MEMBACA SASTRA, MENYOAL REALITAS POLITIK PADA TAHUN 2005 MELALUI CERPEN ROKOK MBAH GIMUN KARYA F RAHARDI
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v11i3.36953Kata Kunci:
Cerpen Kompas, Realitas Politik, Pilkada, Rokok Mbah GimunAbstrak
Cerpen Rokok Mbah Gimun karya F. Rahardi yang dimuat di harian Kompas pada tanggal 10 Juli 2005 merupakan sebuah karya sastra yang kontekstual dengan realitas politik yang terjadi pada tahun itu, yaitu pilkada (pemilihan kepala daerah). Tulisan ini mencoba mengungkapkan sisi lain dari masyarakat yang terlibat secara langsung dalam peristiwa politik yang baru pertama dilangsungkan dalam sejarah Indonesia merdeka. Utamanya, masyarakat yang direpresentasikan melalui sosok bernama Mbah Gimun dalam merespon praktik-praktik kotor terkait dengan pemilihan bupati di sebuah daerah di pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika dan argumentasi Lotman (1990) yang menganggap cerpen tidak saja sebagai sebuah karya sastra tetapi juga dokumen budaya yang memotret realitas sosial masyarakat. Cerpen ini terlihat mencoba menawarkan sebuah gagasan cerdas melalui suara Mbah Gimun sebagai representasi masyarakat kelas bawah dalam menghadapi suatu situasi politik yang carut-marut dalam pilkada, yaitu menghadapinya dengan keluguan sekaligus di saat yang sama menunjukkan resistensi dan kemandiriannya.Referensi
Aspinall, E., & Sukmajati, M. (2016). Electoral dynamics in Indonesia: Money politics, patronage and clientelism at the grassroots: NUS Press.
Danerek, S. (2013). CERPEN KORAN: Its canon and counter-world. Indonesia and the Malay World, 41(121), 418-438.
Dubey, A. (2013). Literature and society. IOSR Journal of Humanities and Social Science, 9(6), 84-85.
Duhan, R. (2015). The Relationship between Literature and Society. Language in India, 15(4).
Eagleton, T. (2011). Literary theory: An introduction: John Wiley & Sons.
Faruk, H.T (1999). Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
--------. 2000. Film dan Video sebagai Ekspresi dan Komunikasi. Dalam Nursahid (editor), Interkulturalisme dalam Theater. Yogyakarta: Yayasan Untuk Indonesia bekerja sama dengan Jurusan teater Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia
Hadi, Abdul. Senin, 23 Maret 2020. Senja Kala Sastra Koran. dalam https://ekspresionline.com/senja-kala-sastra-koran/
Hanafi, R. I. (2016). Pemilihan Langsung Kepala Daerah di Indonesia: Beberapa Catatan Kritis Untuk Partai Politik. Jurnal penelitian politik, 11(2), 16.
Hardjana, A. (1981). Kritik sastra: sebuah pengantar: Gramedia.
Heryanto, A. (1985). Perdebatan sastra kontekstual: Rajawali.
Lotman, J. M. (1990). Universe of the mind: A semiotic theory of culture: Indiana University Press.
Soemanto, Bakdi. (2007). Angan-Angan Budaya Jawa: Analisis Semiotik Pengakuan Pariyem. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Thrall, W. F., Hibbard, A., & Holman, C. H. (1960). Allegory. A Handbook to Literature.
Warren, A., & Wellek, R. (1995). Teori Kesusastraan. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










