TINDAK TUTUR REPRESENTATIF PENDERITA IMPOSTOR SYNDROME DALAM NOVEL A UNTUK AMANDA

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v12i2.40524

Penulis

Kata Kunci:

tindak tutur ilokusi, impostor syndrome, pragmatik

Abstrak

Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental dapat membantu penderita gangguan mental maupun kondisi psikologis dalam mencari pertolongan dari profesional. Penelitian mengenai tindak tutur ilokusi penderita impostor syndrome dapat membantu agar penderita impostor syndrome dan masyarakat saling menerima dan memahami sehingga komunikasi berjalan dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis tindak tutur ilokusi dan bentuk tindak tutur yang dilakukan oleh tokoh Amanda sebagai penderita impostor syndrome dalam novel A untuk Amanda karya Annisa Ihsani. Penelitian ini menggunakan metode simak untuk mengumpulkan data dan metode padan dengan alat penentu wicara sebagai metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 32 tindak tutur representatif. Tindak tutur secara langsung digunakan sebanyak 20 tindak tutur, sedangkan tindak tutur ilokusi dengan bentuk tidak langsung digunakan sebanyak 12 tindak tutur. Berdasarkan hasil analisis, tindak tutur yang menunjukkan pola khas ditemukan sebanyak 15 data, yaitu 6 tindak tutur yang memuat kepercayaan diri yang rendah, 6 sikap pesimistis, dan 3 sensitivitas terhadap hal terkait akademis.

Biografi Penulis

Faradhiba Salsabila, Universitas Padjadjaran

Program Studi Linguistik Universitas Padjadjaran

Dadang Suganda, Universitas Padjadjaran

Departemen Linguistik Universitas Padjadjaran

Nani Darmayanti, Universitas Padjadjaran

Departemen Linguistik Universitas Padjadjaran

Referensi

Ati, E.S., Kurniawati, Y. & Nurwanti, R. (2015). Peran Impostor Syndrome dalam Menjelaskan Kecemasan Akademis pada Mahasiswa Baru. Jurnal Mediapsi, 1,(1), 1–9. https://doi.org/10.21776/UB.MPS.2015.001.01.1

Austin, J.L. (1962). How to do Things with Words. Clarendon Press. https://doi.org/10.14361/9783839429693-021

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2019). Hasil Utama Riskesdas 2018. https://www.litbang.kemkes.go.id/hasil-utama-riskesdas-2018/

Bravata, D.M., Watts, S.A., Keefer, A.L., Madhusudhan, D.K., Taylor, K.T., Clark, D. M., Nelson, R.S., Cokley, K.O. & Hagg, H.K. (2020). Prevalence, Predictors, and Treatment of Impostor Syndrome: a Systematic Review. Journal of General Internal Medicine, 35,(4), 1252–1275. https://doi.org/10.1007/s11606-019-05364-1

Dwiyani, B.F. & Widuri, E.L. (2020). Psikoedukasi untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental pada Guru dan Siswa di SMPN “A” Yogyakarta. Seminar Nasional Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, 1–7. http://seminar.uad.ac.id/index.php/snmpuad/article/view/5698

Grace, S.B., Tandra, A.G.K. & Mary, M. (2020). Komunikasi Efektif dalam Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental. Jurnal Komunikasi, 12,(2), 191–210. https://doi.org/10.24912/jk.v12i2.5948

Hawley, K. (2019). I—What Is Impostor Syndrome? Aristotelian Society Supplementary Volume, 93,(1), 203–226. https://doi.org/10.1093/arisup/akz003

Ihsan, M. (2016). Pengaruh Terpaan Media Internet dan Pola Pergaulan terhadap Karakter Peserta Didik. Jurnal Tsamrah Al-Fikri, 10, 103–120. https://riset-iaid.net/index.php/TF/article/view/8

Ihsani, A. (2016). A untuk Amanda. Gramedia Pustaka Utama.

Joshi, A. & Mangette, H. (2018). Unmasking of Impostor Syndrome. Journal of Research, Assessment, and Practice in Higher Education, 3,(1). https://ecommons.udayton.edu/jraphe/vol3/iss1/3

Lubis, N., Krisnani, H., & Fedryansyah, M. (2015). Pemahaman Masyarakat mengenai Gangguan Jiwa dan Keterbelakangan Mental. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 2,(3), 388–394. https://doi.org/10.24198/jppm.v2i3.13588

Murti, A.R. & Nurhuda, Z. (2019). Tindak Tutur Direktif dalam Novel Susah Sinyal Karya Ika Natassa & Ernest Prakasa (Kajian Pragmatik). Jurnal Sasindo Unpam, 7(1), 71-93. http://dx.doi.org/10.32493/sasindo.v7i1.70-93

Novianty, A. & Hadjam, M.N.R. (2017). Literasi Kesehatan Mental dan Sikap Komunitas sebagai Prediktor Pencarian Pertolongan Formal. Jurnal Psikologi, 44,(1), 50–65. https://doi.org/10.22146/jpsi.22988

Purnama, A., Safitri, A., Kasih, Y., Daerni, Y., Tauran, Y., Alfred, R., Tiara, M., Mita, M.J. & Rosa. (2020). Penyuluhan Kesehatan Mental Melalui Unit Kesehatan Sekolah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju, 1,(3), 85–89. http://journals.stikim.ac.id/index.php/JLS1/article/view/927

Searle, J.R. (1976). A Classification of Illocutionary Acts. Languange in Society, 5(1), 1–23.

Teeuw, A. (2013). Sastra dan Ilmu Sastra. Pustaka Jaya.

Wijana, I.D.P. (2021). Dasar-Dasar Pragmatik. TS Publisher.

Wiranti, W. (2015). Tindak Tutur dalam Wacana Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata (Sebuah Tinjauan Pragmatik). Jurnal Pendidikan Bahasa, 4,(2), 294-304. https://doi.org/10.31571/bahasa.v4i2.97

Yuliarti, R. & Nuryatin, A. (2015). Tindak Tutur Direktif dalam Wacana Novel Trologi Karya Agustinus Wibowo. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4,(2), 78-85. https://doi.org/10.15294/seloka.v4i2.9864

Diterbitkan

2022-09-12

Cara Mengutip

Salsabila, F., Suganda, D., & Darmayanti, N. (2022). TINDAK TUTUR REPRESENTATIF PENDERITA IMPOSTOR SYNDROME DALAM NOVEL A UNTUK AMANDA. Metahumaniora, 12(2), 145–154. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v12i2.40524