KUASA KETUA ADAT PADA PROSESI UPACARA ADAT SEREN TAUN (di kasepuhan Cipta Mulya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat)
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v11i3.35541Kata Kunci:
Kajian BudayaAbstrak
The title of this article is "The Power of Abah as Customary Leader at the Seren Taun Traditional Ceremony in Kasepuhan Cipta Mulya, Sukabumi Regency, West Java." The purpose of this research is to expose the relevance of Abah's function and power as a traditional leader at the traditional seren taun ceremony, as well as the stages of the traditional seren taun ritual procedure. This study's method is a qualitative research technique that is explained descriptively. Meanwhile, to evaluate this research, the researcher used Foucault and Weber's theory of power, as well as Pierre Bourdieu's theory of habitus, arena, and capital. According to the findings of this study, Abah, as the traditional leader in the execution of the traditional ceremony of seren taun, always uses capital, habitus, and arena in controlling and establishing the smooth functioning of traditional rituals. Abah's power, shown via these three characteristics, enables the phases of the ancient seren taun ritual to be carried out properly and to be passed down from generation to generation to this day. KEYWORDS Seren taun, sukabumi, power, habitus, arena.Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










