. Wawancara, Sumedang, 28 November 2020.
Teh Neng (27 tahun). 2020. Staf Museum Prabu Geusan Ulun. Wawancara, Sumedang, 28 November 2020.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










