Rekonstruksi Perempuan Jawa: Alih wahana Surti dan Tiga Sawunggaling karya Goenawan Mohamad Nella Putri Giriani

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v12i1.37134

Penulis

Kata Kunci:

sastra, alih wahana,

Abstrak

Penelitian ini membahas tentang perubahan konstruksi perempuan Jawa pada tokoh Surti dalam novel Surti+3 Sawunggaling (2018) yang merupakan alih wahana dari naskah drama monolog yang berjudul “Surti dan Tiga Sawunggaling”. Novel tersebut menghadirkan penambahan tokoh dan pengembangan cerita yang tidak ada dalam naskah monolog. Selain itu, adanya perbedaan antara novel dan naskah berupa perubahan sifat Surti menjadikan proses alih wahana ini menarik untuk diteliti. Tujuan penelitian ini ialah menampilkan rekonstruksi perempuan Jawa dalam tokoh Surti yang memiliki sifat setia, bekti, sopan, legawa (menerima), penurut, dan pemaaf menjadi sosok Surti yang berbeda. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori alih wahana Sapardi Djoko Damono, teori gender dari Oakley, konsep perempuan Jawa dari Serat Cendrarini dan Centhini, serta konsep perempuan di keluarga Jawa dari Geertz. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa novel Surti+3 Sawunggaling memberikan “ruang” dan konstruksi yang berbeda bagi perempuan untuk “meruntuhkan” budaya Patriarki yang terdapat dalam keluarga Jawa.Kata kunci: novelisasi; perempuan jawa; gender; alih wahana

Biografi Penulis

Nella Putri Giriani, Universitas Indonesia

Alumni Magister Ilmu Susastra Universitas Indonesia

Referensi

Damono, S. D. (2016). Alih Wahana. Jakarta: Editum.

Djaya, A. K., & Asmara, K. G. (2004). Asmaragama Wanita Jawa . Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Endaswara, S. (2012). Falsafah Hidup Jawa: Menggali Mutiara Kebijakan Intisari Filsafat Kejawen. Yogyakarta: Cakrawala.

Freidan, B. (1974). The Feminine Mystique. New York: Dell.

Geertz, H. (1983). Keluarga Jawa. Jakarta: Grafiti Press.

Liyasti, L. (2013). Surti dan Tiga Sawunggaling dari Goenawan Mohamad. In M. Arnez, & S. müller, Das Theater sind wir. Ausgewählte Theaterstücke von Goenawan Mohamad und Iswadi Pratama (pp. 80-89). Hamburg: Hamburger Südostasienstudien.

Mohamad, G. (2009). Tan Malaka dan Dua Lakon Lain . Depok: Kata Kita.

Mohamad, G. (2018). Surti + Tiga Sawunggaling. Jakarta: GPU.

Muniarti, A. P. (1992). Perempuan Jawa dan Pola Ketergantungan. Citra Wanita dan Kekuasaan Jawa. Yogyakarta: Kanisius.

Oakley, A. (1972). Sex, Gender, and Society. London: Temple Smith.

Purwadi. (2011). ETIKA KOMUNIKASI DALAM BUDAYA JAWA: Sebuah Penggalian Nilai Kearifan Lokal demi Memperkokoh Jatidiri serta Kepribadian Bangsa . Ikadbudi vol. 2 t, 18.

Wahjono, P. (2004). Sastra Wulang Dari Abad Xix: Serat Candrarini Suatu Kajian Budaya. Makara, Sosial, Humaniora, Vol. 8. N0. 2, 71-82.

Diterbitkan

2022-04-27

Cara Mengutip

Giriani, N. P. (2022). Rekonstruksi Perempuan Jawa: Alih wahana Surti dan Tiga Sawunggaling karya Goenawan Mohamad Nella Putri Giriani. Metahumaniora, 12(1), 47–59. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v12i1.37134