Aspek Kebudayaan Dalam Toponimi pada Naskah Bujangga Manik: Kajian Linguistik Antropologi
Kata Kunci:
toponimi, linguistik antropologi, Bujangga ManikAbstrak
Penelitian berjudul “Toponimi Aspek Kebudayaan dalam Naskah Bujangga Manik: Kajian Linguistik Antropologi”. Objek penelitian ini adalah toponimi yang merupakan bagian dari identitas kebudayaan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi struktur dan makna leksikal toponimi, mendeskripsikan nilai kebudayaan pada toponimi dalam nama-nama tempat pada naskah Bujangga Manik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis data secara deskriptif. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan linguistik dan antropologi dalam menganalisis data. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode metode simak dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah padan dengan alat penentu bahasa tulis. Data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi atas data primer yang bersumber pada naskah Bujangga Manik dan data sekunder yang bersumber pada dokumen atau pustaka terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan aspek kebudayan terdiri dari satu jenis data monomorfemis dengan yaitu Bobodo dan sepuluh data polimorfemis yaitu Gunung Mahameru, Gunung Marapi, Ci Pamali, Ci Ronabaya, Gunung Brahma, Gunung Hiang, Gunung Larang, Gunung Rajuna, Gunung Wayang, dan Medang Kahiangan.Referensi
Makalah, Laporan Penelitian, Skripsi, Tesis, dan Jurnal
Blair, D., & Tent, J. (2020). Toponym types: A revised typology of placenaming. December.
Camalia, M. 2012. Toponimi Kabupaten Lamongan ( Kajian Antropologi Linguistik ). 74–83.
Graaf, H.J., Pigeaud. 1974. De eerste Moslimse vorstendommen op Java. Vkl 69. ‘s-Gravenhage.
Gunardi, G., Ratnasari, D., & Sobarna, C. (2015). Toponimi dan lingkungan hidup kampung adat di Tatar Sunda (Bandung). Prosiding SENARI, 369–374.
Juraj, J. 2021. Toponyms as Evidence of Linguistic Influence on the British Isles Sveu ?ilište J . J . Strossmayera u Osijeku Filozofski fakultet Diplomski studij engleskog i njema?kog jezika i književnosti Sven Tintor Toponyms as Evidence of Linguistic Influence on the .
Motschenbacher, H. (2020). Corpus Linguistic Onomastics: A Plea for a Corpus-Based Investigation of Names. Names, 68(2), 88–103
Pigeaud. 1960. Java in the 14th Century. 5 Vols. The Hague.
Radding, L., Radding, L., Reader, H., & Lewis, A. 2008. What ’ s in a Name ? How Toponyms Connect Language and Society through Place What ’ s in a Name ? How Toponyms Connect Language and Society through Place.
Setiawan, Hawe. 2014. Bujangga Manik dan Studi Sunda.
Sidik, Inu Isnaeni & Nani Darmayanti. 2021. Fitur Metafora Dalam Pidato Pertama Shinzo Abe Tentang Penyebaran Virus Corona Di Jepang: Suatu Kajian Wacana Kritis. Dalam Jurnal Metahumaniora Vo l1. Nomor 2 hlm. 247 – 25
Sobarna, C., Gunardi, G., & Wahya, W. 2018. Toponimi Nama Tempat Berbahasa Sunda di Kabupaten Banyumas. Panggung, 28(2). https://doi.org/10.26742/panggung.v28i2.426
Sobarna, Cece., Nany Ismail, dan Asri Soraya Afsari. 2016 “Kearifan Lokal Masyarakat Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran: Deskripsi dan Persepsi Cerita Rakyat.” dalam Jurnal Metahumaniora Vol. 6 Nomor 3. hlm. 337-352
Sudaryat, Yayat., dkk. 2009. Toponimi Jawa Barat. Bandung: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.
Ta, M., & Vazirligi, L. I. M. 2010. Ma’ruza matni.
Taqyuddin. 2016. Punahnya Toponimi Indikasi Erosi Bahasa dan Punahnya Bangsa. Prosiding Seminar Internasional Leksikologi Dan Leksikografi, March 2016, 55–64.
Wahyuningsih & Andika. 2018. Perubahan Bahasa Dan Budaya Jawa Di Yogyakarta Pada Era Globalisasi. Jurnal As-Salam. 2(2) Mei - Agustus 2018
Wahya & Arong Suhaila. 2020. Korespondensi Fonemis Enam Kata Kerabat Bahasa Indonesia, Bahasa Melayu Kelantan, Bahasa Melayu Patani, Dan Bahasa Sunda. Dalam Jurnal Metahumaniora Vo l0. Nomor 2 hlm. 185 – 197
Buku
Djajasudarma, T. Fatimah. 2013. Fonologi &Gramatika Sunda. Bandung: PT. Refika Aditama.
Ekadjati, Edi. 2001. Kamus Bahasa Naskah dan Prasasti Sunda: Abad 11 s.d. 18. Bandung: Kerjasama Komunitas Pernaskahan Sunda Purbatisti dengan Pemkot Bandung.
Krisanjaya. 2019. Hakikat Linguistik Bandingan. Modul 1.
Mardiwarsiti, L. 1978. Kamus Jawa Kuna (Kawi)-Indonesia. Flores: Nusa Indah.
Moriyama, dkk. 2013. Semangat Baru: Kolonialisme, Budaya Cetak, Dan Kesastraan Sunda Abad Ke-19. Komunitas Bambu.
Noorduyn, J. 2019. Perjalanan Bujangga Manik Menyusuri Tanah Jawa: Data Topografis dari Sumber Sunda Kuno. Ombak.
Noorduyn, J dan Teeuw, A. 2009. Tiga Pesona Sunda Kuna. Pustaka Jaya.
Panitia Kamus Lembaga Basa jeung Sastra Sunda. 2007. Kamus Umum Basa Sunda. Bandung: CV. Geger Sunten.
Rosidi, Ajip. 2010. Masa Depan Budaya Daerah: Kasus Bahasa dan Sejarah Sunda. Dunia Pustaka Jaya.
Poerwadarminta, W.J.S. 1948. Djawi-Indonesia. Jakarta: Balé Pustaka.
Sharifian, F. (2017). Advances in Cultural Linguistics.
Sobarna & Afsari. 2020. Linguistik: Sebuah Pengantar Memahami Bahasa Sunda. Unpad Press.
Suryani N.S. dan Darsa. 2003. Kamus Bahasa Sunda Kuno Indonesia. Sumedang: Alqaprint.
Verhaar, Jhon. 2012. Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Internet
Author, 2018, “Mitos dan Situs Pemujaan Spiritual Gunung Arjuna”. diakses dari https://www.manusialembah.com tanggal 17 Desember 2021.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Online]. Tersedia di kbbi.kemdikbud.go.id
Sumber Lisan/Informan
Bapak Yoyo Yogasmana. 2018. Juru bicara Kasepuhan Ciptagelar. Wawancara, Sukabumi, 2018.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










