TRADISI LISAN KESENIAN TOPENG IRENG DI KABUPATEN MAGELANG: KAJIAN ETNOLINGUISTIK

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i2.43480

Penulis

Kata Kunci:

tradisi lisan, topeng ireng, etnolinguistik

Abstrak

Bahasa dan kebudayaan memiliki kaitan yang erat. Kebudayaan tidak bisa terwujud tanpa peran dari bahasa dan sebaliknya bahasa tidak bisa berkembang dengan baik tanpa adanya kebudayaan. Kabupaten Magelang sebagai salah satu daerah di Indonesia yang memiliki wilayah cukup luas, tentunya juga memiliki beragam kebudayaan yang masih terus dilestarikan. Kesenian topeng ireng menjadi salah satu warisan budaya yang masih sangat digemari oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan makna tradisi lisan pada kesenian topeng ireng yang ada di Kabupaten Magelang serta mendeskripsikan fungsi apa saja yang termuat di dalamnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui dua tahap pengumpulan data, yaitu tahap review literature dan wawancara. Hasil dari penelitian ini berupa bentuk dan makna kajian lisan yang digunakan dalam kesenian topeng ireng di Kabupaten Magelang dan fungsinya, yang meliputi fungsi hiburan, pendidikan, solidaritas dan kebersamaan, pengendalian sosial, serta fungsi religiusitas. Paparan mengenai hasil analisis tersebut dapat dimanfaatkan pembaca untuk menggali lebih dalam aspek bahasa dan kebudayaan pada kesenian atau kebudayaan di masing-masing daerah.

Biografi Penulis

Siti Sulistiyarini, Universitas Gadjah Mada

Mahasiswa Magister Linguistik Universitas Gadjah Mada

Referensi

Adilla, A.N. (2020). Seni Pertunjukan Wisata di Candi Borobudur Kabupaten Magelang. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Chaer, A. (2013). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka cipta.

Chaer, A. (2014). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Hidayat, N.S. (2014). Hubungan Berbahasa, Berpikir, dan Berbudaya. Sosial Budaya: Media Komunikasi Ilmu-Ilmu Sosial dan Budaya, 11,(2), 190-205.

Hidayat, W. (2018, Februari 21). Pariwisata. Retrieved from Pemerintan Kabupaten Magelang: https://magelangkab.go.id/home/detail/jamasan-tari-topeng-ireng-upaya-pelestarian-budaya-nusantara/2102

Irwanto, D. (2012). Kendala dan Alternatif Penggunaan Tradisi Lisan dalam Penulisan Sejarah Lokal di Sumatera Selatan. Jurnal Forum Sosial, V,(02), 123-126.

Koentjaraningrat, Budhisantoso, Danandjaya, J., Suparlan, P., Masinambow, E., & Sofion, A. (1984). Kamus Istilah Antropologi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Lailiyah, N., Agan, S., & Sardjono. (2022). Analisis Verbal dan Nonverbal pada Mantra Pengobatan sebagai Media Penyembuhan di Masyarakat Kediri: Kajian Etnolinguistik. Jurnal Tradisi Lisan Nusantara, 2,(2), 67-76.

Pudentia. (2015). Metodologi Kajian Tradisi Lisan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Salehudin, Gunardi, G., & Indira, D. (2022). Aspek Kebudayaan dalam Toponimi Naskah Bujangga Manik: Kajian Linguistik Antropologi. METAHUMANIORA, 12,(1), 61-72.

Sibarani, R. (2015). Pendekatan Antropolinguistik terhadap Kajian Tradisi Lisan. RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 1,(1), 1-17.

Sugianto, A. (2017). Etnolinguistik Teori dan Praktik. Ponorogo: CV. Nata Karya.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumaryanto. (2008). Seni Pertunjukan Topeng Ireng Fungsi dan Tantangannya Kasus Masyarakat Bojong, Mendut, Mungkid, Magelang (1988-2002). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Sustyorini, E. N., Laksono, K., & Mintowati. (2020). Tradisi Lisan Kesenian Jaran Jenggo di Kabupaten Lamongan Kajian Etnolinguistik. Seminar Internasional Riksa Bahasa XIV, (pp. 633-639).

Verhaar, J. (2010). Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Diterbitkan

2023-09-05

Cara Mengutip

Sulistiyarini, S., & Handayani, W. R. (2023). TRADISI LISAN KESENIAN TOPENG IRENG DI KABUPATEN MAGELANG: KAJIAN ETNOLINGUISTIK. Metahumaniora, 13(2), 114–122. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i2.43480