Transitivity System on Prabowo's Representation in British Online Article: A Critical Discourse Analysis Approach
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v11i2.35493Kata Kunci:
British online article, Critical Discourse Analysis, defense minister, Prabowo, transitivity systemAbstrak
Articles in online media might represent media’s perspective about the object of their news. After a long process of the Indonesian presidential election in 2019, Prabowo’s appointment as the Minister of Defense in the Indonesia Presidential cabinet became hot issue. The appointment was questioned particularly due to the former general’s past actions. This study aims to analyze how the media present their news articles regarding the appointment of Prabowo as Defense Minister using the transitivity system in the Clause as Representation, and to describe how the representation of Prabowo on his appointment influenced the interpretation of the readers. The study adopted the descriptive qualitative method to analyze the data based on Critical Discourse Analysis by Fairclough (1995a) and transitivity system by Halliday (2004). The data sources were taken from the article in the British online media, TheGuardian.com. This study results in the number of positive representations that are more than the negative representations, but with a slight difference so that it can be said to be balanced.Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










