PERAN ACHMAD NOE’MAN TERHADAP DAKWAH DAN PEMBAHARUAN GAGASAN ARSITEKTUR MASJID DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i1.43180Kata Kunci:
Achmad Noe’man, Arsitektur Masjid, Masjid Salman, Kubah, DakwahAbstrak
Kehadiran Islam di Indonesia mempengaruhi beragam aspek seperti kebudayaan, sosial, termasuk bidang arsitektur dengan munculnya bangunan masjid sebagai produk budaya yang berkembang di lingkungan komunitas Muslim. Arsitektur awal masjid di Nusantara selama berabad-abad memiliki ciri khas atap tumpang dengan tiang penyangga di tengahnya. Mulai awal abad ke-20, dominasi atap tumpang mulai terkikis dengan mendominasinya masjid berkubah di Indonesia. Pada masa itulah sosok arsitek Achmad Noe’man hadir melakukan pembaharuan pada bidang arsitektur masjid dengan rancangan yang berbeda dari masjid-masjid sebelumnya yang pernah ada yaitu Masjid Salman ITB. Karya-karyanya mendobrak tradisi arsitektur masjid pada zamannya. Tulisan ini mencoba menguraikan secara singkat pengaruh dan peran Achmad Noe’man sebagai seorang yang berlatar belakang muslim modernis terhadap perkembangan dakwah Islam dan pembaharuan gagasan arsitektur masjid di Indonesia.Referensi
Armand (85 tahun). Adik ipar Achmad Noe’man. Wawancara, Bandung, 4 November 2021.
Asshidiqie, J. (2002). Bang Imad Pemikiran dan Gerakan Dakwahnya. Jakarta: Gema Insani Press.
Barliana, M.S. (2008). Perkembangan Arsitektur Masjid: Suatu Transformasi Bentuk Dan Ruang. jurnal Historia: Jurnal Pendidikan Sejarah. 9(2). 45–60
Budi, B.S. (2003). Masjid Salman ITB: Tonggak Arsitektur Kontemporer Indonesia. Kompas, 5 Januari 2003.
Destiarmand, A.H. (2009). Pengaruh Modernisme terhadap Aplikasi Ragam Hias pada Desain Masjid Salman-ITB Karya Ahmad Noe’man. jurnal Visual Art and Design ITB. 3(1). 11-34
Dewiyanti, D. & Budi, B.S. (2015). The Salman Mosque: The Pioneer of the Mosque Design Idea, the Driving Force Behind the Coinage of the Term ‘Campus Mosque’ in Indonesia. Journal of Islamic Architecture. 3(4). 143-153.
Nurmatari, A. (2016). Ridwan Kamil Berduka Wafatnya Achmad Noe’man: Beliau Inspirasi Saya. https://news.detik.com/berita/d-3179601/ridwan-kamil-berduka-wafatnya-achmad-noeman-beliau-inspirasi-saya, diakses 18 Januari 2023.
Dijk, K.V. & JM Nas (ed). (2007). Masa Lalu dalam Masa Kini Arsitektur di Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Ekomadyo, A.S. (2011). Architectural Representation of Islamic Modernism in Indonesia Case Study: Architecture of Achmad Noeman. jurnal Nakhara: Journal of Environmental Design and Planning. 7. 113–126.
Eryudhawan, B. (2021). Mahasiswa ITB Angkatan 1981. Wawancara, 25 September 2021.
Faridl, Miftah (78 tahun). (2021). Kerabat dekat Achmad Noe’man. Wawancara, Bandung, 24 Agustus 2021.
Fauzan (57 tahun). (2021). Putra ke-3 Achmad Noe’man. Wawancara, Bandung, 13 November 2021
Gottschalk, L. (1985). Mengerti Sejarah. Terjemahan Nugroho Notosusanto. Jakarta: Yayasan Penerbit Universitas Indonesia.
Hadimadja, R.K. & Puradisastra, R. (2002). Zuhal 60 Tahun Jejak Perjalanan dan Pikirannya. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
Jabbar, M.A. (ed). (1987). Seni di dalam Peradaban Islam. Bandung: Pustaka.
Latif, Y. (2013). Genealogi Inteligensia Pengetahuan & Kekuasaan Inteligensia Muslim Indonesia Abad XX. Jakarta: Kencana
Lembaga Penerbit Salman. Tanpa Tahun. SALMAN Seperti Bunga, Tumbuh dan Berkembang. Bandung: YPM Salman ITB.
Lijst van Ingeschrevenen Cursus (1948/49). Universiteit Van Indonesie Faculteit Van Technische Wetenschap Bandoeng
Nazar (61 tahun). (2021). Putra ke-2 Achmad Noe’man. Wawancara, Bandung, 25 Agustus 2021
Noe’man, A. (1981). Sebuah Pemikiran tentang Arsitektur Masjid di Indonesia. Makalah Seminar Masjid. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum. hlm. 33-45
___________________. (1989). Achmad Noe’man: Bagi Saya Ayatnya ya Kayu, ya Kerikil. Majalah Kiblat Edisi No. 02, 13-26 Januari 1989.
______________. Arsitektur Islam. Islam & Kesenian. Yogyakarta: Majelis Kebudayaan Muhammadiyah. hlm. 73-86.
___________________. (2009). Ir Achmad Noe’man Maestro Arsitektur Masjid Kebanggaan Indonesia. Tabloid Alhikmah Edisi 33, Maret 2009.
__________________. (2014). Achmad Noe’man Arsitek Seribu Masjid. Kompas, 6 Juli 2014
Rifadhi, M. (76 tahun). (2021). Keponakan Achmad Noe’man. Wawancara, Bandung, 19 September 2021.
Rizali, N. (71 tahun). (2021). Keponakan Achmad Noe’man. Wawancara, Bandung, 28 September 2021
Sardjono. M.H. (1968). Biography HM Djamhari. Garut.
Selamet, S.R. (2010). Pengusaha Pejuang HM Djamhari. Bandung: Keluarga Besar H Djamhari
__________________. (2018). Peranan pengusaha pribumi dalam menghadapi kolonialisme di Garut 1903-1942. Tesis. Bandung: Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.
Setiawan, H. (2009). Ajengan dalam Perubahan Zaman Biografi Dr. (HC). K.H.E.Z. Muttaqien. Bandung: Cupumanik
Situmorang, O. (1993). Seni Rupa Islam Pertumbuhan dan Perkembangannya. Bandung: Penerbit Angkasa.
Soelaiman, T.M & Hartoyo, S (ed.). (2003). Berkawan Matahari. PT. Remaja Rosdakarya Bandung.
Suhud, R (meninggal Maret 2022). Penghitung konstruksi Masjid Salman ITB. Wawancara, Bandung, 24 Agustus 2021.
Tjandrasasmita, U. (2000). Pertumbuhan Kota Kota Muslim di Indonesia dari Abad XIII sampai XVII Masehi. Jakarta: Penerbit Menara Kudus.
Utama, M.R. (2022). Achmad Noe’man Maestro Arsitektur Masjid di Indonesia (1926 – 2016). Tesis. Bandung: Universitas Padjadjaran
Utami. (2002). Dinamika Pemikiran dan Karya Arsitektur Masjid Achmad Noe’man. Tesis. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Widodo, J. (2007). Arsitektur Indonesia Modern: Transplantasi, Adaptasi, Akomodasi, dan Hibridisasi” dalam Dijck, Kees Van & JM Nas (ed.). Masa Lalu dalam Masa Kini Arsitektur di Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Hal. 17-24.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










