Aspek Kebudayaan Dalam Toponimi pada Naskah Bujangga Manik: Kajian Linguistik Antropologi

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v12i1.37741

Penulis

  • Salehudin Salehudin Pascasarjana Ilmu Linguistik Unpad
  • Gugun Gunardi Pascasarjana Ilmu Linguistik Unpad
  • Dian Indira Pascasarjana Ilmu Linguistik Unpad

Kata Kunci:

toponimi, linguistik antropologi, Bujangga Manik

Abstrak

Penelitian berjudul “Toponimi Aspek Kebudayaan dalam Naskah Bujangga Manik: Kajian Linguistik Antropologi”. Objek penelitian ini adalah toponimi yang merupakan bagian dari identitas kebudayaan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi struktur dan makna leksikal toponimi, mendeskripsikan nilai kebudayaan pada toponimi dalam nama-nama tempat pada naskah Bujangga Manik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis data secara deskriptif. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan linguistik dan antropologi dalam menganalisis data. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode metode simak dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah padan dengan alat penentu bahasa tulis. Data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi atas data primer yang bersumber pada naskah Bujangga Manik dan data sekunder yang bersumber pada dokumen atau pustaka terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan aspek kebudayan terdiri dari satu jenis data monomorfemis dengan yaitu Bobodo dan sepuluh data polimorfemis yaitu Gunung Mahameru, Gunung Marapi, Ci Pamali, Ci Ronabaya, Gunung Brahma, Gunung Hiang, Gunung Larang, Gunung Rajuna, Gunung Wayang, dan Medang Kahiangan.

Referensi

Makalah, Laporan Penelitian, Skripsi, Tesis, dan Jurnal

Blair, D., & Tent, J. (2020). Toponym types: A revised typology of placenaming. December.

Camalia, M. 2012. Toponimi Kabupaten Lamongan ( Kajian Antropologi Linguistik ). 74–83.

Graaf, H.J., Pigeaud. 1974. De eerste Moslimse vorstendommen op Java. Vkl 69. ‘s-Gravenhage.

Gunardi, G., Ratnasari, D., & Sobarna, C. (2015). Toponimi dan lingkungan hidup kampung adat di Tatar Sunda (Bandung). Prosiding SENARI, 369–374.

Juraj, J. 2021. Toponyms as Evidence of Linguistic Influence on the British Isles Sveu ?ilište J . J . Strossmayera u Osijeku Filozofski fakultet Diplomski studij engleskog i njema?kog jezika i književnosti Sven Tintor Toponyms as Evidence of Linguistic Influence on the .

Motschenbacher, H. (2020). Corpus Linguistic Onomastics: A Plea for a Corpus-Based Investigation of Names. Names, 68(2), 88–103

Pigeaud. 1960. Java in the 14th Century. 5 Vols. The Hague.

Radding, L., Radding, L., Reader, H., & Lewis, A. 2008. What ’ s in a Name ? How Toponyms Connect Language and Society through Place What ’ s in a Name ? How Toponyms Connect Language and Society through Place.

Setiawan, Hawe. 2014. Bujangga Manik dan Studi Sunda.

Sidik, Inu Isnaeni & Nani Darmayanti. 2021. Fitur Metafora Dalam Pidato Pertama Shinzo Abe Tentang Penyebaran Virus Corona Di Jepang: Suatu Kajian Wacana Kritis. Dalam Jurnal Metahumaniora Vo l1. Nomor 2 hlm. 247 – 25

Sobarna, C., Gunardi, G., & Wahya, W. 2018. Toponimi Nama Tempat Berbahasa Sunda di Kabupaten Banyumas. Panggung, 28(2). https://doi.org/10.26742/panggung.v28i2.426

Sobarna, Cece., Nany Ismail, dan Asri Soraya Afsari. 2016 “Kearifan Lokal Masyarakat Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran: Deskripsi dan Persepsi Cerita Rakyat.” dalam Jurnal Metahumaniora Vol. 6 Nomor 3. hlm. 337-352

Sudaryat, Yayat., dkk. 2009. Toponimi Jawa Barat. Bandung: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Ta, M., & Vazirligi, L. I. M. 2010. Ma’ruza matni.

Taqyuddin. 2016. Punahnya Toponimi Indikasi Erosi Bahasa dan Punahnya Bangsa. Prosiding Seminar Internasional Leksikologi Dan Leksikografi, March 2016, 55–64.

Wahyuningsih & Andika. 2018. Perubahan Bahasa Dan Budaya Jawa Di Yogyakarta Pada Era Globalisasi. Jurnal As-Salam. 2(2) Mei - Agustus 2018

Wahya & Arong Suhaila. 2020. Korespondensi Fonemis Enam Kata Kerabat Bahasa Indonesia, Bahasa Melayu Kelantan, Bahasa Melayu Patani, Dan Bahasa Sunda. Dalam Jurnal Metahumaniora Vo l0. Nomor 2 hlm. 185 – 197

Buku

Djajasudarma, T. Fatimah. 2013. Fonologi &Gramatika Sunda. Bandung: PT. Refika Aditama.

Ekadjati, Edi. 2001. Kamus Bahasa Naskah dan Prasasti Sunda: Abad 11 s.d. 18. Bandung: Kerjasama Komunitas Pernaskahan Sunda Purbatisti dengan Pemkot Bandung.

Krisanjaya. 2019. Hakikat Linguistik Bandingan. Modul 1.

Mardiwarsiti, L. 1978. Kamus Jawa Kuna (Kawi)-Indonesia. Flores: Nusa Indah.

Moriyama, dkk. 2013. Semangat Baru: Kolonialisme, Budaya Cetak, Dan Kesastraan Sunda Abad Ke-19. Komunitas Bambu.

Noorduyn, J. 2019. Perjalanan Bujangga Manik Menyusuri Tanah Jawa: Data Topografis dari Sumber Sunda Kuno. Ombak.

Noorduyn, J dan Teeuw, A. 2009. Tiga Pesona Sunda Kuna. Pustaka Jaya.

Panitia Kamus Lembaga Basa jeung Sastra Sunda. 2007. Kamus Umum Basa Sunda. Bandung: CV. Geger Sunten.

Rosidi, Ajip. 2010. Masa Depan Budaya Daerah: Kasus Bahasa dan Sejarah Sunda. Dunia Pustaka Jaya.

Poerwadarminta, W.J.S. 1948. Djawi-Indonesia. Jakarta: Balé Pustaka.

Sharifian, F. (2017). Advances in Cultural Linguistics.

Sobarna & Afsari. 2020. Linguistik: Sebuah Pengantar Memahami Bahasa Sunda. Unpad Press.

Suryani N.S. dan Darsa. 2003. Kamus Bahasa Sunda Kuno Indonesia. Sumedang: Alqaprint.

Verhaar, Jhon. 2012. Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Internet

Author, 2018, “Mitos dan Situs Pemujaan Spiritual Gunung Arjuna”. diakses dari https://www.manusialembah.com tanggal 17 Desember 2021.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Online]. Tersedia di kbbi.kemdikbud.go.id

Sumber Lisan/Informan

Bapak Yoyo Yogasmana. 2018. Juru bicara Kasepuhan Ciptagelar. Wawancara, Sukabumi, 2018.

Diterbitkan

2022-04-27

Cara Mengutip

Salehudin, S., Gunardi, G., & Indira, D. (2022). Aspek Kebudayaan Dalam Toponimi pada Naskah Bujangga Manik: Kajian Linguistik Antropologi. Metahumaniora, 12(1), 61–72. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v12i1.37741