TRANSFORMASI TOKOH PEACHUM DARI DRAMA THE BEGGAR’S OPERA KARYA JOHN GAY KE DRAMA DIE DREIGROSCHENOPER KARYA BERTOLT BRECHT
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v12i3.41211Kata Kunci:
Tranformsi, Peran, Karakter, IdeologisAbstrak
Tranformasi tokoh bisa terjadi ketika sebuah karya diresepsi oleh karya lain. Drama Die Dreigroschenoper karya Bertolt Brecht merupakan karya resepsi dari drama The Beggar’s Opera karya Jogn Gay yang tokoh utamanya, yakni Peachum mengalami tranformasi. Artikel ini membahas transformasi tokoh Peachum dari drama The Beggar’s Opera karya John Gay ke dalam drama Die Dreigroschenoper karya Bertolt Brecht. Studi ini mengaplikasikan teori resepsi hans Robert Jauss. Data penelitian ini berupa Hauptext dalam bentuk dialog dan monolog, serta Nebentext dalam drama The Beggar’s Opera dan Die Dreigroschenoper, serta data-data lain yang memuat informasi mengenai bagaimana trasformasi peran tokoh Peachum drama Die Dreigroschenoper. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks drama berjudul Die Drei Groschenoper karya Bertolt Brecht, dan teks drama The Beggar’s Opera karya John Gay. Hasil analisis menunjukkan bahwa tokoh Peachum dalam drama Die Dreigroschenoper karya Bertolt Brecht mengalami transformasi peran dan karakter. Transformasi peran dan karakter Peachum dari drama The Beggar’s Opera karya Gay dan ke tokoh Peachum dalam drama Die Dreigroschenoper karya Bertolt Brecht disebabkan karena pengaruh horison harapan yang dipunyai oleh Brecht. Transformasi peran dan karakter yang terjadi dari resepsi karya tersebut berlatar ideologis. Idiologi marxisme yang dianut oleh Brecht menyebabkan Brecht menciptakan tokoh Peachum yang berbeda dan mementingkan materi (kapital) di atas segala-galanya.Referensi
Baumann, B. (1985). Deutsche Literatur in Epochen. Ismaning, Jerman: Max Hueber Verlag.
Bernhardt, R. (2017). Bertolt Brecht Die Dreigroschenoper. Hollfeld: Bange Verlag.
Brecht, B. (1969). Schriften zum Theater. Berlin: Suhrkamp Verlag.
........................ und Werner Hecht. (1983). ?ber Politik auf dem Theater. Frankfurt am Mainz: Suhrkamp.
......................... (1997). Sämtliche Stücke in einem Band. Frankfurt am Main : Suhrkamp Verlag.
........................ (2015). Die Drei Groschenoper. Frankfurt : Suhrkamp Verlag.
Gay, J. (1921). The Beggar’s Opera. Project Guttenberg Dokumentation dalam E-Book dengan file http://www.gutenberg.org/2/5/0/6/25063/.
Haryati, I. (2020). “Teks Drama Die Dreigroschenoper / The Threepenny Opera Karya Bertolt Brecht dalam Resepsi N. Riantiarno: Kajian Estetika Resepsi Hans Robert Jauss”. Disertasi. Universitas Gadjah Mada.
Holub, R.C. (1984). Reception Theory, A critical Introduction. London : Methuen.
Jauss, H.R. (1970). Literaturgeschichte als Provokation. Frankfurt : Suhrkamp Verlag
Kesting, M. (1967). Das Epische Theater. Stuttgart: W.Kohlhammer Verlag.
………………….. (1985). Brecht. Hamburg: Rowohlt.
Köppe & Winko. (2013). Neuere Literaturtheorien. Stuttgart : J.B. Metzler.
Mumford, M. (2009). Bertolt Brecht. New York: Routledge.
Salmon, R.J. (1981). “Two Operas for Beggars: A Political Reading”. Theoria: A Journal of Social and Political Theory. 57 : 63-81. University Of KwaZulu-Natal, South Africa.
Santoso, N.S. (2011). Negara Marxis dan Revolusi Proletariat. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Sexl, M. (2004). Einführung in die Literaturtheorie. Wien: UTB Verlag.
Teeuw, A. (2000). Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya Girimukti Pasaka.
Warning, R. (1975). Rezeptionsästhetik. München: Wilhelm Fink.
Weisstein, U. (1970). Brecht’s Victorian Version of Gay: Imitation and Originality in the Dreigroschenoper. Comparative Literature Studies. 7(2), 314-335.
Zaeny. (2005). “ransformasi Sosial dan Gerakan Islam di Indonesia. Komunitas, Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam. 2 (1): 153-165.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










