LESBIANISME DALAM NOVEL TEMPURUNG KARYA OKA RUSMINI
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v11i2.34027Kata Kunci:
metahumaniora, sastraAbstrak
Oka Rusmini dikenal sebagai penulis perempuan yang konsisten menulis tentang perempuan dengan latar belakang budaya Bali. Pada setiap novelnya, selain menghadirkan tokoh perempuan heteroseksual, Rusmini juga menampilkan tokoh lesbian, misalnya dalam novel Tempurung. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan representasi lesbianisme dalam novel Tempurung karya Oka Rusmini dengan mengaplikaskan teori lesbian yang ditawarkan oleh Teresa De Lauretis (1993) dan Adrienne Rich (2019). Kajian ini juga menggunakan teori subplot lesbian dari Mentxaka (2013) dan diksi bahasa perempuan dari Robin Lakoff. Metode penelitian dalam artikel ini yaitu lesbian literature studies. Secara narasi, lesbianisme ditampilkan melalui tokoh perempuan yang memiliki relasi buruk dengan laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lesbianisme ditampilkan sebagai perlawanan dominasi laki-laki melalui hubungan antarperempuan dan penggunaan diksi tokoh perempuan. Selain itu, lesbianisme juga meresistensi ideologi heteronormativitas melalui subplot lesbian, suara tokoh lesbian dan penggambaran tokoh lesbian sebagai “liyan” yang menakutkan. Penggambaran lesbianisme tersebut disebabkan karena ketakutan akan kemandirian lesbian yang berarti ancaman atas heteronormativitas. Kata kunci: Lesbianisme; Perempuan Bali; Novel Tempurung; Representasi Lesbian; Sastra Lesbian.Referensi
Bandel, K. (2006). Sastra, Perempuan, Seks. Bandung: Jalasutra.
Borghi, L. (2000). Lesbian Literature Studies. In T. Sandfort, J. Schuyf, J. W. Duyvendak, & J. Weeks (Eds.), Lesbian and Gay Studies (pp. 154–160). London: SAGE Publication.
Candraningrum, D. (2015). Mengapa SOGIE (Sexual Orientasion, Gender Identity and Expression.
Dyer, R. (1997). Heterosexuality. In Lesbian and Gay Studies: A Critical Introduction (pp. 261–273).
Erwanti, M. H., & Maimunah, M. (2015). Lesbian Continuum As An Alternative Strategy In Negotiating Heteronormativity In Sarah Water’s Fingersmith. Atavisme, 18(2), 209–220. https://doi.org/10.24257/atavisme.v18i2.116.209-220
Giffney, N. (2004). Denormatizing Queer Theory. In Feminist Theory (pp. 73–78). https://doi.org/10.1177/14647001040814
Gonda, C. (2009). Teori Lesbian. In S. Jackson & J. Jones (Eds.), Teori-Teori Feminis Kontemporer (pp. 193–223). Yogyakarta: Jalasutra.
Harimansyah, G. (2011). “ Diksi Laki-Laki Dan Perempuan “ Dalam Puisi-Mutakhir Indonesia ( Kajian Sosiolinguistik-Genderistik ) “ Men and Women Diction ” in Modern Indonesia Poetry. Widyariset, 14, 143–152.
Hermawati, Y. (2018). KENANGA : WOMEN ’ S CULTURE ( AN ANALYSIS OF NOVEL , A WORK OF FEMALE AUTHOR WITH PRESPECTIVE ELAINE SHOWALTER CULTURE MODEL ). (October). https://doi.org/10.30743/aicll.v1i1.25
Hermawati, Y., & Apriliyani, N. Y. A. (2020). DARI KUMPULAN CERPEN SAGRA CULTURAL LITERACY : COMPREHEND BALINESE WOMAN. (December). https://doi.org/10.26499/loa.v15i2.2339
Jackson, S. (2009). Membentuk Teori Gender dan Seksualitas. In S. Jackson & J. Jones (Eds.), Teori-Teori Feminis Kontemporer (pp. 227–245). Yogyakarta: Jalasutra.
Kaoma, K. (2016). “Friend and Lover”: The Erotics of female friendship in Christiansë’s Unconfessed and Ntshingila’s shameless. Research in African Literatures, 47(2), 66–83. https://doi.org/10.2979/reseafrilite.47.2.05
Lauretis, T. De. (1993). Sexual Indifference and Lesbian Representation. In Abelove, Barale, & Halperin (Eds.), The Lesbian and Gay Studies Reader. London: Routledge.
Mambrol, N. (2018). Gay/Lesbian Studies. Retrieved from https://literariness.org/ website: https://literariness.org/2018/11/15/gay-lesbian-studies/
Mantra, G. (2011). Kekerasan Ideologi Patriarki pada Perempuan Bali. Retrieved from balebegong.id website: https://balebengong.id/kekerasan-patriarki-pada-perempuan-bali/
Mentxaka, A. L. (2013). ‘Where She Could Not Follow’ – The Lesbian Subplot in Jane Austen’s Mansfield Park. English Language and Literature Studies, 3(1), 1–15. https://doi.org/10.5539/ells.v3n1p1
Oetomo, D. (2003). Memberi Suara pada yang Bisu. Yogyakarta: Pustaka Marwa Jogjakarta.
Pramodhawardani, J. (2004). Merayakan Tubuh Perempuan. In Seks, Teks, Konteks. Sumedang: Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Unpad.
Priyatna, A. (2018). Kajian Feminis: Tubuh, Sastra dan Budaya POP. Yogyakarta: Arti Bumi Intaran.
Rahmawati, N. N. (2016). Perempuan Bali dalam Pergulatan Gender. Jurnal Studi Kultural, I(1), 58–64.
Rich, A. (2019). Compulsory Heterosexuality and Lesbian Existence. Living with Contradictions, 5(4), 487–490. https://doi.org/10.4324/9780429499142-72
Rusmini, O. (2017). Tempurung. Jakarta: Grasindo.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










