Pengguanan Tingkat Tutur Bahasa Jawa Pada Komunitas Pasar Krempyeng Pon-Kliwon di Desa Ngilo-ilo Kabupaten Ponorogo (Kajian Sosiolinguistik)
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v11i2.34998Kata Kunci:
metahumaniora, bahasa, sosiolinguistik, tingkat tutur, bahasa JawaAbstrak
ABSTRAKBahasa Jawa merupakan bahasa daerah masyarakat suku Jawa. Bahasa Jawa terdiri atas dua tingkat tutur yaitu ngoko dan krama. Penggunaan bahasa Jawa dilakukan dalam proses transaksi jual beli pada komunitas pasar Krempyeng Pon-Kliwon di Desa Ngilo-Ilo, Kabupaten Ponorogo. Penggunaan dua tingkat tutur bahasa Jawa tersebut karena masyarakat setempat masih banyak yang tidak mampu berbahasa Indonesia. Demi mencapai kesepemahaman maksud, penjual maupun pembeli menggunakan bahasa Jawa sesuai dengan tingkat tutur yang diperlukan. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian mengenai penggunaan tingkat tutur bahasa Jawa pada komunitas pasar Krempyeng Pon-Kliwon beserta fungsinya menggunakan kajian sosiolinguistik dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun datanya berupa percakapan penjual maupun pembeli yang ada pada komunitas pasar Krempyeng Pon-Kliwon dan sumber data diperoleh dari pasar Krempyeng Pon-Kliwon di desa Ngilo-Ilo, Kabupaten Ponorogo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak, libat cakap, teknik pancing, dan teknik transkripsi yang didokumentasikan dengan teknik rekam dan catat. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Setelah melalui tahap pra penelitian, penelitian, dan pasca penelitian, maka uji keabsahan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan triangulasi waktu yaitu dengan membandingkan hasil penelitian dari waktu yang berbeda. Simpulan dari penelitian yang dilakukan yaitu, pada saat transaksi jual beli komunitas pasar Krempyeng Pon-Kliwon di Desa Ngilo-Ilo, Kabupaten Ponorogo menggunakan bahasa Jawa ngoko dan krama. Bahasa Jawa ngoko berfungsi sebagai alat komunikasi dengan keakraban yang tidak berjarak, sedangkan bahasa Jawa krama berfungsi untuk berkomunikasi dengan memberikan penghormatan terhadap mitra tutur.Kata kunci: Bahasa Jawa, Pasar, Pon-Kliwon dan Sosiolinguistik.Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










