PENGGUNAAN KATA KIMOCHI DAN OMOI DALAM BAHASA JEPANG
Kata Kunci:
Sinonim, Kimochi, Omoi, Semantik, AnimeAbstrak
Penelitian ini membahas mengenai sinonim dalam kelas kata nomina bahasa Jepang, yaitu kimochi dan omoi yang keduanya memiliki makna ‘perasaan’. Pendekatan yang digunakan adalah metode penelitian analisis deskriptif kualitatif, teknik studi kepustakaan, metode distribusional, dan teknik substitusi. Pada penelitian ini dibahas pengunaaan kata kimochi dan omoi dalam kalimat bahasa Jepang serta perbedaan makna diantara keduanya. Adapun data ersebut diperoleh dari beberapa anime seperti Hyouka, Boruto, Lovelive Superstar, Tantei wa mou Shindeiru, dan Fate Zero. Hasil analisis didapatkan bahwa kimochi memiliki nuansa perasaan yang dihasilkan dari rangsangan luar, sementara omoi memiliki nuansa perasaan seperti opini dan pendapat pribadi. Akan tetapi pada nuansa kalimat tertentu keduanya dapat saling bersubstitusi seperti pengharapan, pengalaman, dan ketekadan.Referensi
Anggraeni, Y. (2012). Analisis Penggunaan Ureshii, Tanoshii Dan Yorokobu Dalam Kalimat Bahasa Jepang. Chi`e, 1(1), 319542. https://doi.org/10.15294/chie.v1i1.331
Aoki, S., & Inagaki, C. (2015). ???????????????? ???????????. 51–60. https://www.jstage.jst.go.jp/article/jjscn/29/3/29_5/_pdf
Iwasa, Y. (2011). ??????????????????--???????????????. ??????????????, 20, 17–24. https://core.ac.uk/download/pdf/233376891.pdf
Jaelani, M.A. (2017). Pergeseran Makna Kata dan Frasa Bahasa Indonesia dalam Bahasa Gaul di Kalangan Remaja. http://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/10216/140708031.pdf?sequence=1&isAllowed=y
Kanai, T. (2013). ???????????????????????????. 10(1). https://www.jstage.jst.go.jp/article/jissj/10/1/10_47/_pdf/-char/ja
Kato, E. (2012). A semantic analysis of kimochi. Computers in Industry, 10(4), 247–260. https://doi.org/10.1016/0166-3615(88)90004-8
Kindaichi, K., & Kenbou, G. (1974). ???????. Sanseido.
Matsunuma, A., & Futawatari, T. (2020). ???????????????????????????? Analysis of research content on the feelings of cancer patients who received peer support. https://www.jstage.jst.go.jp/article/bku/31/0/31_99/_pdf/-char/ja
Mitsunobu, H. (2016). ????????????????????????????????????.http://doi.org/10.18956/00007708
Otsuki, M. (2017). ???????????????????. https://osaka-ohtani.repo.nii.ac.jp/?action=repository_action_common_download&item_id=236&item_no=1&attribute_id=22&file_no=1
Pora, M. (2015). Sinonim-Antonim Bahasa Jepang. Kesaint Blanc.
Santoso, T. (2015). Dasar-dasar Morfologi Bahasa Jepang (Edisi 2). morfalingua.
Takeda, J. (2015). ???????????????????????. 7, 43–52. http://hdl.handle.net/10105/9966
Tsujimura, N. (2014). an Introduction to Japanese Linguistics (3rd ed.). Wiley Blackwell.
Yamada, T., & Sakai, K. (2012). ??????? (7th ed.). Sanseido.
Yamane, I. (2005). ??????????. 5, 71–84. http://id.nii.ac.jp/1454/00003095/
Zaim, M. (2014). Metode Penelitian Bahasa: Pendekatan Struktural (Ermanto (ed.)). Sukabina Press Padang.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










