Cianjur Katalanjuran: R.A. Tjitjih Wiarsih (1901-1964) dan Tafsiran Uga Bandung di Cianjur

Penulis

  • Muhamad Alnoza Program Magister Antropologi -UGM
  • Sita Hidayah Departemen Antropologi - UGM

DOI:

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v12i3.42003

Abstrak

Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ramalan Uga Bandung sebagai memori kolektif Priangan terhadap penarasian sejarah tutur tokoh pergerakan perempuan di Cianjur yang bernama R.A. Tjitjih Wiarsih. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Di mana proses pengumpulan data dilaksanakan dengan metode observasi partisipan dan wawancara mendalam pada beberapa subjek penelitian. Subjek penelitian di batasi hanya pada beberapa tokoh ahli waris dan orang di luar ahli waris R.A. Tjitjih Wiarsih yang pernah hidup bersama dengan tokoh tersebut. Berdasarkan penelitian yang saya tempatkan, Uga Bandung menempatkan narasi sejarah tutur R.A. Tjitjih Wiarsih sebagai validasi ramalan tersebut, melalui penegasian penggambaran tokoh tersebut dengan masyarakat sezamannya.  

Referensi

Breman, J. (2014). Keuntungan kolonial dari kerja paksa: Sistem Priangan dari tanam paksa kopi di Jawa (1720-1870). Yayasan Pustaka Obor.

Creswell, J. W. (2014). Research design : qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. SAGE Publication.

Dienaputra, R. D. (2011). Transformasi Sistem Politik di Cianjur: Dari Tradisional ke Modern. In Sunda: Sejarah, Budaya, dan Politik (pp. 173–196). Sastra Unpad Press.

Dienaputra, R. D., Yuniadi, A., & Rahman, I. (2006). Buku Ajar Sejarah Lokal Cianjur. Minor Books.

Golubovi?, Z. (2011). An Anthropological Conceptualisation of Identity. Synthesis Philosophica, 51(1), 25–43.

Hidayat, A. P., & Widyonugrahanto. (2018). Dina Mangsa Tahapan Katilu: Biografi Politik Emma Poeradiredja, 1935-1941. Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 10(3), 385–402.

Hoadley, M. C. (1994). Towards a Feudal Mode of Production: West Java, 1680-1800. Institute of Southeast Asian Studies.

Jagose, A. (1996). Queer Theory: An Introduction. Melbourne Unversity Press.

Jaya, R. (2003). Sejarah Sukabumi. Pemerintah Kota Sukabumi.

Krause, M. (2019). What is Zeitgeist? Examining period-specific cultural patterns. Poetics, 76, 1–10.

Linke, U. (2015). Collective Memory, Anthropology of. In J. D. Wright (Ed.), International Encyclopedia of the Social & Behavioral Sciences (pp. 181–187). Elsevier.

Lubis, N. H. (1998). Kehidupan Kaum Menak Priangan 1800-1942. Pusat Informasi Kebudayaan Sunda.

Marihandono, D. (2008). Mendekonstruksi Mitos Pembangunan Jalan Raya Cadas Pangeran 1808: Komparasi Sejarah dan Tradisi Lisan. Peringatan 70 Tahun Prof. Dr. R.Z. Leirissa “Refleksi Keilmuan Prof. Dr. R.Z. Leirissa,” 1–23.

Nagoshi, J. L., Nagoshi, C. T., & Brzuzy, S. (2016). Gender and Sexual Identity: Transcending Feminist and Queer Theory. Springer.

Post, R. (2006). Democracy and Equality. The Annals of the American Academy of Political and Social Science, 603, 24–36.

Rusnandar, N. (2011). Uga Bandung: Pengetahuan Orang Sunda dalam Ramalan dan Antisipasi terhadap Perubahan Fenomena Alam. Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 3(3), 503–519.

Wibowo, A. S. (2014). Ratu Adil Jawa dan Ratu Filsuf Platon: Timbangan dan Aktualisasinya untuk saat ini. In Ratu Adil, Kuasa dan Pemberontakan di Nusantara (pp. 14–43). Penerbit Ombak.

Wiradiredja, M. Y. (2012). Peranan R. A. A. Wiranatakusumah V Dalam Penyebaran Tembang Sunda Cianjuran. Jurnal Seni & Budaya Panggung, 22(3), 283–292.

Woodward, M. R. (2017). Islam Jawa: Kesalehan Normatif versus Kebatinan. IRCiSoD.

Zulaikha, F. I., & Purwaningsih, S. (2019). Representasi Identitas Perempuan dalam Ranah Domestik– Sebuah Kajian Semiotika Budaya pada Peribahasa Sunda. Nusa, 14(3), 341–352.

Unduhan

Diterbitkan

2022-12-05

Cara Mengutip

Alnoza, M., & Hidayah, S. (2022). Cianjur Katalanjuran: R.A. Tjitjih Wiarsih (1901-1964) dan Tafsiran Uga Bandung di Cianjur. Metahumaniora, 12(3), 236–245. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v12i3.42003