Rekonstruksi Perempuan Jawa: Alih wahana Surti dan Tiga Sawunggaling karya Goenawan Mohamad Nella Putri Giriani
Kata Kunci:
sastra, alih wahana,Abstrak
Penelitian ini membahas tentang perubahan konstruksi perempuan Jawa pada tokoh Surti dalam novel Surti+3 Sawunggaling (2018) yang merupakan alih wahana dari naskah drama monolog yang berjudul “Surti dan Tiga Sawunggaling”. Novel tersebut menghadirkan penambahan tokoh dan pengembangan cerita yang tidak ada dalam naskah monolog. Selain itu, adanya perbedaan antara novel dan naskah berupa perubahan sifat Surti menjadikan proses alih wahana ini menarik untuk diteliti. Tujuan penelitian ini ialah menampilkan rekonstruksi perempuan Jawa dalam tokoh Surti yang memiliki sifat setia, bekti, sopan, legawa (menerima), penurut, dan pemaaf menjadi sosok Surti yang berbeda. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori alih wahana Sapardi Djoko Damono, teori gender dari Oakley, konsep perempuan Jawa dari Serat Cendrarini dan Centhini, serta konsep perempuan di keluarga Jawa dari Geertz. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa novel Surti+3 Sawunggaling memberikan “ruang” dan konstruksi yang berbeda bagi perempuan untuk “meruntuhkan” budaya Patriarki yang terdapat dalam keluarga Jawa.Kata kunci: novelisasi; perempuan jawa; gender; alih wahanaReferensi
Damono, S. D. (2016). Alih Wahana. Jakarta: Editum.
Djaya, A. K., & Asmara, K. G. (2004). Asmaragama Wanita Jawa . Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Endaswara, S. (2012). Falsafah Hidup Jawa: Menggali Mutiara Kebijakan Intisari Filsafat Kejawen. Yogyakarta: Cakrawala.
Freidan, B. (1974). The Feminine Mystique. New York: Dell.
Geertz, H. (1983). Keluarga Jawa. Jakarta: Grafiti Press.
Liyasti, L. (2013). Surti dan Tiga Sawunggaling dari Goenawan Mohamad. In M. Arnez, & S. müller, Das Theater sind wir. Ausgewählte Theaterstücke von Goenawan Mohamad und Iswadi Pratama (pp. 80-89). Hamburg: Hamburger Südostasienstudien.
Mohamad, G. (2009). Tan Malaka dan Dua Lakon Lain . Depok: Kata Kita.
Mohamad, G. (2018). Surti + Tiga Sawunggaling. Jakarta: GPU.
Muniarti, A. P. (1992). Perempuan Jawa dan Pola Ketergantungan. Citra Wanita dan Kekuasaan Jawa. Yogyakarta: Kanisius.
Oakley, A. (1972). Sex, Gender, and Society. London: Temple Smith.
Purwadi. (2011). ETIKA KOMUNIKASI DALAM BUDAYA JAWA: Sebuah Penggalian Nilai Kearifan Lokal demi Memperkokoh Jatidiri serta Kepribadian Bangsa . Ikadbudi vol. 2 t, 18.
Wahjono, P. (2004). Sastra Wulang Dari Abad Xix: Serat Candrarini Suatu Kajian Budaya. Makara, Sosial, Humaniora, Vol. 8. N0. 2, 71-82.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










