Makna Pesan Verbal Lagu "Nasib Bunga" Karya Rhoma Irama
Kata Kunci:
Linguistik, Sastra, Kajian BudayaAbstrak
ABSTRAKTulisan ini merupakan analisis terhadap lirik lagu “Nasib Bunga” yakni salah satu lagu dangdut yang diciptakan Rhoma Irama dan dipopulerkan oleh Noer Halimah. Penelitian berjenis kualitatif ini dilakukan untuk mengetahui makna pesan verbal dalam lagu tersebut melalui analisis semiotika-Michael Riffaterre yang terdiri atas pembacaan heuristik dan hermeneutik. Melalui analisis yang berbasis pada data-data yang dikumpulkan dari hasil studi pustaka dan wawancara, dapat diketahui bahwa lagu “Nasib Bunga” mengandung makna mendalam yang secara garis besar berpesan untuk senantiasa berpikir sebelum bertindak agar tidak terjerumus kepada hal yang dapat merugikan dan disesali di kemudian hari. Selain itu, dapat diketahui pula bahwa makna lagu Nasib Bunga dibalut menggunakan redaksi kata dan simbol yang “tepat” sehingga lagu ini menjadi karya dakwah yang dapat diterima di masyarakat. Kata Kunci : Nasib Bunga; Makna; Lirik; Semiotika; Michael Riffaterre ABSTRACTThis paper is an analysis of the lyrics of the song "Nasib Bunga" which is one of the dangdut songs created by Rhoma Irama and popularized by Noer Halimah. This type of qualitative research was conducted to determine the meaning of the verbal message in the song through the semiotic analysis of Michael Riffaterre which consists of heuristic and hermeneutic readings. Through analysis based on data collected from the results of literature studies and interviews, it can be seen that the song "Nasib Bunga" contains a deep meaning which in general is a message to always think before acting so as not to fall into things that can be detrimental and regret later. day. In addition, it can also be seen that the meaning of the song Nasib Bunga is wrapped using the "right" wording and symbols so that this song becomes a propaganda work that can be accepted by the community. Keywords : Nasib Bunga; Meaning; Lyric; Semiotics; Michael RiffaterreReferensi
Anggriana, Gina. 2012. “Representasi Perempuan dalam Lirik Lagu Dangdut Kontemporer.” Summary Penelitian. Semarang : UNDIP.
Berger, Arthur Asa. 2010. Pengantar Semiotika: Tanda-tanda dalam Kebudayaan Kontemporer. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Danesi, Marcel. 2004. Pesan, Tanda dan Makna. Yogyakarta: Jalasutra.
Fahruddin. 2013. “Musik dan Goyang Dangdut : Persepsi Santri Putera Tingkat Aliyah Pondok Pesantren Ali Maksum Yogyakarta.” Skripsi. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
Kaelan. 2009. Filsafat Bahasa Semiotika dan Hermeneutika. Yogyakarta: Paradigma.
Piliang, Yasraf Amir. 2003. Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Yogyakarta: Jalasutra.
Rusmana, Dadan. 2014. Filsafat Semiotika. Bandung: CV. Pustaka Setia
Ukonpurkonudin, 2019, “Kajian Semiotik Riffaterre Dalam Puisi Zuhair bin Abi Salma.” Sastra Arab Blog, diakses dari http://ukonpurkonudin.blogspot.co.id/2011/09/kajian-semiotik-riffaterre-dalam-puisi.html tanggal 2 Juni 2019.
Sembiring, Jusia. 2016. “Representasi Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia Dalam Lirik Lagu Iwan Fals (Analisis Semiotika Lirik Lagu Iwan Fals yang Berjudul ‘Ujung Aspal Pondok Gede’).” Jurnal. Sumatera: USU.
Weintraub, Andrew N. 2010. Dangdut Stories: A Social and Musical History of Indonesia's Most Popular Music. Inggris: Oxford University Press
Weintraub, Andrew N. 2012. Dangdut; Musik, Identits, dan Budaya Indonesia. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










