MENELUSURI JEJAK KEAGAMAAN SUNAN BAYAT DALAM NASKAH KYAI AGENG PANDHANARANG SOEWIGNJ: KAJIAN FILOLOGI

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i2.43533

Penulis

  • Aura Naila Syalvia Universitas Islam Negeri Syairif Hidayatullah Jakarta

Kata Kunci:

filologi, nilai keagamaan, Kyai Ageng Pandhanarang, Sunan Bayat, Islamisasi

Abstrak

Proses islamisasi di wilayah Jawa tidak terlepas dari peran wali songo yang dimulai pada abad ke-15. Selain peran 9 wali songo dalam menyebarkan agama Islam, terdapat wali-wali lokal yang menyebarkan agama Islam di daerah tertentu yaitu Syekh Abdul Muhyi, Sunan Geseng, Syekh Siti Jenar, Sunan Bayat dan lain sebagainya. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan jejak Sunan Bayat dalam menyebarkan dakwah Islam dan mengkaji nilai keagamaan yang terdapat dalam naskah Kyai Ageng Pandhanarang oleh Soewignj. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang berhubungan dari objek kajian yaitu sebuah naskah. Dengan demikian, metodenya menggunakan metode penelitian filologis. Tahapan penelitian filologi adalah tahapan inventarisasi manuskrip atau proses pengumpulan informasi tentang manuskrip, deskripsi Naskah, transliterasi, suntingan naskah, dan terjemahan. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat nilai keagamaan yang dapat diambil yaitu tidak boleh memiliki sifat sombong, tidak boleh memiliki sifat serakah, tidak boleh memandang rendah seseorang, dan harus menaati perintah suami sebagai istri. Jejak perjalanan Sunan Bayat dalam menyebarkan dakwah Islam di wilayah Jawa Tengah bersamaan dengan wali songo telah menempuh 25 tahun.

Biografi Penulis

Aura Naila Syalvia, Universitas Islam Negeri Syairif Hidayatullah Jakarta

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syairif Hidayatullah Jakarta Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Semester 7

Referensi

al-jauziyah, I.Q. (2003). Penawar Hati Yang Sakit. Jakarta: Gema Insane.

Alim, M. (2011). Pendidikan Agama Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Darusuprapta. (1974). Kekunaan Di Bayat Klaten. Yogyakarta: Yogyakarta.

Hadisutrisno, B. (2009). Islam Kejawen. Yogyakarta: EULE BOOK.

Hadisutrisno, B. (2010). Sejarah Wali Songo: Misi Pengislaman Di Tanah Jawa. Yogyakarta: Grha Pustaka.

Kosasih, S. (2014). Pengantar Penelitian Filologi. Bandung: edisi. Selanju.

Lubis. (1996). Naskah, Teks, Dan Metode Penelitian Filologi. Forum Kajian Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab IAIN Syarif Hidayatullah.

Pratama, R.A. (2017). Islamisasi Sunan Pandanaran Di Bayat, Klaten, Jawa Tengah Abad XV. 140.

Sahlan, A. (2010). Mewujudkan Budaya Religius Di Sekolah,. Malang: UIN Maliki Press.

Said, N. (2016). Meneguhkan Islam Harmoni Melalui Pendekatan Filologi. Jurnal Ilmu Aqidah Dan Studi Keagamaan 4(2):203.

Syafruddin. (2013). Orientasi Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Umum. Lentera Pendidikan.

Tjandrasarmita, U. (1984). Sejarah Nasional Indonesia III. Jakarta: PN Balai Pustaka.

Tjandrasasmita, (Uka). 2009. Arkeologi Islam Nusantara. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Wardah, E.S. (2005). Sejarah Haji Mangsur: Suntingan Teks Disertai Terjemah. Serang: IAIN SMH Banten.

Yayasan Lestari. Kyai Ageng Pandhanarang, Soewignja, 1938, #552 (sastra.org). Diakses pada 7 Desember 2022, pukul 14.30 WIB

Diterbitkan

2023-09-12

Cara Mengutip

Syalvia, A. N. (2023). MENELUSURI JEJAK KEAGAMAAN SUNAN BAYAT DALAM NASKAH KYAI AGENG PANDHANARANG SOEWIGNJ: KAJIAN FILOLOGI. Metahumaniora, 13(2), 161–168. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i2.43533