PERILAKU ALTRUISME DALAM SERIAL DRAMA SORA WO KAKERU YODAKA
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i1.42520Kata Kunci:
altruisme, psikologi sosial, Sora wo Kakeru YodakaAbstrak
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang membahas perilaku altruisme dalam serial drama Sora Wo Kakeru Yodaka. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan altruisme tokoh Kaga sehingga akan nampak perilaku apa saja yang termasuk dalam aspek altruisme. Teori yang digunakan adalah teori altruisme dari Myers. Metode pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Hasil penelitian menemukan perilaku altruisme dalam tokoh Kaga yang diwujudkan melalui tiga aspek, yaitu memberikan perhatian, menolong orang lain, dan mementingkan orang lain. Perilaku yang dimunculkan pada tokoh Kaga merepresentasikan masing-masing aspek tersebut. Kesimpulannya, aspek altruisme yang paling banyak ditemukan adalah memberikan perhatian pada orang lain.Referensi
Anggraini, P. (2016). Citra Tokoh Perempuan dalam Cerita Anak Indonesia (sebuah Pendekatan Kritik Feminisme). Kembara: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 2(1), 67-76.
Baron-Cohen S. &. Wheelwright S. (2004).The empathy quotient: an investigation of adults with Asperger syndrome or high functioning autism, and normal sex differences: Journal of Autism and Developmental Disorder. 163-175.
Baron, R.A. & Byrne, D. (2005). Psikologi sosial (terj). Jalcarta: Erlangga.
Berkowitz, M. (2002). Understanding Effective Character Education. Ontario : The
Literacy & Numeracy Secretaiat Capacity Building Series
Dakir. (1993). Dasar-dasar Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Faruk. (2017). Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Fauziah, N. (2014). Empati, Persahabatan, dan Kecerdasan Adversitas Pada Mahasiswa yang Sedang Skripsi. Jurnal Psikologi Undip, 13(1), 78-92.
Jang, S., Allen, T. D., Kim, E., & Cho, S. (2020). An Examination of the Temporal Order of Helping Behaviours and Emotional Exhaustion. Stress and Health, 36(5), 663–674.
Khaliza, C.N., Besral, B., Ariawan, I., & EL-Matury, H. J. (2021). Efek Perudungan, Kekerasan Fisik, dan Kekerasan Seksual terhadap Gejala Depresi pada Pelajar SMP dan SMA di Indonesia: Analisis Data Global School-Based Student Health Survey Indonesia 2015. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(2), 98-106.
Lestari, (2019) Perudungan or Body Shaming? Young Women in Patient Body Dysmorphic Disorder. Philanthrophy Journal of Psychology, 3(1), 59-66
Myers, David G. (2012). Psikologi Sosial, Jakarta:Salemba Humanika.
Mubasyiroh, R., Putri, I. & Tjandrarini, D. 2016. Determinan Gejala Mental Emosional Pelajar SMP-SMA di Indonesia Tahun 2015. Buletin Penelitian Kesehatan, 45(2).
Muhopilah, P., & Tentama, F. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku perudungan. Jurnal Psikologi Terapan Dan Pendidikan, 1(2), 99.
Mutiah Shafar, Y. (2020). Kebencian Tokoh Zenko Umine Terhadap Ayumi Kohinata Dalam Drama Sora Wo Kakeru Yodaka Karya Hiroaki Matsuyama Ditinjau Dari Psikologi Humanistik Rogers dan Konsep Kebencian Sternberg (Doctoral dissertation, Universitas Darma Persada).
Ramadhani, A. & Retnowati, S. 2013. Depresi Pada Remaja Korban Perudungan. Jurnal Psikologi , 9(2)
Ramadhani, D.A.P.A., & Indarti, T. (2022). Altruisme dalam Novel Itsar Cinta Karya Amanda Natasya (Kajian Psikologi Sosial David G. Myers). Bapala, 9(3), 51-60.
Rezapour, M., Khanjani, N. & Mirzai, M. (2019). Exploring associations between school environmentand perudungan in Iran: Multilevel contextual effects modeling. Children and Youth Services Review, 99, 54–63. doi:10.1016/j.childyouth.2019.01.036
Sejiwa (Tim Yayasan Semai Jiwa Amini). (2008). Perudungan: Mengatasi kekerasan di sekolah dan lingkungan sekitar anak. Jakarta: Grasindo.
Uno, H.B & Kudrat, M. (2014). Mengelola Kecerdasan dalam Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










