VOICES OF THE SCIENTIFIC AND THE SUPERNATURAL IN LESTI, NYATAKAH DIA?, A SCIENCE FICTION NOVEL BY SOEHARIO PADMODIWIRIO
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v11i3.37527Kata Kunci:
sastra, fiksi sains, folklor JawaAbstrak
Artikel ini bertujuan memaparkan sikap terhadap sains dan folklor dalam Lesti, Nyatakah Dia?, sebuah novel fiksi sains karya Soehario Padmodiwirio (2006). Novel ini menampilkan upaya memediasi hubungan antara sains dan folklor Jawa melalui interaksi antara sains spekulatif dan unsur-unsur folklor Jawa, yang dimanifestasikan dalam karakter Lesti, yang digambarkan sekaligus sebagai makhluk asing luar angkasa berteknologi tinggi dan makhluk mistik supernatural. Pemaparan ini penting untuk memahami motif kompromi antara sains dan folklore yang berulang dalam fiksi sains Indonesia.Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










